Belanda Gagal di Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Bantah Tudingan Intervensi Taktik

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:58 WIB
Virgil van Dijk. (Instagram/virgilvandijk)
Virgil van Dijk. (Instagram/virgilvandijk)

 

RADARSITUBONDO.ID - Virgil van Dijk akhirnya angkat bicara mengenai polemik taktik Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

Kapten De Oranje itu membantah keras tudingan bahwa dirinya ikut memengaruhi keputusan Ronald Koeman untuk mengubah skema permainan menjadi formasi lima bek.

Kegagalan Belanda di Piala Dunia 2026 memang meninggalkan sejumlah pertanyaan. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar.

Setelah itu, muncul berbagai spekulasi mengenai keputusan taktik yang digunakan tim pelatih, termasuk penerapan formasi dengan lima pemain belakang.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Terobsesi 1.000 Gol, Fokus Bantu Portugal Menang di UEFA Nations League

Nama Van Dijk ikut terseret dalam polemik tersebut. Bek Liverpool itu disebut memiliki pengaruh terhadap perubahan skema permainan. Tudingan tersebut kemudian dibantah langsung oleh Van Dijk dalam sesi jumpa pers bersama awak media Belanda.

Van Dijk bahkan menyebut anggapan bahwa perubahan formasi merupakan gagasannya sebagai tudingan yang tidak masuk akal. Ia menegaskan keputusan taktik berada di tangan staf kepelatihan.

"Salah satu rekan Anda juga mengatakan, tentu saja, bahwa itu adalah ide saya untuk beralih bermain dengan formasi lima bek. Itu omong kosong belaka," kata Van Dijk dikutip dari ESPN UK, Kamis (24/9/2026).

Van Dijk tidak menutup mata terhadap kegagalan Belanda di turnamen tersebut. Menurut dia, fakta yang harus diterima adalah performa De Oranje memang tidak sesuai harapan. Namun, ia menolak jika kegagalan tersebut kemudian diarahkan secara personal kepadanya.

"Faktanya, kita memang gagal di Piala Dunia. Itulah fakta yang sulit diterima. Kami tidak bermain bagus di Piala Dunia. Ini bukan tentang saya. Kalian bermain bersama; kalian adalah sebuah tim."

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Van Dijk bahwa hasil buruk Belanda merupakan persoalan tim. Ia tidak ingin kegagalan di Piala Dunia dikaitkan dengan satu pemain, termasuk dirinya sebagai kapten.

Baca Juga: Timnas Vietnam Tiba di Indonesia, Siap Hadapi Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026

Polemik kemudian berkembang lebih jauh. Van Dijk merasa tudingan yang mengaitkan dirinya dengan perubahan taktik telah membentuk narasi yang merugikan citranya.

Ia bahkan membantah anggapan bahwa dirinya bersama Koeman menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kemunduran sepak bola Belanda.

"Tuduhan Anda bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda setelah Piala Dunia, hal semacam itu sama sekali tidak berdasar."

"Rencana ini disusun oleh staf. Omong kosong disebarkan agar saya terlihat lebih buruk. Itu terlalu sering terjadi," lanjutnya.

Baca Juga: 15 Kode Redeem FF Hari Ini 24 September 2026, Segera Coba Sebelum Kedaluwarsa

Van Dijk mengaku mendapat tudingan bahwa keputusan bermain dengan lima pemain belakang merupakan kesalahan dirinya.

Narasi tersebut bahkan mengaitkan dirinya dengan Koeman dalam kegagalan Belanda di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

"Saya diberi tahu bahwa itu adalah kesalahan saya karena kami bermain dengan lima pemain, bahwa Ronald Koeman dan saya telah menghancurkan sepak bola Belanda."

Bagi Van Dijk, tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ia kembali menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang menentukan penggunaan formasi lima bek.

"Rencana itu berhasil selama 89 menit, meskipun pertandingannya buruk. Kami hampir berhasil mencetak gol. Anggapan bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda sama sekali tidak masuk akal. Saya tidak memutuskan itu," tegas Virgil van Dijk.

Terlepas dari polemik taktik, Van Dijk kini menghadapi babak baru dalam perjalanan karier internasionalnya. Bek berusia 35 tahun tersebut berpeluang mencatatkan milestone 100 penampilan bersama Timnas Belanda pada jeda internasional kali ini.

Catatan tersebut bisa dicapai apabila Van Dijk dimainkan dalam empat pertandingan UEFA Nations League. Belanda dijadwalkan menghadapi Jerman, Yunani, serta dua pertandingan melawan Serbia.

Kesempatan mencapai 100 caps itu datang setelah Van Dijk sempat mempertimbangkan masa depannya bersama tim nasional. Kekalahan melalui drama adu penalti dari Maroko membuatnya sempat berpikir untuk mengakhiri kiprahnya di level internasional.

Baca Juga: Bansos 36 KPM di Klatakan Tersendat Gegara Judol, Ternyata Dibuat Main Suami

Namun, keputusan tersebut akhirnya berubah setelah Van Dijk berbicara dengan pelatih anyar Belanda, Xavi. Pertemuan tersebut disebut berlangsung singkat, tetapi cukup untuk membuat sang bek yakin meneruskan perjalanan bersama De Oranje.

"Saya butuh liburan bersama keluarga dan kemudian pertemuan penting dengan pelatih tim nasional: Setelah 10 detik, sudah jelas bahwa saya akan melanjutkan," tambah bek tersebut.

Van Dijk kemudian menjelaskan hal yang membuatnya kembali yakin untuk membela Belanda. Baginya, keputusan untuk terus bermain bukan semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik. Penghargaan dan kepercayaan dari pelatih juga menjadi bagian penting.

"Apa yang dia katakan? Bahwa saya adalah Virgil van Dijk. Ini tentang kepercayaan, penghargaan, betapa pentingnya Anda bagi tim."

"Secara fisik memang ada, dan selalu ada keunggulan, tetapi Anda juga ingin merasakan penghargaan dan kesenangan," pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Ronald Koeman Virgil van Dijk Piala Dunia 2026 timnas belanda