RADARSITUBONDO.ID - Persib Bandung tidak ingin menghadapi Persija Jakarta dengan persiapan setengah matang.
Laga pekan kedua BRI Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (12/9), menjadi ujian awal bagi Maung Bandung untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka menghadapi salah satu rival terbesarnya.
Kemenangan Persija atas Borneo FC Samarinda pada pekan pertama menjadi perhatian khusus Persib. Hasil tersebut bukan sekadar tiga poin bagi Macan Kemayoran.
Bagi Persib, pertandingan itu menjadi bahan untuk membaca perkembangan permainan calon lawan sebelum kedua tim bertemu langsung.
Baca Juga: Sinigaglia Siap Sambut Laga Eropa Como 1907, 11.000 Tiket Kontra RB Leipzig Terjual Habis
Pelatih Persib Igor Tolic pun mulai melakukan analisis lebih dalam terhadap permainan Persija. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah perubahan organisasi pertahanan yang diterapkan tim asuhan Shin Tae-yong.
Tolic melihat ada perkembangan pada struktur permainan Persija. Lini belakang Macan Kemayoran dinilainya lebih terorganisasi dibandingkan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Persib tidak bisa hanya mengandalkan tekanan sejak awal pertandingan untuk mencari celah.
“Mereka terlihat lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Saya tidak melihat banyak hal yang tidak teratur di pertahanan mereka. Saya melihat sebuah tim, terutama dalam bertahan, yang sudah cukup stabil. Mereka tidak banyak kebobolan dan itu sangat penting,” ujar Tolic.
Baca Juga: iPhone Duo Jadi Ponsel Lipat Pertama Apple, Bawa Layar 7,6 Inci
Penilaian tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Persib. Pertahanan yang lebih solid membuat Maung Bandung membutuhkan cara berbeda untuk membangun serangan.
Kesabaran dalam menguasai bola, pergerakan pemain tanpa bola, hingga kemampuan memindahkan arah serangan dapat menjadi bagian dari upaya membuka ruang.
Persib juga harus memperhitungkan situasi bola mati. Sebab, kemampuan menciptakan peluang dari skema set piece menjadi salah satu kekuatan yang dinilai dimiliki Persija.
Kesalahan kecil dalam menjaga konsentrasi bisa memberikan keuntungan bagi tuan rumah.
Perkembangan Persija itu sekaligus menunjukkan bahwa hasil pertemuan sebelumnya belum bisa dijadikan patokan mutlak.
Persib memang sempat mengalahkan Persija pada semifinal Piala Presiden 2026. Namun, Tolic tidak melihat kemenangan tersebut sebagai jaminan ketika kedua tim kembali bertemu dalam kompetisi resmi.
Persija dinilainya telah mengalami perkembangan dalam beberapa pertandingan terakhir. Kehadiran Shin Tae-yong turut memberikan warna baru terhadap permainan Macan Kemayoran, terutama dari sisi organisasi tim dan kedisiplinan ketika bertahan.
Baca Juga: Ferran Torres Hattrick, PSG Libas Slovan Bratislava 6-1 di Matchday Pertama Liga Champions
Bagi Tolic, pertahanan yang kuat dapat menjadi dasar penting bagi sebuah tim untuk membangun performa sepanjang musim. Persija dinilai memiliki fondasi tersebut, terlebih mereka juga mempunyai pemain-pemain yang bisa memberikan ancaman di area depan.
“Jika Anda memiliki pertahanan yang bagus dan tidak kebobolan, itu menjadi fondasi yang baik. Kualitas yang mereka miliki di lini depan, sama seperti kami, mereka bisa memenangkan pertandingan. Mereka bisa mencetak gol melalui bola mati maupun permainan terbuka,” katanya.
Pernyataan Tolic memperlihatkan bahwa Persib tidak hanya memusatkan perhatian pada cara membongkar pertahanan Persija.
Lini depan Macan Kemayoran juga menjadi bagian dari perhitungan. Persija dinilai mampu menciptakan peluang melalui permainan terbuka maupun situasi bola mati.
Kondisi tersebut membuat Persib harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Duel dengan tempo yang lebih lambat sekalipun tidak menjamin pertandingan berjalan tanpa ancaman. Justru, satu kehilangan fokus dapat mengubah jalannya pertandingan.
Tantangan Persib semakin besar karena duel melawan Persija berada di tengah jadwal padat. Setelah bertandang ke GBK pada Sabtu (12/9), Maung Bandung hanya memiliki waktu sekitar empat hari sebelum menjalani pertandingan di kompetisi Asia.
Baca Juga: iPhone Duo Jadi Ponsel Lipat Pertama Apple, Bawa Layar 7,6 Inci
Persib dijadwalkan menghadapi Seoul FC dari Korea Selatan dalam AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027.
Situasi tersebut membuat persiapan menghadapi Persija tidak hanya berkaitan dengan strategi pertandingan, tetapi juga pengelolaan kondisi fisik pemain.
Tolic harus mempertimbangkan penggunaan pemain secara cermat. Rotasi, intensitas latihan, serta pendekatan taktik menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan agar Persib tetap kompetitif di dua ajang sekaligus.
Pertandingan melawan Persija tentu memiliki nilai tersendiri. Selain memperebutkan tiga poin, duel dua tim besar tersebut membawa gengsi yang membuat setiap kesalahan berpotensi mendapat konsekuensi besar.
Baca Juga: Barcelona Hajar Feyenoord 5-1 di Liga Champions, Raphinha dan Yamal Bersinar
Namun, Persib juga tidak bisa mengabaikan pertandingan setelahnya. Jadwal yang berdekatan membuat kedalaman skuad Maung Bandung berpeluang menjadi salah satu faktor penting.
Kemampuan pemain menjaga kondisi di tengah padatnya agenda akan ikut menentukan perjalanan Persib pada awal musim.
Kemenangan atas PSM Makassar pada pekan pertama menjadi modal positif bagi Persib. Akan tetapi, menghadapi Persija di kandangnya sendiri menghadirkan tantangan yang berbeda.
Tekanan pertandingan, kualitas lawan, dan atmosfer GBK menjadi bagian yang harus diperhitungkan sejak awal.
Karena itu, pekerjaan Tolic bukan hanya menemukan formula untuk membongkar pertahanan Persija. Pelatih asal Kroasia tersebut juga perlu memastikan timnya mampu mengontrol tempo dan menghemat energi tanpa kehilangan agresivitas.
Persib dituntut bermain efektif. Penguasaan bola yang panjang tidak akan banyak berarti jika tidak mampu menghasilkan ruang dan peluang. Sebaliknya, serangan yang terlalu terburu-buru justru dapat membuat Maung Bandung kehilangan struktur permainan.
Persija juga memiliki peluang memanfaatkan situasi tersebut. Jika Persib terlalu banyak kehilangan bola di area berbahaya, lini depan Macan Kemayoran dapat memanfaatkannya untuk melakukan serangan balik maupun membangun tekanan dari permainan terbuka.
Baca Juga: Arsenal Curi Tiga Poin di Markas Napoli, Martin Odegaard Jadi Pahlawan
Duel di GBK pun berpotensi menjadi ujian penting bagi Persib pada awal musim. Bukan hanya tentang siapa yang memiliki kualitas pemain lebih baik, tetapi juga tim mana yang mampu menjalankan rencana pertandingan dengan lebih disiplin.
Persib harus mampu menemukan celah di balik organisasi pertahanan Persija. Pada saat yang sama, Maung Bandung wajib menjaga konsentrasi ketika menghadapi ancaman bola mati dan serangan terbuka.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber