Kylian Mbappe Pilih Diam soal Wasit Usai Real Madrid Kalah dari Atletico

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:11 WIB
Mbappe.
Mbappe.

 

RADARSITUBONDO.ID - Kylian Mbappe mengambil sikap berbeda setelah Real Madrid tumbang dalam Derby Madrid.

Penyerang asal Prancis itu memilih tidak ikut mengkritik wasit Miguel Angel Ortiz Arias meski mengakui sang pengadil membuat sejumlah kesalahan dalam pertandingan kontra Atletico Madrid.

Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam pertandingan yang berlangsung di Metropolitano pada Minggu (22/9).

Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Los Blancos di La Liga musim ini setelah sebelumnya takluk 0-1 dari Real Betis pada 5 September.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Siapkan Misi Penebusan, Dua Poin yang Hilang di GBT Harus Diganti

Hasil Derby Madrid itu membuat posisi Real Madrid semakin tertekan. Los Blancos kini tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen sementara La Liga dengan tujuh pertandingan telah dimainkan.

Selain kehilangan poin, pertandingan tersebut juga memunculkan kontroversi terkait keputusan wasit. Jose Mourinho bahkan secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan Ortiz Arias dalam pertandingan tersebut.

Mourinho menilai setidaknya ada dua insiden yang seharusnya berujung kartu merah. Dua pemain yang dimaksud adalah Kang-in Lee dan Cristian Romero yang terlibat dalam pelanggaran keras pada babak pertama.

Romero mendapat kartu kuning setelah menginjak lutut Jude Bellingham. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau tayangan VAR. Sebelumnya, Bellingham justru menjadi pemain yang menerima kartu kuning dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Rhoma Irama Hampir 80 Tahun tapi Ogah Pensiun, Justru Takut Sakit Jika Berhenti Berkarya

Sementara itu, Lee tidak mendapatkan hukuman meski kakinya diangkat terlalu tinggi dan mengenai pergelangan kaki Federico Valverde.

Mourinho kemudian membawa foto-foto dari dua insiden tersebut ke ruang konferensi pers. Pelatih Real Madrid itu menyampaikan kritik panjang terhadap Ortiz Arias maupun wasit VAR Daniel Trujillo Suarez.

Mbappe memilih tidak mengambil sikap serupa.

Pemain berusia 27 tahun itu mengaku memiliki pandangan sendiri mengenai kepemimpinan wasit. Namun, dia tidak ingin menjadikan keputusan pengadil pertandingan sebagai bahan pembahasan setelah kekalahan Real Madrid.

“Saya rasa saya tidak pernah menjadi pemain yang banyak membicarakan wasit. Saya tidak akan memulainya sekarang. Saya punya pemikiran sendiri, tetapi saya akan menyimpannya untuk diri sendiri. Wasit adalah manusia, mereka bisa melakukan kesalahan dan itu adalah kesalahan, tetapi saya tidak ingin membahasnya,” ujar Mbappe kepada Diario AS.

Sikap tersebut membuat Mbappe memilih fokus pada persoalan yang lebih besar, yakni kegagalan Real Madrid membawa pulang poin dari markas rival sekotanya.

Atletico Madrid membuka keunggulan pada babak kedua melalui hadiah penalti. Alejandro Grimaldo menjalankan tugasnya dengan baik setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah.

Keunggulan Atletico kemudian bertambah melalui gol Jonathan David. Real Madrid baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui Antonio Rudiger.

Gol tersebut sempat membuka peluang bagi Los Blancos untuk menghindari kekalahan. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Real Madrid untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Baca Juga: Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis, Kylian Mbappe: Seperti Keluar dari Film

Bagi Mbappe, hasil tersebut menjadi pukulan yang harus segera diperbaiki. Dia mengakui kekalahan dalam Derby Madrid merupakan sebuah kemunduran bagi tim.

“Ini adalah sebuah langkah mundur. Sangat sulit, kami ingin menang dan kami tahu pertandingan seperti apa yang akan kami hadapi. Namun, tim telah memberikan segalanya dan kami terus maju karena perjalanan musim ini masih panjang. Kami harus tetap berada di jalur yang benar. Kami harus bekerja dan melakukan lebih banyak hal. Kami harus terus bekerja keras,” kata Mbappe.

Kontroversi pertandingan kemudian berlanjut di luar lapangan. Atletico Madrid merespons kritik Mourinho melalui akun X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Pada Senin (21/9), Atletico mengunggah tiga postingan yang bernada mengejek Mourinho. Salah satu unggahan menampilkan video sebuah printer yang sedang mencetak kertas dengan foto Mourinho.

Unggahan tersebut disertai tulisan, “Hentikan pelecehan terhadap wasit sekarang.”

Di tengah situasi tersebut, Mbappe justru memilih tidak memperpanjang polemik. Fokusnya kini beralih ke agenda bersama Timnas Prancis di Nations League.

Les Bleus memasuki era baru setelah Zinedine Zidane dipercaya menggantikan Didier Deschamps seusai Piala Dunia 2026. Penunjukan Zidane memiliki arti khusus bagi Mbappe karena sang pelatih merupakan salah satu idolanya sejak kecil.

Mbappe juga memiliki kenangan khusus dengan Zidane. Ketika masih berusia 13 atau 14 tahun, Zidane disebut menjadi sosok yang menjemputnya dan membawanya ke Real Madrid.

Baca Juga: Inggris Turun Tangan Bantu Arab Saudi, Dukungan Militer untuk Hadapi Houthi

Kini, keduanya kembali berada dalam satu tim. Bedanya, Zidane tidak lagi menjadi sosok yang memperkenalkan Mbappe kepada lingkungan Real Madrid, melainkan pelatih yang akan memimpin dirinya bersama Timnas Prancis.

“Ini adalah era baru dengan pelatih baru. Nations League akan datang dengan empat pertandingan untuk melihat bagaimana semuanya berjalan. Ini akan menjadi pengalaman baru bagi semua orang karena kami [sebelumnya] hanya mengenal Deschamps," ujar Mbappe.

“Zidane adalah orang pertama yang menjemput saya dan membawa saya ke Real Madrid, ke tempat latihan, ketika saya berusia 13 atau 14 tahun. Itu sudah lama sekali. Dan sekarang dia menjadi pelatih tim nasional saya. Ini seperti sesuatu yang keluar dari film, tetapi luar biasa. Kami berada dalam proses baru bersama Prancis. Kami memiliki dua tahun untuk mempersiapkan diri menuju Euro,” kata Mbappe.

Perubahan di kursi pelatih membuat Prancis juga memasuki fase baru. Mbappe menyadari Nations League akan menjadi kesempatan awal untuk melihat bagaimana tim beradaptasi dengan pendekatan Zidane.

Di level individu, Mbappe juga masih berada dalam pembicaraan mengenai Ballon d'Or 2026. Kepercayaan dirinya semakin tinggi setelah memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Sidang Mediasi Klinik Bismillah, Pasien Klaim Dilecehkan dan Gugat Rp270 Juta

Namun, Mbappe tidak ingin terlalu larut dalam pembahasan mengenai penghargaan individu tersebut. Dia memilih menyerahkan keputusan akhir kepada proses yang sedang berjalan.

“Saya rasa saya sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan mengenai hal itu. Orang-orang tidak senang ketika saya terlalu banyak membicarakannya, tetapi begitulah adanya. Saya merasa tenang karena sudah melakukan semua yang saya bisa. Sekarang, saya hanya perlu menunggu,” kata Mbappe.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Mourinho Kylian Mbappe derby madrid Atletico Madrid Real Madrid