Manchester United Kebobolan 6 Gol dalam 3 Laga, Gary Neville Khawatir Jelang Derby Manchester

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:31 WIB
Bek Manchester United, Harru Maguire. (Instagram/manutd)
Bek Manchester United, Harru Maguire. (Instagram/manutd)

 

RADARSITUBONDO.ID - Manchester United belum menemukan kestabilan pada awal musim Liga Inggris 2026/2027. Hasil imbang 2-2 melawan Everton justru kembali membuka persoalan lama di lini belakang Setan Merah.

Manchester United sempat dua kali berada di posisi unggul dalam pertandingan di Hill Dickinson Stadium. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.

Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko masing-masing membawa Manchester United unggul. Everton kemudian merespons melalui Tyrique George sebelum Ainsley Maitland-Niles mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-96.

Hasil tersebut membuat Manchester United baru mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan Liga Inggris. Setan Merah juga sudah enam kali kebobolan dalam tiga pertandingan awal.

Baca Juga: Jose Mourinho Tegaskan Real Madrid vs Inter Milan Bukan Laga Spesial di Liga Champions

Catatan tersebut menjadi perhatian serius bagi Gary Neville. Mantan bek Manchester United itu menilai hasil imbang melawan Everton semestinya bisa berakhir dengan kemenangan apabila tim asuhan Michael Carrick mampu menjaga keunggulan.

Persoalan bukan hanya terletak pada kegagalan mencetak gol tambahan. Neville melihat masalah yang lebih mendasar berada pada cara Manchester United mengelola pertahanan ketika berada dalam tekanan.

Menurut Neville, kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena Manchester United akan menghadapi rangkaian pertandingan penting dalam waktu dekat.

"Hal itu memberi sedikit tekanan kepada Manchester United karena mereka akan menghadapi Manchester City pekan depan dan pertandingan Eropa dimulai pada pertengahan pekan," kata Neville kepada Sky Sports.

Baca Juga: Gara-Gara Abu Vulkanik, Harga Masker Mendadak Meledak Naik 2 Kali Lipat!

Carrick kini berada dalam situasi yang menuntut konsistensi. Setelah membawa perubahan pada akhir musim lalu, pelatih Manchester United tersebut sedang berusaha membangun kembali kepercayaan di dalam tim sekaligus dari para pendukung.

Neville memahami proses tersebut. Namun, menurutnya, hasil melawan Everton menjadi sinyal bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan Carrick.

"Michael Carrick sedang mencoba membangun kepercayaan dalam timnya dan kepercayaan dari para penggemar bahwa dia bisa mengulangi apa yang telah dilakukannya pada akhir musim lalu," ujar Neville.

Masalahnya, kepercayaan tersebut berpotensi terganggu apabila Manchester United terus kehilangan poin dari pertandingan yang sebenarnya berada dalam kendali mereka.

Pertandingan melawan Everton menjadi contoh terbaru. Manchester United dua kali mendapatkan keunggulan, tetapi dua kali pula Everton mampu menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan.

Bagi Neville, pola tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, enam gol sudah bersarang ke gawang Manchester United hanya dalam tiga pertandingan.

Baca Juga: Harry Kane Masuk Kandidat Ballon d’Or 2026, 73 Gol Bikin Pede Kejar Penghargaan

Enam Gol dalam Tiga Laga Jadi Alarm

Catatan kebobolan Manchester United menjadi salah satu perhatian terbesar pada awal musim ini. Setan Merah kemasukan dua gol dalam setiap pertandingan dari tiga laga awal Liga Inggris.

Neville menilai persoalan tersebut harus segera mendapatkan solusi. Jika tidak, masalah yang sama bisa kembali muncul ketika Manchester United menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

"Mereka memiliki masalah kebobolan dan itu tidak hilang, itulah ketakutan saya," kata Neville.

Ucapan tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap konsistensi lini belakang Manchester United. Bukan hanya jumlah gol yang menjadi persoalan, melainkan bagaimana gol-gol tersebut bisa terjadi.

Gol Maitland-Niles pada menit ke-96 menjadi contoh yang disoroti Neville. Menurutnya, Manchester United seharusnya mampu mengantisipasi situasi pada penghujung pertandingan.

Neville tidak melihat gol tersebut semata-mata sebagai hasil dari kualitas penyelesaian akhir pemain Everton. Ia justru menyoroti buruknya komunikasi dan organisasi pertahanan Manchester United.

"Mereka harus terorganisasi, tetapi mereka tidak terorganisasi pada menit-menit akhir," ujar Neville.

Situasi tersebut membuat kerja keras Manchester United di lini depan menjadi sia-sia. Mbeumo dan Sesko sudah membawa tim dua kali memimpin, tetapi keunggulan tersebut tidak cukup untuk menghasilkan tiga poin.

Kegagalan menjaga skor juga menunjukkan bahwa Manchester United masih memiliki pekerjaan rumah besar ketika pertandingan memasuki fase-fase krusial.

Bagi Carrick, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena jadwal berat sudah berada di depan mata.

Baca Juga: Tiga Bulan Tak Pulang, Siswi Selomukti Diduga Dibawa Lari Mantan Tunangan

Carrick Dihadapkan pada Pekan Krusial

Tekanan terhadap Michael Carrick berpotensi meningkat seiring datangnya pertandingan Eropa dan derby Manchester.

Manchester United dijadwalkan menghadapi Manchester City pada Minggu (13/9), setelah lebih dahulu menjalani pertandingan Liga Champions pada pertengahan pekan.

Rangkaian pertandingan tersebut membuat persoalan pertahanan menjadi sorotan utama. Manchester United membutuhkan organisasi yang lebih solid apabila ingin melewati periode penting tersebut dengan hasil positif.

Manchester United memang mengawali musim dengan empat poin dari tiga pertandingan. Namun, jumlah poin tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan persoalan yang sedang dihadapi karena lini belakang sudah enam kali kebobolan.

Carrick sebelumnya menilai awal musim Manchester United "tidak terlalu buruk". Akan tetapi, hasil imbang melawan Everton kembali menempatkan pertahanan sebagai titik yang perlu segera dibenahi.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Gary Neville Michael Carrick Manchester United Manchester City