Persita Gagal Menang di Markas PSIM, Ini Kata Carlos Pena

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 09:45 WIB
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena. (Instagram/carlosgnzpe)
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena. (Instagram/carlosgnzpe)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persita Tangerang gagal mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan kemenangan. Sempat unggul lebih dulu, Pendekar Cisadane harus puas membawa pulang satu poin setelah ditahan PSIM Yogyakarta 1-1.

Pertandingan perdana kedua tim berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9). Persita sempat berada dalam posisi ideal setelah mampu membuka keunggulan pada babak kedua.

Luquinhas menjadi pemain yang membawa Persita memimpin. Gelandang asal Brasil tersebut mencetak gol pada menit ke-50 setelah berhasil mengecoh kiper PSIM.

Gol itu membuat Persita semakin percaya diri untuk mengendalikan pertandingan. Tim besutan Carlos Pena bahkan memiliki kesempatan untuk memperlebar jarak melalui Pablo Ganet.

Baca Juga: Delapan Bandara Ditutup akibat Erupsi GAK, Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Namun, peluang tersebut belum berujung gol tambahan. Persita harus membayar kegagalan memaksimalkan kesempatan ketika PSIM mulai meningkatkan tekanan.

Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, tuan rumah tampil lebih agresif. PSIM terus mendorong lini pertahanan Persita dan membuat permainan Pendekar Cisadane tidak lagi senyaman sebelumnya.

Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-84. Adrian Purzycki berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengubah situasi pertandingan.

Persita yang sebelumnya berada di jalur kemenangan akhirnya harus bertahan menghadapi tekanan tuan rumah. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Hasil imbang tersebut membuat Carlos Pena belum sepenuhnya puas. Pelatih asal Spanyol itu menilai Persita sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan dari pertandingan tandang tersebut.

Pena menyoroti perubahan permainan pada 20 menit terakhir. Menurutnya, PSIM mampu memberikan tekanan lebih besar sehingga Persita mengalami kesulitan untuk kembali mengontrol pertandingan.

"Kami tidak begitu senang karena seharusnya sudah dekat dengan kemenangan. Dua puluh menit terakhir memang PSIM melakukan push ke depan yang sedikit membuat kami kesulitan mengontrol. Kami juga dapat peluang bagus dari Pablo," ujar Carlos Pena seusai pertandingan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Aktivitas Vulkanik Menurun tapi Erupsi Susulan Bisa Terjadi

Meski demikian, Pena tidak menutup mata terhadap perjuangan para pemainnya. Persita memang datang ke laga perdana dengan sejumlah pemain yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persita dalam menjalani pertandingan pembuka musim. Apalagi, beberapa pemain baru langsung mendapat kepercayaan tampil dalam pertandingan kompetitif.

Salah satunya adalah Aep Nursofyan. Bek Persita tersebut baru berusia 19 tahun ketika mendapat kesempatan bermain pada pertandingan melawan PSIM.

Selain Aep, Dion Markx juga menjadi perhatian. Pemain tersebut baru bergabung dengan Persita tiga hari sebelum pertandingan, tetapi langsung dipercaya tampil oleh Carlos Pena.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Persita harus menjalani proses adaptasi sambil langsung menghadapi tuntutan kompetisi. Pena pun menilai satu poin dari laga tandang bukan hasil yang mudah didapat.

"Tak gampang mendapatkan satu poin dari laga away ini. Beberapa pemain baru tampil di laga ini. Bek kanan kita juga baru berusia 19 tahun. Dion Markx juga baru datang tiga hari dan dia langsung bermain. Kami berharap minggu depan bisa lebih bagus," kata dia.

Baca Juga: Start Buruk Fiorentina, Fabio Grosso Resmi Dipecat Setelah Tiga Laga Alami Kekalahan

Hasil imbang di Bantul menjadi modal awal Persita untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Pendekar Cisadane masih memiliki ruang untuk memperbaiki sejumlah aspek, terutama dalam menjaga keunggulan ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Bagi Persita, kehilangan keunggulan setelah mencetak gol lebih dulu tentu menjadi catatan. Tim harus mampu menjaga konsistensi permainan hingga menit terakhir agar peluang meraih kemenangan tidak kembali terlepas.

Di sisi lain, Mario Jardel tetap mensyukuri hasil yang diperoleh Persita. Bek tersebut menilai pertandingan pertama musim ini memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi timnya.

"Tentunya dari pemain kami sangat bersyukur, Alhamdulillah bisa mendapatkan hasil seri ini," kata Mario Jardel.

Baca Juga: Jay Idzes Main 90 Menit, Sassuolo Ditahan Bologna 2-2 di Serie A 2026/27

Satu poin dari kandang PSIM membuat Persita kini harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Pendekar Cisadane dijadwalkan kembali bertanding pada Minggu (13/9).

Pada laga tersebut, Persita akan menghadapi Java United FC. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Banten International Stadium, Serang, mulai pukul 15.30 WIB.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : jawapos
Carlos Pena PSIM Yogyakarta Persita Tangerang