RADARSITUBONDO.ID - Pep Guardiola akhirnya angkat bicara setelah Manchester City dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran serius terhadap aturan finansial Liga Inggris.
Mantan pelatih The Citizens itu menyampaikan dukungannya kepada klub yang pernah ditanganinya selama hampir satu dekade. Pesan tersebut disampaikan Guardiola melalui media sosial miliknya.
Guardiola menegaskan bahwa dirinya masih berada di belakang Manchester City. Dukungan itu tetap diberikan meski dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari struktur kepelatihan klub.
"Saya ingin setiap fan @ManCity tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya. Saya selalu, sejak dulu dan akan selalu berada di belakang klub saya, pemilik, CEO saya, Ferran, para pemain, staf, Enzo (Maresca), dan kalian, para suporter kami yang luar biasa. Biarkan saya memperjelas: kita akan melewati ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua," tulis Guardiola melalui akun X miliknya pada Rabu.
Baca Juga: Uji Coba CBT OMI Provinsi 2026 Digelar 1-2 Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen terkait perkara pelanggaran aturan finansial.
Guardiola memilih memberikan pesan langsung kepada para pendukung. Ia juga menyebut jajaran klub, mulai pemilik, CEO Ferran Soriano, pemain, staf, hingga pelatih Enzo Maresca.
Sikap itu menjadi bentuk dukungan Guardiola kepada klub yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Guardiola meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu setelah hampir sepuluh tahun berada di Etihad Stadium. Posisinya kemudian diteruskan oleh Enzo Maresca.
Selama menangani Manchester City sejak 2016, Guardiola membawa klub tersebut meraih sederet gelar. Di antaranya enam trofi Liga Inggris, termasuk empat gelar secara beruntun.
Selain itu, Guardiola mempersembahkan tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, serta satu trofi Liga Champions untuk Manchester City.
Baca Juga: Kode Redeem Free Fire 1 Oktober 2026, Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis
Namun, periode panjang tersebut juga bersinggungan dengan perkara finansial yang kini menjadi perhatian Liga Inggris.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penggunaan kontrak komersial palsu. Kontrak itu disebut menjadi bagian dari skema untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menekan jumlah biaya yang dilaporkan.
Dugaan pelanggaran tersebut mencakup nilai lebih dari 900 juta pound sterling. Perkara itu disebut berlangsung dalam rentang hampir satu dekade, yakni sejak 2009 hingga 2018.
Rentang waktu tersebut juga mencakup sebagian besar periode ketika Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini masih menangani Manchester City.
Di tengah persoalan tersebut, CEO Manchester City Ferran Soriano sebelumnya telah menyampaikan pesan kepada para staf klub melalui sebuah video pada Selasa.
Soriano dalam pesan tersebut menolak temuan komisi independen yang menyatakan Manchester City melakukan pelanggaran aturan finansial.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber