RADARSITUBONDO.ID - Janice Tjen mengawali China Open 2026 dengan kemenangan dramatis. Petenis Indonesia itu bangkit setelah kehilangan set pertama untuk mengalahkan Anhelina Kalinina 2-6, 7-5, 6-4 pada babak pertama di Beijing, Rabu (30/9). Pertandingan berlangsung selama 2 jam 41 menit.
Kemenangan tersebut menjadi perhatian bukan hanya karena Janice berhasil melewati lawan yang berada di papan atas peringkat dunia, tetapi juga karena jalannya pertandingan mengingatkan pada penampilannya di China Open tahun lalu dengan hasil yang berlawanan.
Janice tertinggal lebih dulu
Kalinina mengambil kendali pada set pembuka. Janice hanya mengumpulkan 46 persen dari total poin pada set pertama dan kalah 2-6. Statistik resmi pertandingan menunjukkan Kalinina memenangkan 33 dari 57 poin pada set tersebut, sedangkan Janice mengamankan 24 poin.
Situasi kemudian berubah pada set kedua. Janice mulai mendapatkan lebih banyak kesempatan dalam permainan pengembalian dan mampu mengonversi dua dari empat break point yang didapatnya. Ia menutup set tersebut 7-5 untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Pada set ketiga, Janice kembali mencatat keunggulan dalam momen-momen penting. Ia memenangkan set 6-4 sekaligus memastikan tempat di babak kedua. WTA mencatat kemenangan tersebut sebagai comeback setelah tertinggal satu set.
13 ace membantu Janice dalam duel panjang
Salah satu angka paling menonjol dari pertandingan ini adalah jumlah ace. Janice melepaskan 13 ace, jauh lebih banyak dibanding dua ace milik Kalinina. Ia juga hanya membuat empat kesalahan ganda, sedangkan Kalinina sembilan.
Janice juga unggul dalam total poin yang dimenangkan. Dari 194 poin sepanjang pertandingan, ia mengamankan 100 poin, sementara Kalinina memperoleh 94. Persentasenya menjadi 51,5 persen berbanding 48,5 persen.
Angka itu memperlihatkan bahwa meski Janice sempat kehilangan set pertama, pertandingan secara keseluruhan berlangsung ketat. Perbedaannya ditentukan oleh kemampuan Janice mengumpulkan lebih banyak poin setelah pertandingan memasuki dua set terakhir.
Hasil 2026 berbalik dari cerita Janice tahun lalu
Ada konteks menarik dari kemenangan Janice di Beijing. Pada China Open 2025, ia juga menjalani pertandingan tiga set pada babak pertama, tetapi kali itu justru gagal mempertahankan keunggulan.
Menghadapi Aliaksandra Sasnovich pada 25 September 2025, Janice merebut set pertama melalui tie-break 7-6. Namun setelah itu Sasnovich membalikkan pertandingan dan menang 5-7, 1-6. Laga tersebut berlangsung selama 2 jam 30 menit.
Setahun kemudian, skenarionya nyaris menjadi kebalikan. Janice kali ini kalah di set pertama, tetapi mengambil dua set berikutnya untuk memenangkan pertandingan.
Janice datang dengan modal dari Amerika Utara
Sebelum berlaga di Beijing, Janice tampil di Amerika Serikat Open 2026. Ia berstatus peringkat 36 dunia ketika menghadapi unggulan kelima Mirra Andreeva pada babak pertama dan kalah 2-6, 2-6. WTA mencatat pertandingan tersebut berlangsung 68 menit.
Janice kemudian berlaga di Guadalajara Open. Ia mencapai babak 16 besar sebelum kalah dari Sloane Stephens 6-7(4), 6-7(3). Kini, kemenangan atas Kalinina membawa Janice kembali ke babak kedua turnamen WTA 1000.
Menunggu unggulan ke-11 di babak kedua
Dalam undian China Open 2026, Janice berada di jalur yang juga ditempati Diana Shnaider, unggulan ke-11 turnamen. Sebelum babak pertama dimainkan, WTA menetapkan Shnaider akan menghadapi pemenang duel Janice Tjen kontra Anhelina Kalinina pada babak kedua.
Artinya, setelah melewati Kalinina, Janice sudah mengetahui lawan yang menunggunya di fase berikutnya berdasarkan undian. Shnaider merupakan salah satu unggulan utama di bagian tersebut.
Bagi Janice, kemenangan di babak pertama ini juga memperpanjang perjalanannya di China Open sekaligus memberi catatan baru di Beijing. Setahun setelah tersingkir dalam pertandingan tiga set, ia kali ini menjadi pemain yang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu.
Editor : Agung Sedana