Cristiano Ronaldo Kecam Suporter Al Taawoun, Serukan Hukuman Berat Usai Ejek Ruben Neves

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:21 WIB
Cristian Ronaldo.
Cristian Ronaldo.

 

RADARSITUBONDO.ID - Cristiano Ronaldo menunjukkan sikap tegas terhadap aksi suporter yang dinilai melewati batas dalam pertandingan Saudi Pro League.

Ronaldo meminta kompetisi memberikan hukuman berat kepada suporter yang berusaha mengganggu konsentrasi Ruben Neves dengan meneriakkan nama mendiang Diogo Jota.

Insiden tersebut terjadi ketika Al Hilal menghadapi Al Taawoun dalam lanjutan Saudi Pro League pada Sabtu (12/9). Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Al Hilal itu justru diwarnai kejadian yang menjadi sorotan di luar lapangan.

Neves yang bersiap mengeksekusi tendangan bebas bersama Crysencio Summerville mendapat teriakan dari arah tribun suporter tuan rumah. Nama Diogo Jota disebut berulang kali oleh sejumlah suporter Al Taawoun.

Baca Juga: Basarnas Ungkap Posisi KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil, 129 Orang Masih Dicari

Teriakan tersebut langsung mendapat respons dari Neves. Gelandang Al Hilal itu tampak menyadari bahwa nama yang diteriakkan para suporter berkaitan dengan sosok yang memiliki hubungan dekat dengannya.

Diogo Jota merupakan mantan pemain timnas Portugal yang meninggal dunia bersama adiknya, Andre Silva, setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Zamora, Spanyol, pada Juli 2025.

Neves dan Jota memiliki hubungan yang cukup dekat. Keduanya pernah berada dalam satu tim di level junior Portugal dan Porto. Hubungan tersebut berlanjut ketika keduanya menjadi rekan setim di Wolverhampton Wanderers.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Neves terlihat memberikan respons terhadap teriakan dari tribun. Dia bertepuk tangan secara sarkastis sembari mengacungkan jempol ke arah suporter.

Neves kemudian menunjuk ke langit, lalu mengarah ke matanya sendiri sebelum menunjuk kembali ke tribun tempat teriakan tersebut berasal. Respons itu menunjukkan bahwa Neves menyadari betul konteks teriakan yang dilontarkan kepadanya.

Usai pertandingan, Neves kembali menyinggung kejadian tersebut ketika melewati area mixed zone. Dia menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku suporter yang menurutnya tidak pantas.

“Saya hanya berharap mereka nanti tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan,” kata Neves dikutip dari ESPN.

Baca Juga: Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Diamond dan Bundle Groove Gratis Hari Ini

Sikap Neves tersebut kemudian mendapat dukungan dari Cristiano Ronaldo. Kapten timnas Portugal itu ikut mengecam tindakan suporter yang menggunakan nama Jota dalam upaya melakukan provokasi terhadap mantan rekan setimnya.

Ronaldo bahkan meminta agar kompetisi mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang terlibat. Menurutnya, tindakan semacam itu sudah tidak dapat dianggap sebagai bagian dari persaingan normal dalam pertandingan sepak bola.

“Kompetisi harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola dan harus ada batasnya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi,” tulis komentar Ronaldo di sebuah unggahan Instagram yang menampilkan rekaman kejadian.

Baca Juga: Nahas di Baluran, Pemotor 19 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk dari Arah Berlawanan

Ronaldo, Neves, dan Jota memiliki ikatan sebagai bagian dari generasi timnas Portugal. Ketiganya pernah berada dalam skuad yang sama sebelum Jota meninggal dunia pada Juli 2025.

Kedekatan antara Neves dan Jota membuat insiden tersebut terasa lebih personal. Selain pernah menjadi rekan satu tim, Neves juga menjadi salah satu pengusung peti jenazah Jota dalam prosesi pemakaman.

Setahun setelah kepergian Jota, Neves juga mewarisi nomor punggung 21 yang sebelumnya digunakan Jota di timnas Portugal. Nomor tersebut menjadi salah satu simbol hubungan keduanya di level internasional.

Karena itu, penggunaan nama Jota untuk mengganggu Neves dalam sebuah pertandingan mendapat reaksi keras. Persaingan di lapangan dinilai tidak seharusnya membawa persoalan pribadi, terlebih menyangkut seseorang yang telah meninggal dunia.

Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) bersama Saudi Pro League (SPL) juga mengecam kejadian tersebut.

Keduanya menyatakan komite terkait akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menindak perilaku suporter yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola Arab Saudi.

“SAFF dan SPL menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi untuk tujuan pelecehan atau provokasi merupakan perilaku yang tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola Arab Saudi,” tulis pernyataan resmi federasi.

Baca Juga: Nahas di Baluran, Pemotor 19 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk dari Arah Berlawanan

SAFF dan SPL menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan setelah seluruh prosedur investigasi selesai dilakukan. Langkah tersebut menjadi indikasi bahwa insiden di tribun tidak dianggap sebagai persoalan kecil oleh otoritas sepak bola Arab Saudi.

Al Hilal juga mengambil sikap terhadap kejadian tersebut. Klub asal Riyadh itu menyatakan penolakan terhadap segala bentuk tindakan yang menyerang pemain secara personal, termasuk dengan membawa persoalan keluarga maupun tragedi kemanusiaan ke dalam persaingan pertandingan.

“Perusahaan menyatakan penolakan mutlak terhadap tindakan semacam itu yang menyasar pemain atau keluarga mereka maupun bertujuan menimbulkan penghinaan secara pribadi,” tulis Al Hilal.

Al Hilal menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola tetap memiliki batas. Persaingan antarklub maupun antarsuporter tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerang kondisi pribadi seorang pemain.

Sementara kontroversi terjadi di tribun, Al Hilal justru tampil dominan di atas lapangan. Tim asuhan klub Riyadh tersebut menghancurkan Al Taawoun dengan skor 6-0 dalam pertandingan Saudi Pro League.

Kemenangan besar itu membuat Al Hilal tetap berada di puncak klasemen. Hasil pertandingan sekaligus menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi di luar lapangan tidak mengganggu performa tim dalam mengamankan tiga poin.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Diogo Jota Al Taawoun Cristiano Ronaldo Al Hilal ruben neves