Persik Kediri Siapkan Taktik Khusus Redam Arema FC di Derbi Jatim

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:27 WIB
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina. (Instagram/marcosreina)
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina. (Instagram/marcosreina)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persik Kediri tidak ingin sekadar mengandalkan momentum kemenangan saat menghadapi Arema FC dalam Derbi Jatim pekan ketiga Super League 2026/2027.

Macan Putih sudah menyiapkan perhatian khusus terhadap pola serangan Singo Edan yang mampu tampil produktif tanpa menggunakan striker murni.

Arema FC akan menjamu Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (18/9/2026) sore. Pertandingan ini menjadi ujian berikutnya bagi kedua tim setelah melewati dua laga awal dengan hasil yang berbeda.

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina melihat ada satu karakter permainan Arema FC yang perlu mendapat perhatian lebih. Yakni, bagaimana tim tuan rumah membangun serangan tanpa menempatkan striker murni sebagai ujung tombak.

Pola tersebut menjadi semakin penting untuk diantisipasi setelah Arema FC menunjukkan produktivitas tinggi pada awal musim. Singo Edan sudah mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan pertama Super League 2026/2027.

Baca Juga: Tol Jember-Bondowoso-Situbondo Masih Dikaji, Trase 65 Kilometer Jadi Proyeksi

Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa Persik Kediri tidak hanya akan berhadapan dengan tim yang memiliki produktivitas tinggi.

Macan Putih juga harus membaca pergerakan pemain Arema FC yang mampu menciptakan peluang tanpa bergantung pada penyerang tengah dengan karakter konvensional.

Marcos Reina mengakui dirinya menikmati permainan yang diperlihatkan Arema FC. Namun, ketertarikan tersebut justru membuatnya harus menyiapkan pendekatan berbeda untuk pertandingan di Kanjuruhan.

“Saya suka melihat cara main Arema FC. Ini membuat saya makin tertantang untuk membuat taktik terbaik menghadapi mereka. Termasuk antisipasi game plan Arema FC yang tak memakai striker murni," ujar Marcos Reina.

Pelatih asal Spanyol itu melihat pola tersebut sebagai salah satu bagian penting dari permainan Arema FC. Karena itu, Persik Kediri perlu menjaga organisasi pertahanan sekaligus membaca ruang yang muncul ketika pemain lawan bergerak dari lini depan.

Produktivitas Arema FC dalam dua laga awal juga memperlihatkan bahwa pola tanpa striker murni bukan berarti membuat lini serang mereka kehilangan ketajaman.

Baca Juga: Kylian Mbappe Yakin 2026 Tahun yang Tepat untuk Menangkan Ballon d'Or

Pada pertandingan pertama, Arema FC mengawali kompetisi dengan kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC di kandang. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan skor 3-3 saat Singo Edan bertandang menghadapi PSM Makassar.

Dari dua pertandingan itu, tujuh gol sudah berhasil dikumpulkan Arema FC. Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan yang membuat Persik Kediri harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan.

Bagi Marcos Reina, kekuatan Arema FC bukan hanya terletak pada jumlah gol yang sudah dicetak. Cara tim tersebut membangun serangan juga menjadi bagian yang harus diterjemahkan ke dalam strategi Persik Kediri.

Karena itu, laga di Kanjuruhan tidak sekadar menjadi duel antartim Jawa Timur. Pertandingan tersebut juga menjadi adu pendekatan taktik antara dua tim yang sama-sama membawa catatan penting dari dua laga pembuka.

Persik Kediri sendiri datang dengan kepercayaan diri yang mulai meningkat. Setelah kalah pada pertandingan pertama, Macan Putih mampu memberikan respons positif pada laga kedua.

Baca Juga: 12 Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 September 2026, Segera Klaim Hadiahnya

Persik Kediri menang 2-0 atas Garudayaksa FC di kandang lawan. Hasil tersebut menjadi kebangkitan setelah sebelumnya mereka takluk 0-1 dari Dewa United Banten FC di kandang sendiri.

Perubahan hasil dalam dua pertandingan itu menjadi modal tersendiri bagi Persik Kediri. Kekalahan pada pekan pertama berhasil dijawab dengan kemenangan pada laga berikutnya.

Namun, Marcos Reina tidak ingin menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Lawan yang dihadapi kali ini memiliki catatan produktivitas berbeda.

Persik Kediri harus berhadapan dengan Arema FC yang sudah mengoleksi tujuh gol dari dua pertandingan. Di sisi lain, Macan Putih juga membawa modal kemenangan 2-0 yang diharapkan bisa menjadi pijakan untuk kembali mendapatkan hasil positif.

Karena itu, pekerjaan Marcos Reina tidak berhenti pada bagaimana meredam serangan Arema FC. Ia juga perlu memastikan perkembangan permainan Persik Kediri tetap terlihat ketika menghadapi tekanan pertandingan dengan atmosfer Derbi Jatim.

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan akan memberikan tantangan tersendiri. Persik Kediri harus mampu menjaga keseimbangan antara mempertahankan pertahanan dan mencari ruang untuk memberikan ancaman kepada tuan rumah.

Di luar persoalan taktik, laga Arema FC kontra Persik Kediri juga memiliki cerita lain. Pertandingan kali ini tidak akan dihadiri langsung oleh Persikmania di Stadion Kanjuruhan.

Marcos Reina menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, pertandingan antara Arema FC dan Persik Kediri merupakan salah satu momen yang memiliki perhatian besar dari pencinta sepak bola.

“Saya tahu pertandingan Arema FC dengan Persik termasuk momen yang ditunggu penonton dan suporter sepak bola Indonesia," katanya.

Baca Juga: 214 Mahasiswa FEB UNARS Situbondo Di-yudisium, Lulusan Didorong Jadi Pencipta Kerja

Absennya Persikmania membuat atmosfer pertandingan tidak akan sepenuhnya seperti Derbi Jatim pada umumnya. Marcos Reina juga menyebut kondisi jumlah suporter Arema FC dalam beberapa musim terakhir.

“Tapi sayang Persikmania tak bisa hadir di sini. Dan, saya tahu animo Aremania juga menurun beberapa musim terakhir.”

Meski begitu, Marcos Reina tidak melihat kemungkinan berkurangnya jumlah Aremania sebagai keuntungan bagi Persik Kediri. Baginya, atmosfer yang diciptakan suporter tetap memiliki peran penting bagi pemain di atas lapangan.

Menurut dia, dukungan penonton dapat memberikan motivasi tambahan kepada pesepakbola. Karena itu, jumlah penonton yang hadir tidak semata-mata berkaitan dengan tekanan kepada tim tamu.

“Bagi pesepakbola, mereka sangat bangga kalau disaksikan banyak penonton. Itu jadi motivasi besar di pertandingan," jelasnya.

“Saya respek dan menerima kenyataan suasana pertandingan nanti. Dan, saya pikir jumlah suporter Arema FC yang mungkin nanti tidak terlalu banyak, bukan jadi keuntungan bagi Persik Kediri.”

Marcos Reina juga berharap pertandingan antara Arema FC dan Persik Kediri tidak berhenti sebagai persaingan di dalam lapangan. Ia menyinggung hubungan suporter kedua klub yang selama ini disebut kurang harmonis.

Pelatih Persik Kediri itu berharap sepak bola dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, termasuk suporter dari kedua kesebelasan.

“Saya tahu hubungan suporter Persik Kediri dan Arema FC kurang harmonis. Tapi saya sangat berharap hubungan ini akan lebih bagus lagi di masa datang. Karena sepak bola adalah saling respek dan menyatukan hubungan manusia," ucapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Marcos Reina tidak hanya melihat Derbi Jatim dari sisi hasil pertandingan. Ia juga menempatkan aspek respek antarsuporter sebagai bagian dari atmosfer sepak bola yang ingin dibangun.

Sementara untuk Persik Kediri, perhatian utama tetap berada pada pertandingan. Pola permainan Arema FC tanpa striker murni menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum pertandingan dimulai.

Tujuh gol dalam dua laga menjadi peringatan bagi Macan Putih agar tidak memberikan ruang terlalu mudah kepada pemain-pemain Arema FC. Persik Kediri perlu menjaga konsentrasi sekaligus menjalankan strategi yang telah disiapkan Marcos Reina.

Derbi Jatim di Stadion Kanjuruhan, Jumat (18/9/2026) sore, pun akan mempertemukan dua tim dengan modal berbeda. Arema FC datang dengan produktivitas tujuh gol dari dua pertandingan, sedangkan Persik Kediri membawa kemenangan 2-0 pada laga terakhir.

Di tengah perbedaan tersebut, Marcos Reina sudah memiliki satu fokus utama: membaca dan meredam pola serangan Arema FC yang tidak mengandalkan striker murni. Cara Persik Kediri menjalankan antisipasi itu akan menjadi salah satu bagian penting dalam duel dua tim Jawa Timur tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Marcos Reina Derby Jatim Persik Kediri Super League Arema FC