Persebaya Surabaya Siapkan Misi Penebusan, Dua Poin yang Hilang di GBT Harus Diganti

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:21 WIB
Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)
Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persebaya Surabaya membawa satu misi utama setelah jeda internasional. Green Force ingin menebus dua poin yang terlepas saat bermain di kandang sendiri dengan memburu kemenangan dalam lawatan menghadapi Isenmulang Kalteng FC.

Persebaya gagal mengamankan kemenangan ketika menjamu Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026), Francisco Rivera dkk harus puas bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan. Green Force sementara berada di posisi ketujuh klasemen.

Tambahan satu angka dari laga kandang tersebut belum sesuai dengan target tim. Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares bahkan menilai timnya kehilangan dua poin yang seharusnya bisa diamankan.

Baca Juga: Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis, Kylian Mbappe: Seperti Keluar dari Film

Karena itu, pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC pada 9 Oktober mendatang menjadi momentum bagi Persebaya untuk memperbaiki perolehan poin.

Bernardo Tavares tidak ingin hasil imbang melawan Garudayaksa FC terlalu lama berada di pikiran pemain. Pelatih asal Portugal tersebut langsung mengarahkan fokus tim menuju pertandingan tandang berikutnya.

“Kini, kami harus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya pada 9 Oktober, guna mencoba meraih kembali dua poin yang hilang melalui laga tandang,” kata Bernardo Tavares.

Target yang dibawa Persebaya ke markas Isenmulang Kalteng FC pun bukan sekadar menghindari kekalahan. Bernardo menegaskan timnya akan berusaha membawa pulang tiga poin.

“Sekarang kita harus berjuang untuk bermain tandang dan mengumpulkan tiga poin di laga tandang,” imbuhnya.

Keinginan tersebut tidak lepas dari evaluasi pertandingan kontra Garudayaksa FC. Bernardo menilai Persebaya sebenarnya memiliki cukup banyak kesempatan untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

“Karena menurut saya kami menciptakan peluang mencetak gol untuk mendapatkan tiga poin. Mereka hanya memiliki satu peluang di babak kedua.”

Baca Juga: Replika Ka'bah Muncul di Jalan Kota Dhamar Yaman, Video Salat Picu Kontroversi

Masalahnya, peluang yang didapat Green Force belum mampu dikonversi secara maksimal. Persebaya tampil agresif, tetapi efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah.

Persebaya bahkan sempat mencetak gol. Namun, gol tersebut kemudian dianulir setelah ditinjau melalui VAR.

“Sayangnya, kami sempat mencetak gol, namun VAR menyatakan itu bukan gol,” kata Bernardo Tavares.

Setelah gol tersebut dianulir, Persebaya tetap berusaha mencari gol tambahan. Namun, Garudayaksa FC mampu memberikan perlawanan hingga akhirnya mencetak gol balasan.

Skor 1-1 bertahan sampai pertandingan berakhir. Persebaya pun harus menerima tambahan satu poin dari pertandingan yang sebenarnya bisa menghasilkan kemenangan.

Bernardo Tavares kemudian menyoroti statistik pertandingan. Menurutnya, Persebaya memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa timnya mampu mengontrol pertandingan dan menciptakan lebih banyak ancaman.

“Secara keseluruhan pertandingan, kami mencatatkan lebih banyak upaya mencetak gol, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak dari segala aspek statistik, namun kami gagal mencetak gol untuk memenangkan pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi, saya mengapresiasi sikap para pemain kami,” sambungnya.

Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan Persebaya bukan semata-mata pada kemampuan menciptakan peluang. Green Force perlu membuat peluang tersebut berujung gol.

Situasi itu yang akan menjadi bagian dari evaluasi Bernardo selama jeda kompetisi. Waktu yang tersedia sebelum pertandingan 9 Oktober dapat dimanfaatkan untuk membenahi sejumlah detail permainan, terutama efektivitas di area akhir.

Baca Juga: Dua Paripurna DPRD Situbondo dalam Sehari, P-APBD 2026 Disahkan, Defisit Rp159 M Ditutup SiLPA

Meski begitu, Bernardo tidak ingin Persebaya datang ke markas Isenmulang Kalteng FC dengan rasa percaya diri berlebihan. Status laga tandang membuat konsentrasi pemain tetap menjadi faktor penting.

Setiap pertandingan di Super League memiliki tantangan berbeda. Bernardo juga mengingatkan para pemainnya bahwa lawan yang dihadapi memiliki kualitas dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Evaluasi terhadap permainan Persebaya juga menyentuh penampilan pada babak pertama ketika menghadapi Garudayaksa FC. Bernardo melihat masih ada ruang bagi timnya untuk tampil lebih baik.

“Babak pertama kami bisa bermain jauh lebih baik. Kami menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol," ujar pelatih asal Portugal.

Namun, peluang tersebut kembali tidak menghasilkan tambahan gol.

“Kami bisa mencetak gol, sayangnya kami tidak bisa. Tapi, di sisi lain kami tidak bermain sendirian. Di sisi lain juga ada pemain bagus.”

Baca Juga: Angin Kencang Tumbangkan Pohon Mangga, Rumah Warga Gebangan Ambruk Saat Gendong Cucu

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi Francisco Rivera dkk. Lima poin dari tiga pertandingan belum cukup menjadi alasan untuk menganggap enteng pertandingan berikutnya.

Persebaya membutuhkan peningkatan efektivitas jika ingin mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan. Terlebih, target tiga poin sudah disampaikan secara terbuka oleh Bernardo Tavares.

“Jangan berpikir bahwa Garudayaksa FC tidak memiliki pemain bagus,” pungkasnya.

“Lihat saja dari mana pemain-pemain itu berasal, tim nasional, ya? Jadi, saya sangat frustasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan. Tapi ini sepak bola.”

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Bernardo Tavares Isenmulang Kalteng FC Persebaya Surabaya Super League