Bukan Sekadar Turnamen, Ini Target Hector Souto Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Brasil

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:21 WIB
Pelatih timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Instagram/timnasfutsal)
Pelatih timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Instagram/timnasfutsal)

 

RADARSITUBONDO.ID - Timnas Futsal Indonesia tidak sekadar mengejar hasil dalam ajang VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026 di Brasil.

Pelatih kepala Hector Souto ingin turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk melihat langsung ekosistem futsal terbesar di dunia.

Turnamen itu akan berlangsung di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, pada 12-18 Oktober 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Brasil dan Cape Verde.

Baca Juga: Kode Redeem Free Fire Hari Ini 8 Oktober 2026, Segera Coba Sebelum Kedaluwarsa

Bagi Souto, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses perkembangan Timnas Futsal Indonesia.

Para pemain tidak hanya dituntut menghadapi lawan dengan kualitas tinggi, tetapi juga melihat bagaimana futsal berkembang di negara yang memiliki tradisi kuat di level dunia.

"Pada akhirnya, targetnya adalah memberikan pengalaman kepada para pemain dan membuat mereka melihat ekosistem terbesar di dunia, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu Brasil saat ini. Jadi, pada akhirnya kami tidak membandingkan tim nasional dengan tim nasional, tetapi membandingkan ekosistem dengan ekosistem," ungkap Souto dikutip dari Antara.

Souto membawa persiapan tersebut dengan memanggil sejumlah pemain untuk mengikuti pemusatan latihan.

Sebanyak 19 pemain mengikuti sesi latihan pada Kamis. Rinciannya, 18 pemain merupakan nama yang mendapatkan "Garuda Calling", sedangkan satu pemain lainnya mendapat panggilan susulan.

Baca Juga: Berawal dari Hobi Merajut, EKKYTA Kembangkan Produk Handmade Bersama linkumkm by BRI

Pemain yang dipanggil susulan tersebut adalah Nerva Jhorgie dari Proton FC Kuningan. Sementara itu, dua pemain tidak terlihat mengikuti sesi latihan, yakni Israr Megantara dari Widsew Lodz Futsal dan Bryan Ick dari Blacksteel FC.

Jumlah pemain tersebut belum menjadi komposisi final yang akan dibawa ke Brasil. Souto nantinya akan merampingkan skuad menjadi 15 pemain untuk mengikuti turnamen.

Indonesia akan menghadapi tantangan berat sejak fase grup. Brasil menjadi lawan utama yang paling disorot karena memiliki rekam jejak panjang di futsal dunia. Tim Samba tercatat telah enam kali menjadi juara Piala Dunia Futsal.

Souto pun tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit ketika berjumpa Brasil. Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengakui skuad Garuda bisa mengalami kekalahan dengan margin besar saat menghadapi tuan rumah.

Baca Juga: Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh Bersama linkumkm by BRI

Gambaran tersebut tidak lepas dari pengalaman Timnas Futsal U-17 Indonesia ketika bertemu Brasil. Indonesia sempat mampu menjalani babak pertama dengan baik.

Namun, situasi berubah setelah jeda hingga akhirnya pertandingan berakhir dengan kekalahan telak 0-9.

"Sangat mungkin kami juga kalah 0-9 karena kita berbicara tentang mungkin 14 atau 15 pemain terbaik di dunia. Sangat mungkin kami mengalami kekalahan besar," kata pelatih asal Spanyol itu.

Meski begitu, Souto memastikan Timnas Futsal Indonesia tidak datang ke Brasil dengan mental menyerah. Pertandingan melawan tim dengan level berbeda justru diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi pemain.

"Namun, yang ingin saya pahami oleh masyarakat di sini adalah kami akan berusaha, berusaha, dan berusaha sebaik mungkin," tambah dia.

Baca Juga: Semifinal Bahlil Mini Soccer 2026: Derbi Situbondo Tersaji, Banyuwangi Jadi Underdog

Selain Brasil, Souto juga meminta publik tidak memandang sebelah mata Cape Verde. Secara peringkat FIFA, negara tersebut memang berada di bawah sejumlah negara kuat.

Namun, perkembangan skuad Cape Verde menurut Souto tidak bisa diukur hanya berdasarkan posisi dalam ranking.

Cape Verde disebut telah melakukan investasi terhadap perkembangan futsal mereka sejak tahun lalu. Salah satu langkahnya adalah memanggil kembali pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, termasuk mereka yang bermain di kompetisi Eropa.

"Jadi, mungkin orang-orang di sini hanya melihat peringkat FIFA. Peringkat FIFA Cape Verde memang tidak terlalu tinggi, tetapi sejak tahun lalu Cape Verde banyak berinvestasi dan memanggil kembali pemain-pemain yang bermain di luar negeri. Jadi, mereka akan menjadi tim kuat dengan peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia. Jika Cape Verde bermain di Asia, mereka pasti akan menjadi salah satu dari empat tim terbaik di Asia," tutur Souto.

Selain Grup A yang dihuni Indonesia, Brasil, dan Cape Verde, Grup B diisi Jepang, Afghanistan, dan Peru.

Komposisi tersebut membuat turnamen di Brasil menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk mengukur perkembangan skuad setelah sebelumnya Souto membawa tim Merah Putih mencapai final Piala Asia Futsal 2026.

Baca Juga: Jangan Abaikan Tanda Ini! Nasib 3 Zodiak Mulai Berubah Hari Ini

Bagi Souto, ukuran keberhasilan Indonesia di Brasil tidak semata-mata ditentukan dari hasil akhir.

Kesempatan menghadapi tim-tim dengan kualitas berbeda menjadi bagian dari proses untuk membawa pemain Indonesia memahami standar permainan dan ekosistem futsal di level yang lebih tinggi.

Dengan komposisi lawan yang ada, Timnas Futsal Indonesia akan mendapatkan pengalaman menghadapi dua karakter pertandingan berbeda.

Brasil menjadi ujian terbesar sekaligus kesempatan mengukur level Indonesia, sedangkan Cape Verde menjadi lawan yang tidak boleh diremehkan meski memiliki peringkat FIFA yang lebih rendah.

Turnamen VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026 pun menjadi panggung bagi Indonesia untuk menguji hasil perkembangan skuadnya. Souto berharap para pemain bisa membawa pengalaman dari Brasil untuk memperkuat perjalanan Timnas Futsal Indonesia ke depan.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Copa Das Nacoes 2026 Timnas Futsal Indonesia hector souto