RADARSITUBONDO.ID - Indonesia masih menunggu medali emas pertama pada Asian Games 2026. Hingga memasuki hari keenam penyelenggaraan, Kontingen Merah Putih baru mengoleksi 13 medali.
Rinciannya terdiri atas satu medali perak dan 12 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-23 klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2026.
Situasi itu membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai melakukan evaluasi bersama pimpinan cabang olahraga (cabor).
Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil pertandingan di lapangan berjalan sesuai target yang telah disepakati sebelum keberangkatan.
Baca Juga: Timnas Vietnam Tiba di Indonesia, Siap Hadapi Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan target medali Indonesia tidak ditentukan secara sepihak oleh Kemenpora. Target tersebut dibahas bersama pimpinan cabor dengan mempertimbangkan potensi dan peluang masing-masing cabang olahraga.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama,” kata Menpora Erick dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/9).
Karena itu, evaluasi menjadi bagian dari proses untuk mengukur capaian atlet berdasarkan target yang telah ditetapkan. Kemenpora ingin melihat apakah hasil pertandingan sejauh ini masih berada dalam jalur yang telah disepakati bersama.
“Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati,” sambungnya.
Baca Juga: 15 Kode Redeem FF Hari Ini 24 September 2026, Segera Coba Sebelum Kedaluwarsa
Salah satu hasil yang menjadi perhatian terjadi di cabang olahraga wushu. Indonesia sebelumnya memasang target medali emas dari nomor taolu changquan putra.
Namun, target tersebut belum terwujud. Indonesia harus puas dengan medali perunggu dari nomor tersebut.
“Untuk Wushu, targetnya memang emas. Yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal,” ujar Menpora Erick.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi Kemenpora bersama pimpinan cabor. Evaluasi tidak diarahkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan atas hasil pertandingan.
Menurut Erick, evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi faktor yang membuat capaian atlet belum sesuai proyeksi. Dari proses tersebut, pemerintah bersama cabor dapat menentukan langkah perbaikan untuk pertandingan berikutnya.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur,” tegas Menteri berusia 56 tahun itu.
Baca Juga: Bansos 2.334 Warga Situbondo Kena Blokir Gegara Judol, DPRD Soroti Kebijakan
Di sisi lain, perjalanan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 masih belum berakhir. Sejumlah pertandingan masih akan berlangsung hingga penutupan ajang olahraga tersebut.
Kemenpora masih memantau peluang medali yang tersedia. Koordinasi dengan pimpinan cabor juga terus dilakukan agar setiap peluang dapat dimaksimalkan.
Erick meminta atlet dan seluruh unsur kontingen tetap menjaga fokus hingga pertandingan terakhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Evaluasi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan dukungan kepada atlet yang masih berjuang di arena pertandingan.
“Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih,” ucapnya.
Kemenpora sendiri masih mempertahankan target empat medali emas untuk Indonesia pada Asian Games 2026. Target tersebut menjadi komitmen yang terus dikoordinasikan bersama NOC Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan pimpinan cabang olahraga.
Dengan belum adanya emas hingga hari keenam, perjuangan Indonesia untuk memenuhi target tersebut masih terbuka melalui pertandingan-pertandingan yang tersisa.
Namun, capaian sementara juga menjadi bahan bagi pemerintah dan cabor untuk mengukur kembali hasil yang telah diraih.
“Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC Indonesia, CdM, dan para pimpinan cabang olahraga. Karena itu, meskipun ada target yang belum tercapai, kita tidak boleh kehilangan fokus. Kita akan terus melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi dengan cabor, dan mengoptimalkan setiap peluang medali yang masih ada sampai pertandingan terakhir,” pungkas Menpora Erick.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos