Mourinho Tunjukkan Dua Insiden Kontroversial Usai Real Madrid Kalah 1-2 dari Atletico

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:21 WIB
Pelatih Benfica Jose Mourinho.
Jose Mourinho.

 

RADARSITUBONDO.ID - Mourinho datang ke konferensi pers setelah laga Atletico Madrid vs Real Madrid dengan membawa selembar kertas A4.

Bukan catatan taktik atau statistik pertandingan, melainkan dua tangkapan layar insiden yang menurutnya menjadi bukti adanya keputusan wasit yang merugikan timnya.

Dua gambar tersebut menjadi bagian utama dari pernyataan Jose Mourinho setelah Real Madrid tumbang 1-2 dari Atletico Madrid dalam Derbi Madrid di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Pelatih asal Portugal itu menilai Atletico seharusnya kehilangan dua pemain pada babak pertama.

Baca Juga: Daniel Craig Tinggalkan Gaya James Bond, Tampil Berbeda Total di Film Narnia The Magician's Nephew

Mourinho menilai Cristian Romero dan Lee Kang-in layak diganjar kartu merah. Menurutnya, keputusan dalam dua insiden tersebut ikut memengaruhi jalannya pertandingan.

"Kita bisa melewatkan konferensi pers ini karena inti cerita pertandingan ada di sini," ujar Mourinho.

Insiden pertama terjadi pada menit ke-37. Jude Bellingham terlibat duel dengan Cristian Romero dalam perebutan bola. Benturan terjadi ketika keduanya berusaha menguasai bola liar.

Wasit sempat memberikan kartu kuning kepada Bellingham. Namun, setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, keputusan tersebut berubah. Kartu untuk Bellingham dibatalkan dan Romero yang kemudian menerima kartu kuning.

Mourinho tetap merasa hukuman tersebut belum cukup. Ia menilai tindakan Romero terhadap Bellingham pantas berujung kartu merah. Dalam tayangan ulang, pul sepatu Romero terlihat mengenai bagian lutut Bellingham.

Bagi Mourinho, momen tersebut menjadi salah satu keputusan yang patut dipertanyakan dalam pertandingan yang berlangsung keras sejak babak pertama.

Pelatih Real Madrid itu kemudian menyoroti insiden lain yang melibatkan Lee Kang-in dan Federico Valverde. Mourinho menilai tekel pemain Atletico Madrid tersebut juga memenuhi kriteria untuk mendapatkan kartu merah langsung.

"Itu adalah dua pelanggaran yang jelas-jelas layak diganjar kartu merah."

Baca Juga: Inter Miami vs San Diego 2-2, Messi Cetak Gol Tendangan Bebas tapi The Herons Kembali Gagal Menang

Mourinho kemudian mengaitkan dua keputusan tersebut dengan kartu merah yang diterima Real Madrid pada awal babak kedua. Dean Huijsen diusir setelah melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di dalam kotak penalti.

Atletico mendapatkan hadiah penalti dari insiden tersebut. Alejandro Grimaldo menjalankan tugas sebagai eksekutor dan membawa Atletico unggul. Real Madrid pun harus bermain dengan 10 pemain ketika pertandingan memasuki fase penting.

Situasi itu membuat Mourinho membayangkan bagaimana pertandingan akan berjalan apabila Atletico juga kehilangan dua pemain pada babak pertama.

"Mengingat kesulitan yang kami hadapi saat bermain 11 lawan 10, kita bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kami bermain 11 lawan sembilan selama 50 menit," kata Mourinho.

Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif kedua Real Madrid di La Liga musim ini. Sebelumnya, Los Blancos juga kalah 0-1 dari Real Betis pada 5 September 2026.

Derbi Madrid kali ini memang berubah drastis setelah kartu merah Huijsen. Atletico kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengendalikan pertandingan.

Jonathan David menggandakan keunggulan tuan rumah sebelum Antonio Rudiger memperkecil ketertinggalan Real Madrid pada menit-menit akhir.

Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Real Madrid dari kekalahan.

Mourinho tidak menutup mata terhadap keputusan perangkat pertandingan. Meski demikian, ia memilih tidak menjadikan wasit sebagai satu-satunya alasan di balik hasil tersebut.

"Saya ingin percaya bahwa itu hanyalah kesalahan biasa, sama seperti pelatih yang bisa berbuat salah atau pemain yang juga bisa melakukan kesalahan," ujarnya.

Baca Juga: 101 Mahasiswa IAINH Situbondo Diwisuda, Satu Lulusan Disabilitas Raih Gelar S1 Lewat Beasiswa Adikti

Di tengah kekecewaan tersebut, Mourinho justru memberikan apresiasi kepada para pemain Real Madrid. Ia menilai skuadnya sudah menunjukkan karakter, terutama sepanjang babak pertama ketika pertandingan masih berlangsung 11 lawan 11.

"Jadi, saya hanya ingin memeluk para pemain saya; mereka telah mengerahkan segalanya dan menunjukkan kelas serta karakter hebat di babak pertama, yang menempatkan kami dalam posisi ideal untuk memenangkan babak kedua."

Pernyataan Mourinho kemudian mendapat respons dari Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid itu memilih menyoroti pentingnya menjaga sikap dan ucapan setelah pertandingan, terutama ketika menyangkut keputusan wasit.

Simeone memahami bahwa pelatih klub besar berada dalam sorotan. Namun, menurutnya, posisi tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menjaga batas dalam memberikan komentar.

"Saya paham bahwa sebagai pelatih, kita berada dalam posisi istimewa yang mendapat banyak sorotan publik."

"Baik itu Mourinho, (Hansi) Flick, (Manuel) Pellegrini, saya sendiri, atau siapa pun, kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan," ujar Simeone.

Pelatih asal Argentina itu menegaskan rasa hormat terhadap wasit dan sesama pelatih tetap harus dijaga, terlepas dari besarnya tekanan dalam pertandingan.

"Kita harus tahu cara menghormati orang lain—baik itu wasit maupun rekan sesama pelatih—karena pada akhirnya, kita semua yang akan dirugikan."

"Dan ketika seseorang melanggar batas rasa hormat itu, hal itu tidaklah benar—Anda tidak boleh melanggar batas tersebut."

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Jose Mourinho LaLiga Atletico Madrid Real Madrid