RADARSITUBONDO.ID - Kesempatan menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dibuka hari ini, Jumat, 18 September 2026. Penjualan tiket turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara tersebut dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.
Informasi mengenai link tiket Timnas Indonesia menjadi salah satu yang banyak diburu calon penonton. Terutama mereka yang ingin mengamankan tiket lebih awal untuk menyaksikan pertandingan langsung dari stadion.
Pembelian tiket dilakukan melalui platform resmi Kita Garuda. Calon penonton disarankan memastikan akun Garuda ID sudah terdaftar dan terverifikasi sebelum penjualan dimulai.
Baca Juga: Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI, Akhirnya Sandar di Tanjung Priok
FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia memiliki peran ganda dalam turnamen tersebut karena selain menjadi peserta, juga dipercaya sebagai tuan rumah Divisi 1.
Sejumlah pertandingan akan dimainkan di dua stadion. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi lokasi pertandingan Grup A. Sementara pertandingan Grup B dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan Grup A akan digelar di SUGBK.
Pertandingan pertama Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada Jumat, 25 September 2026. Laga tersebut berlangsung pukul 20.00 WIB di Gelora Bung Karno.
Baca Juga: Dua Kiper Timnas Indonesia Tampil Positif, Maarten Paes dan Emil Audero Berebut Kepercayaan John Her
Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Pertandingan grup tersebut akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat.
Bagi calon penonton, waktu pembukaan penjualan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Penjualan tiket FIFA ASEAN Cup 2026 melalui link Kita Garuda ID dimulai Jumat, 18 September 2026 pukul 13.00 WIB.
Laman Kita Garuda juga telah menampilkan pertandingan Indonesia kontra Singapura yang akan berlangsung pada 25 September. Pada halaman pertandingan tersebut tersedia opsi Beli Tiket.
Karena itu, masyarakat yang hendak menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia perlu mengakses platform resmi dan memastikan seluruh data akun sudah siap sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: 12 Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 September 2026, Segera Klaim Hadiahnya
Syarat Beli Tiket FIFA ASEAN Cup 2026
Pembelian tiket tidak hanya bergantung pada ketersediaan kursi. PSSI menetapkan sejumlah tahapan yang harus dipenuhi calon penonton sebelum dapat melakukan transaksi.
Salah satu syarat utama adalah memiliki Garuda ID yang telah terverifikasi. Akun tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelian tiket pertandingan Timnas Indonesia.
Pendaftaran Garuda ID dapat dilakukan secara gratis melalui platform Kita Garuda. Calon pengguna perlu menyiapkan alamat email aktif karena email digunakan dalam proses pendaftaran akun.
Setelah itu, pengguna diminta membuat kata sandi untuk mengamankan akun. Proses pendaftaran juga mencakup verifikasi OTP melalui kode yang dikirimkan kepada pengguna.
Calon pembeli kemudian perlu menyiapkan data identitas untuk menyelesaikan proses verifikasi akun. Verifikasi wajah juga menjadi bagian dari tahapan validasi pengguna.
Dengan seluruh proses tersebut, calon penonton sebaiknya menyelesaikan verifikasi Garuda ID sebelum penjualan tiket dibuka. Langkah ini dapat membuat proses pembelian berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Karim Benzema Ditolak Bayer Leverkusen, Masa Depan di Eropa Makin Tak Pasti
Harga Tiket FIFA ASEAN Cup 2026
Harga tiket pertandingan Timnas Indonesia di SUGBK berbeda berdasarkan kategori tempat duduk dan matchday. Untuk pertandingan Indonesia pada matchday 1 dan 3, tiket kategori Premium West/East dibanderol Rp500.000.
Kategori Garuda West/East untuk pertandingan tersebut memiliki harga Rp300.000. Sementara kategori Garuda South/North dibanderol Rp200.000 dan Upper Garuda sebesar Rp100.000.
Harga tiket berbeda pada pertandingan Indonesia di matchday 2. Kategori Premium West/East dijual dengan harga Rp600.000.
Untuk kategori Garuda West/East, harga tiket matchday 2 berada di angka Rp400.000. Kemudian kategori Garuda South/North dibanderol Rp300.000, sedangkan Upper Garuda Rp150.000.
Selain pertandingan yang melibatkan Indonesia, tiket pertandingan non-Indonesia juga tersedia. Untuk pertandingan non-Indonesia di SUGBK pada matchday 4, tiket kategori West dan East masing-masing dibanderol Rp200.000.
Sementara itu, pertandingan non-Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat pada matchday 1 dan 2 memiliki harga Rp100.000 untuk kategori West maupun East.
Harga kemudian berubah pada matchday 3 dan 4. Tiket kategori West dan East di Stadion Si Jalak Harupat masing-masing dijual dengan harga Rp200.000.
Baca Juga: 214 Mahasiswa FEB UNARS Situbondo Di-yudisium, Lulusan Didorong Jadi Pencipta Kerja
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia FIFA ASEAN Cup 2026
Calon penonton terlebih dahulu perlu membuka platform resmi Kita Garuda. Setelah masuk ke laman tersebut, pengguna dapat melakukan pendaftaran atau login menggunakan akun Garuda ID yang sudah terverifikasi.
Tahap berikutnya adalah memilih pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang ingin disaksikan. Untuk pendukung Timnas Indonesia, pertandingan yang melibatkan skuad Garuda dapat dipilih sesuai jadwal dan ketersediaan tiket.
Setelah pertandingan dipilih, calon penonton dapat menentukan kategori tiket yang tersedia. Pilihan kategori akan menyesuaikan dengan ketersediaan kursi pada pertandingan tersebut.
Pengguna kemudian diminta memasukkan data penonton sesuai ketentuan. Data Garuda ID dan identitas calon penonton harus diisi dengan benar.
Setelah seluruh data dipastikan sesuai, proses dapat dilanjutkan ke pembayaran menggunakan metode yang tersedia di platform. Jika transaksi berhasil, e-ticket atau barcode dapat diakses melalui akun Garuda ID.
Ketepatan data menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Informasi yang dimasukkan ketika membeli tiket harus sesuai dengan identitas calon penonton untuk menghindari kendala dalam proses pembelian maupun saat memasuki stadion.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber