RADARSITUBONDO.ID - Timnas Indonesia belum kehilangan peluang untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Hasil imbang 0-0 melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A memang membuat langkah skuad Garuda semakin berat. Namun, Justin Hubner memastikan perjuangan belum selesai.
Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36 setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
Situasi tersebut membuat pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, menjadi semakin sulit bagi tim tuan rumah.
Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu menjaga gawangnya tetap aman hingga pertandingan berakhir.
Maarten Paes bersama barisan pertahanan Garuda beberapa kali harus bekerja keras meredam tekanan Malaysia.
Baca Juga: 14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Ada Skin hingga Gloo Wall Gratis
Hasil imbang tersebut membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Skuad Garuda berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A, tepat di bawah Malaysia yang juga mengoleksi empat poin, tetapi unggul dalam selisih gol.
Kondisi itu membuat pertandingan terakhir Grup A menjadi sangat menentukan. Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh pada Kamis (1/10) untuk menjaga peluang melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, kemenangan atas Bangladesh saja belum cukup. Indonesia juga harus berharap hasil pertandingan antara Malaysia dan Singapura sesuai dengan kebutuhan mereka untuk membuka jalan menuju final.
Justin Hubner menilai situasi tersebut belum membuat perjuangan Indonesia berakhir. Bek Fortuna Sittard itu memilih mengalihkan fokus kepada pertandingan terakhir daripada larut dalam hasil imbang melawan Malaysia.
“Ya, tentu saja. Saya pikir semuanya belum berakhir. Jadi, kami fokus pada pertandingan berikutnya dan semoga kami bisa mengalahkan Bangladesh di laga selanjutnya," kata Justin Hubner dikutip dari Antara.
Menurut Hubner, Indonesia sebenarnya mampu menjalankan pertandingan dengan baik sebelum bermain dengan 10 pemain. Kartu merah yang diterima Thom Haye kemudian mengubah jalannya laga.
Sejak saat itu, Malaysia lebih leluasa memberikan tekanan. Indonesia harus mengubah cara bermain dan lebih banyak bertahan untuk menjaga keseimbangan permainan.
Hubner mengakui situasi tersebut membuat Indonesia kesulitan mengembangkan serangan. Dengan jumlah pemain yang tidak lengkap, peluang untuk mencetak gol menjadi semakin terbatas.
Baca Juga: YBM PLN Gandeng RS Elizabeth, Delapan Anak Tunarungu Jalani Cek Kesehatan
Namun, kondisi berbeda terlihat dari lini belakang. Hubner menilai pertahanan Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang penting setelah tim kehilangan satu pemain.
Justin Hubner, Elkan Baggott, Kevin Diks, Dean James, hingga Maarten Paes menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menjaga gawang tetap tanpa kebobolan. Maarten Paes juga beberapa kali melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Malaysia.
Bagi Hubner, kemampuan Indonesia mempertahankan clean sheet dalam situasi sulit tersebut layak mendapatkan apresiasi. Bermain dengan 10 pemain selama lebih dari separuh pertandingan bukan situasi mudah bagi sebuah tim.
"Bermain dengan 10 pemain memang selalu sulit, tetapi jika melihat bagaimana kami bertahan di akhir pertandingan, saya pikir itu layak mendapat pujian besar untuk tim," kata pemain yang baru mencatatkan caps ke-20-nya bersama tim Garuda itu.
Hasil 0-0 memang belum memberikan kemenangan yang diharapkan publik di SUGBK. Namun, Indonesia setidaknya berhasil menghindari kekalahan meski harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit.
Hubner pun menilai kekuatan pertahanan Indonesia bisa menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya. Ia percaya lawan akan kesulitan mencetak gol apabila tim Garuda mampu mempertahankan performa defensif seperti saat menghadapi Malaysia.
“Saya pikir semua orang ingin melihat kami menang, tetapi jika kami bisa bertahan seperti ini, tidak ada tim yang akan bisa mencetak gol ke gawang kami," kata dia.
Kini perhatian Indonesia sepenuhnya tertuju pada pertandingan melawan Bangladesh. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk mengamankan posisi menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber