RADARSITUBONDO.ID - AC Milan memilih mengakhiri perburuan bek tengah pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya klub diperkirakan masih membutuhkan tambahan pemain di sektor pertahanan.
Kebutuhan itu muncul seiring tuntutan permainan dalam skema tiga bek yang diterapkan Ruben Amorim. AC Milan sejatinya sempat dikaitkan dengan rencana mendatangkan dua bek tengah baru untuk memperkuat lini belakang.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H, Laga Kontra Australia Jadi Penentu Tiket Piala Asia U-20 202
Namun, hingga bursa transfer bergerak menuju penutupan, hanya Mario Gila yang berhasil didatangkan untuk menambah kekuatan di jantung pertahanan.
Sementara itu, nama-nama yang sudah berada di dalam skuad tetap menjadi bagian dari perhitungan tim.
Matteo Gabbia dan Koni De Winter masih menjadi opsi yang tersedia. Keduanya memiliki kemampuan untuk mengisi posisi di lini belakang, tetapi kebutuhan akan sosok yang mampu menjadi pemimpin pertahanan tetap menjadi perhatian.
Situasi tersebut membuat sebagian Milanisti mempertanyakan keputusan manajemen. Terlebih, bermain dengan tiga bek sejajar membutuhkan kedalaman skuad yang memadai agar tim tetap memiliki sejumlah opsi ketika menghadapi jadwal padat.
Di tengah pertanyaan tersebut, pakar transfer Fabrizio Romano memberikan penjelasan mengenai keputusan AC Milan.
Dalam keterangannya melalui kanal YouTube pribadinya, Romano menyebut ada perubahan dalam kebijakan klub setelah Fikayo Tomori kembali masuk ke dalam rencana.
“Kembalinya Tomori sedikit mengubah arah kebijakan AC Milan, kita harus mengakui hal itu: karena di luar segalanya, AC Milan telah menyampaikan pesan tegas kepada Nkunku, Santi Gimenez, dan hampir semua pemain lain: ‘Jika kalian tetap di sini, kalian akan disingkirkan’,” ungkap Romano.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 di Puncak Grup H, Laga Kontra Australia Jadi Penentu Tiket Piala Asia U-20 202
Menurut Romano, keputusan tersebut tidak berdiri sendiri. AC Milan disebut telah melakukan evaluasi internal terhadap komposisi pemain bertahan yang mereka miliki sebelum akhirnya menentukan langkah pada penghujung bursa transfer.
“Hal ini juga terjadi karena, terlepas dari berbagai rumor yang beredar, AC Milan telah melakukan evaluasi tersendiri terhadap para pemain bertahannya.”
Evaluasi tersebut kemudian berujung pada keputusan untuk tidak melanjutkan pencarian bek tengah baru. Romano menyebut Gerry Cardinale menjadi pihak yang memilih menghentikan langkah tersebut.
“Namun pada kenyataannya, Gerry Cardinale sendiri yang tidak ingin melanjutkan perburuan bek tengah jenis apa pun.”
Keputusan itu sekaligus mengubah arah rencana AC Milan di lini pertahanan.
Alih-alih kembali mendatangkan pemain baru, klub memilih mengoptimalkan komposisi yang sudah tersedia dan memberikan kesempatan kepada Tomori untuk kembali memainkan peran penting.
“Ia lebih memilih untuk mempertahankan skuad seperti apa adanya dan memanggil kembali Fikayo Tomori bersama Ruben Amorim, dengan menaruh fokus padanya lagi,” tegas sang jurnalis asal Italia tersebut.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber