RADARSITUBONDO.ID - Lamine Yamal menegaskan keyakinannya dalam persaingan Ballon d’Or 2026. Bintang muda Barcelona itu bahkan menyebut hanya dirinya dan Kylian Mbappe yang layak disebut sebagai dua pemain terbaik dunia saat ini.
Yamal merasa kepercayaan diri tersebut bukan tanpa alasan.
Performa impresif bersama Barcelona dan timnas Spanyol sepanjang musim membuat pemain 19 tahun itu menilai dirinya memiliki dasar kuat untuk membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut.
"Menurut saya, Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik di dunia," kata Yamal kepada Movistar dikutip dari beIN Sports pada Senin (14/9).
Baca Juga: Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Ini Rekam Jejak dan Kariernya
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan tingginya keyakinan Yamal menjelang pengumuman Ballon d’Or 2026.
Ia tidak sekadar menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat, tetapi secara terbuka menyandingkan namanya dengan Mbappe dalam perebutan penghargaan tersebut.
Yamal kemudian mengaitkan keyakinannya dengan pencapaian yang berhasil diraih sepanjang musim. Menurut dia, sederet trofi yang didapat menjadi alasan mengapa dirinya pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.
"Saya benar-benar berpikir bahwa, sebagai pemain terbaik di dunia, mungkin ada dua dari kami, dan tahun ini saya pantas mendapatkannya karena apa yang telah saya menangkan," ujar Yamal.
Baca Juga: Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Diamond dan Bundle Groove Gratis Hari Ini
Musim Yamal memang berjalan sangat impresif. Bersama Barcelona, pemain yang berkembang dari akademi La Masia tersebut turut membantu klub mempertahankan gelar La Liga.
Tidak berhenti di level klub, Yamal juga menjadi bagian penting dari perjalanan Spanyol hingga menjadi juara dunia pada musim panas tahun ini. Kombinasi prestasi klub dan tim nasional itu menjadi modal penting dalam persaingan Ballon d’Or 2026.
Rangkaian keberhasilan tersebut membuat nama Yamal semakin kuat dalam bursa kandidat. Apalagi, usianya yang masih 19 tahun membuat pencapaiannya mendapat perhatian besar di tengah persaingan dengan sejumlah pemain papan atas dunia.
Meski kini berbicara dengan penuh keyakinan, sikap Yamal beberapa hari sebelumnya justru lebih berhati-hati. Ia mengakui memiliki peluang untuk memenangkan Ballon d’Or setelah melewati musim yang disebutnya sebagai musim "luar biasa".
Baca Juga: Gugatan Jamaah Umrah ke Ketua PCNU Situbondo Kandas, Majelis Hakim Menyatakan Tak Dapat Diterima
Namun, Yamal juga tidak ingin terlalu memikirkan keputusan para pemilih. Ia menegaskan tidak akan meminta atau memohon agar suara diberikan kepadanya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Yamal memahami persaingan Ballon d’Or tidak hanya ditentukan oleh satu pertandingan atau satu statistik.
Performa sepanjang musim, pencapaian bersama klub dan tim nasional, hingga penilaian para pemilih akan menjadi bagian dari penentuan pemenang.
Di kubu lain, Mbappe memiliki catatan individu yang tidak kalah kuat. Kapten timnas Prancis tersebut tampil produktif dan menjadi top skor LaLiga, Liga Champions, serta Piala Dunia.
Produktivitas tersebut membuat Mbappe tetap menjadi salah satu kandidat utama Ballon d’Or 2026. Namun, perjalanan Real Madrid pada musim tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pencapaian individu sang penyerang.
Real Madrid gagal mengamankan trofi utama pada musim tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu pembeda dalam persaingan dengan Yamal yang datang dengan modal kesuksesan bersama Barcelona dan timnas Spanyol.
Persaingan antara Yamal dan Mbappe pun menjadi salah satu cerita utama menjelang pengumuman Ballon d’Or 2026. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi pencapaian individu maupun keberhasilan bersama tim.
Persaingan tersebut juga belum berhenti pada dua nama. Sejumlah pemain lain masih memiliki peluang untuk mengganggu dominasi Yamal dan Mbappe dalam perebutan penghargaan tersebut.
Ousmane Dembele menjadi salah satu nama yang turut diperhitungkan. Rekan Yamal di Barcelona dan timnas Spanyol itu merupakan pemenang Ballon d’Or tahun lalu.
Dembele bahkan memiliki pandangan berbeda mengenai kandidat terkuat tahun ini. Ia menilai penghargaan tersebut semestinya kembali diberikan kepada pemain Paris Saint-Germain.
Baca Juga: Nahas di Baluran, Pemotor 19 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk dari Arah Berlawanan
PSG sendiri memiliki alasan kuat untuk kembali diperhitungkan. Klub asal Prancis tersebut berhasil mempertahankan gelar Liga Champions, sebuah pencapaian yang menjadi salah satu modal penting bagi para pemainnya dalam persaingan penghargaan individu.
Selain Dembele, penyerang Bayern Muenchen sekaligus kapten timnas Inggris, Harry Kane, juga masuk dalam pembicaraan sebagai salah satu kandidat kuat.
Dengan banyaknya pemain yang memiliki pencapaian besar sepanjang musim, Ballon d’Or 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi dengan persaingan ketat.
Yamal datang dengan koleksi trofi bersama Barcelona dan Spanyol, sementara Mbappe membawa catatan produktivitas individu yang sangat menonjol.
Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan para pemilih. Keyakinan Yamal bahwa dirinya pantas memenangkan Ballon d’Or menjadi bagian dari panasnya persaingan menuju malam penghargaan.
Pemenang Ballon d’Or 2026 akan diumumkan dalam seremoni penghargaan yang berlangsung di London pada 26 Oktober 2026.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber