RADARSITUBONDO.ID - Kemenangan Portugal atas Norwegia dalam UEFA Nations League 2026 justru menyisakan cerita lain.
Bukan soal gol penentu Goncalo Ramos atau kemenangan 2-1 Selecao das Quinas, melainkan keputusan Jorge Jesus mencadangkan Cristiano Ronaldo selama 90 menit.
Portugal sukses mengamankan tiga poin saat menghadapi Norwegia di Ullevaal Stadion, Oslo, Minggu (27/9). Joao Felix membuka keunggulan Portugal pada menit ke-17 sebelum Erling Haaland menyamakan kedudukan pada menit ke-51.
Goncalo Ramos kemudian menjadi penentu kemenangan Portugal. Penyerang AC Milan itu memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Orjan Nyland sebelum melepaskan chip dari luar kotak penalti pada menit ke-53.
Baca Juga: Uji Coba CBT OMI Provinsi 2026 Digelar 1-2 Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
Namun, sepanjang pertandingan, perhatian kamera justru beberapa kali mengarah ke bangku cadangan Portugal.
Di sana, Ronaldo hanya menjadi penonton. Kapten Portugal itu sesekali berdiri dari bangku cadangan untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya. Dia juga sempat melakukan pemanasan, yang sempat membuka kemungkinan dirinya dimainkan.
Nyatanya, Jorge Jesus memilih tidak menurunkan pemain bernomor punggung tujuh tersebut hingga pertandingan berakhir.
Keputusan itu menjadi perhatian karena Ronaldo selama bertahun-tahun hampir selalu menjadi bagian penting dari permainan Portugal.
Terlebih, pemain 41 tahun tersebut sebelumnya masih dimainkan sejak awal ketika Portugal mengalahkan Wales 1-0 dalam pertandingan pembuka Nations League.
Catatan tersebut membuat situasi di Oslo terasa berbeda. Untuk pertama kalinya sejak 2008, Ronaldo kembali berada di bangku cadangan tanpa mendapat kesempatan bermain bersama Portugal.
Setelah pertandingan berakhir, Ronaldo juga tidak terlihat mengikuti momen perayaan bersama para suporter Portugal yang hadir di stadion. Situasi itu semakin memperbesar perhatian terhadap keputusan Jorge Jesus.
Padahal, hubungan keduanya sebelumnya cukup dekat. Jorge Jesus dan Ronaldo baru saja bekerja bersama di Al-Nassr. Keduanya berada dalam proyek yang sama sebelum Jesus ditunjuk menangani tim nasional Portugal menggantikan Roberto Martinez.
Kedekatan tersebut rupanya tidak menjadi jaminan bagi Ronaldo untuk selalu mendapatkan tempat di skuad utama.
Jorge Jesus sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan tidak memainkan Ronaldo merupakan bagian dari pertimbangan teknis pertandingan. Sang pelatih juga menyebut dirinya sempat memiliki rencana untuk memasukkan Ronaldo pada babak kedua.
Baca Juga: Minibus Oleng di Tikungan TN Baluran, Adu Banteng dengan Truk, Satu Tewas
Namun, perubahan situasi pertandingan membuat rencana tersebut urung dilakukan.
Keputusan itu kemudian menjadi pembicaraan lebih besar setelah Portugal melanjutkan agenda Nations League.
Jesus kembali menyampaikan bahwa Ronaldo tidak masuk dalam rencana starter Portugal untuk pertandingan berikutnya melawan Denmark.
Situasi tersebut akhirnya berkembang menjadi persoalan internal yang lebih serius.
Ronaldo kemudian meninggalkan pemusatan latihan Portugal menjelang pertandingan melawan Denmark. Keputusan itu disampaikan setelah dirinya berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca.
“Setelah konferensi pers Pelatih Tim Nasional, dan mengikuti percakapan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugis, saya membuat keputusan untuk meninggalkan kamp Tim Nasional,” tulis Ronaldo di X.
“Pada waktunya, saya akan mengatakan yang sebenarnya kepada semua orang Portugis tentang alasan yang memotivasi kepergian saya dari tim nasional, yang selalu saya dedikasikan,” tulis Ronaldo.
Baca Juga: Minibus Oleng di Tikungan TN Baluran, Adu Banteng dengan Truk, Satu Tewas
Federasi Sepak Bola Portugal kemudian mengonfirmasi kepergian Ronaldo dari pemusatan latihan. Federasi tidak menjelaskan secara rinci alasan kepergian tersebut.
Jorge Jesus sendiri membantah adanya perselisihan terbuka dengan Ronaldo. Dalam keterangannya, pelatih Portugal itu menegaskan bahwa keputusan terkait pemain tetap berada di tangannya.
Persoalan tersebut menjadi semakin menarik karena Jorge Jesus bukan sosok yang asing bagi Ronaldo. Keduanya sebelumnya bekerja bersama di Al-Nassr dan membawa klub tersebut meraih gelar Liga Arab Saudi.
Kini, hubungan tersebut memasuki situasi berbeda. Jesus datang ke tim nasional Portugal dengan kewenangan penuh menentukan komposisi pemain. Ronaldo, di sisi lain, tetap menjadi kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal.
Pertemuan dua figur tersebut akhirnya menjadi salah satu perhatian terbesar setelah Portugal meraih kemenangan atas Norwegia.
Di atas lapangan, Portugal mampu mengamankan kemenangan 2-1. Goncalo Ramos tampil sebagai penentu setelah Joao Felix lebih dulu membawa Portugal unggul dan Haaland menyamakan kedudukan.
Baca Juga: Motor Teman Dicuri, Siswa SMP 14 Tahun Ditangkap di Rumah Nenek
Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan pertanyaan mengenai posisi Ronaldo.
Keputusan Jorge Jesus menunjukkan bahwa status sebagai pemain senior dan kapten tidak otomatis membuat Ronaldo selalu bermain. Situasi itu sekaligus memperlihatkan bagaimana pelatih baru Portugal mulai membangun otoritasnya terhadap skuad.
Ronaldo sendiri belum menyatakan secara resmi bahwa dirinya pensiun dari tim nasional. Kepergiannya dari pemusatan latihan juga belum secara otomatis berarti berakhirnya karier internasional.
Meski demikian, pernyataan Ronaldo bahwa dirinya akan mengungkap alasan kepergiannya pada waktunya membuat situasi di timnas Portugal semakin menarik perhatian.
Di usia 41 tahun, Ronaldo kini berada pada fase berbeda dalam karier internasionalnya. Selama hampir dua dekade, namanya menjadi bagian utama dari perjalanan Portugal.
Karena itu, persoalan yang muncul bukan sekadar apakah Ronaldo akan bermain dalam satu pertandingan atau tidak.
Yang lebih besar adalah bagaimana posisi Ronaldo dalam proyek baru Jorge Jesus.
Portugal masih memiliki agenda panjang di UEFA Nations League 2026. Setelah pertandingan melawan Denmark, Selecao das Quinas dijadwalkan kembali menghadapi Norwegia pada 4 Oktober, sebelum menjalani pertandingan lanjutan pada November.
Kemenangan atas Norwegia membuat Portugal tetap berada dalam jalur persaingan di grup. Namun, drama yang melibatkan Ronaldo dan Jorge Jesus membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan.
Sebab, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Portugal harus menghadapi pertanyaan besar mengenai masa depan sang kapten di tengah proyek baru tim nasional.
Dan kali ini, sorotan bukan lagi tentang berapa gol yang dicetak Ronaldo.
Sorotan justru tertuju pada satu pertanyaan: apakah Ronaldo masih menjadi bagian utama dari rencana Jorge Jesus untuk Portugal?
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber