RADARSITUBONDO.ID - Arsenal ternyata sempat mengarahkan radar kepada Lautaro Martinez setelah dua target utama mereka, Julian Alvarez dan Victor Osimhen, gagal didatangkan pada bursa transfer musim panas 2026.
Langkah tersebut dilakukan Arsenal karena kebutuhan mendesak untuk menambah kekuatan di lini depan. Kepergian Gabriel Jesus ke Barcelona pada penghujung bursa transfer membuat pilihan Mikel Arteta di posisi ujung tombak semakin terbatas.
Sebelum mengarahkan perhatian kepada Lautaro, Arsenal lebih dahulu memburu Julian Alvarez. Penyerang asal Argentina itu menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan untuk memperkuat lini serang The Gunners.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H, Laga Kontra Australia Jadi Penentu Tiket Piala Asia U-20 202
Namun, Arsenal tidak mendapatkan jalan mudah. Atletico Madrid disebut enggan melepas Alvarez. Situasi tersebut membuat upaya Arsenal mendapatkan sang penyerang tidak menemui titik temu.
Alvarez kemudian dikabarkan memilih Barcelona. Arsenal pun harus kembali mencari alternatif lain untuk mengisi kebutuhan di lini depan.
Nama Victor Osimhen kemudian masuk dalam radar. Arsenal mencoba membuka peluang untuk mendatangkan penyerang asal Nigeria tersebut dari Galatasaray.
Lagi-lagi, Arsenal harus menghadapi jalan buntu. Kesepakatan transfer Osimhen tidak tercapai sehingga klub London Utara tersebut kembali mengalihkan perhatian kepada penyerang lain.
Pada fase inilah Lautaro Martinez disebut menjadi salah satu opsi yang coba dikejar Arsenal.
Arsenal dikabarkan melakukan pendekatan kepada Lautaro menjelang hari terakhir bursa transfer musim panas 2026, yakni 31 Agustus 2026.
Upaya tersebut bahkan disebut berlangsung secara personal. Asisten pelatih Arsenal, Gabriel Heinze, dikabarkan memimpin pembicaraan dengan Lautaro untuk mengetahui kemungkinan sang pemain meninggalkan Inter Milan.
Baca Juga: BRI Tak Asal Gas, Kredit Tembus Rp1.646 Triliun, Risiko Makin Terjaga
Lautaro sendiri bukan nama sembarangan di lini depan. Kapten Inter Milan tersebut merupakan salah satu penyerang produktif yang dimiliki sepak bola Eropa.
Pada musim 2025-2026, Lautaro mencatatkan 22 gol dari 41 penampilan di seluruh kompetisi. Produktivitas tersebut menjadi salah satu alasan Arsenal melihatnya sebagai solusi untuk memperkuat lini depan.
Kebutuhan Arsenal terhadap striker memang cukup besar. Setelah Gabriel Jesus pergi ke Barcelona, Arteta kini hanya memiliki Viktor Gyokeres dan Kai Havertz sebagai dua pemain yang secara natural dapat mengisi posisi ujung tombak.
Kondisi itu membuat kedalaman Arsenal di sektor penyerangan justru menipis dibandingkan musim sebelumnya.
Arsenal sebelumnya telah melakukan sejumlah aktivitas di bursa transfer. Bruno Guimaraes, Piero Hincapie, dan Christos Tzolis menjadi beberapa pemain yang didatangkan.
Baca Juga: Lille Menang Tipis atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil sebagai Starter
Namun, aktivitas tersebut belum membuat Arteta berhenti mencari tambahan amunisi di lini depan. Arsenal tetap berupaya memperkuat sektor tersebut hingga penghujung bursa transfer musim panas 2026.
Bahkan, usaha tersebut berlangsung sampai hari terakhir sebelum bursa transfer resmi ditutup pada 1 September 2026.
Sayangnya bagi Arsenal, rencana mendapatkan Lautaro juga tidak berakhir sesuai harapan.
Inter Milan berada dalam posisi kuat untuk mempertahankan kaptennya. Lautaro masih memiliki kontrak tiga tahun bersama Nerazzurri sehingga klub Italia tersebut tidak berada dalam situasi yang mengharuskan mereka menjual sang penyerang.
Inter juga disebut tidak membuka pintu bagi kepergian Lautaro pada musim panas 2026.
Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Lautaro mengenai masa depannya di Giuseppe Meazza. Penyerang timnas Argentina itu secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk terus menjadi bagian dari Inter Milan.
"Tidak diragukan lagi, saya ingin pensiun di klub ini," ujar Lautaro Martinez.
Baca Juga: Dinilai Inovatif Layani Warga, Kecamatan Panji Raih Public Service Award 2026
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat mengenai komitmen Lautaro terhadap Inter. Sang pemain juga mengakui bahwa sulit baginya membayangkan dirinya mengenakan seragam klub lain dalam waktu dekat.
"Sulit bagi saya untuk membayangkan diri saya berada di tempat lain saat ini. Dalam sepak bola, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, tetapi selama mereka tidak mendepak saya, saya akan tetap di sini."
Lautaro juga berbicara mengenai perasaannya memperkuat Inter serta proses yang terus dijalani untuk berkembang sebagai pemain.
"Ini sungguh merupakan suatu kesenangan dan kehormatan besar serta memberikan kepuasan yang luar biasa karena Anda senantiasa berupaya untuk berkembang, melangkah maju, dan menjadi lebih baik," imbuhnya.
Baca Juga: Warung Bakso Lava Hangus Saat Tutup, Korsleting Magic Com Diduga Jadi Pemicu
Dengan kondisi tersebut, Arsenal akhirnya tidak mendapatkan striker tambahan yang sempat mereka incar menjelang penutupan bursa transfer.
Situasi ini membuat Arteta harus memaksimalkan pemain yang tersedia. Viktor Gyokeres dan Kai Havertz kini menjadi dua opsi utama Arsenal untuk mengisi posisi ujung tombak.
Jika dibandingkan dengan musim lalu, pilihan Arteta memang lebih terbatas setelah Gabriel Jesus meninggalkan klub.
Arteta bahkan berpotensi kembali mengandalkan Mikel Merino sebagai solusi alternatif. Gelandang asal Spanyol tersebut sebelumnya beberapa kali dimainkan sebagai penyerang ketika Arsenal berada dalam situasi darurat.
Kedalaman skuad di lini depan pun menjadi salah satu pekerjaan rumah Arsenal setelah bursa transfer musim panas 2026 berakhir.
Kegagalan mendapatkan Alvarez, Osimhen, hingga Lautaro membuat Arsenal harus memasuki musim baru dengan komposisi penyerang yang lebih terbatas.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber