RADARSITUBONDO.ID - Manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan hati nuraninya bersih terkait kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City.
Meski pernah menjadi asisten Pep Guardiola saat periode pelanggaran tersebut berlangsung, pelatih asal Spanyol itu memilih tidak memberikan komentar lebih jauh karena proses hukum masih berjalan.
Arteta bekerja bersama Guardiola di Manchester City pada 2016 hingga 2019. Periode tersebut berada dalam rentang waktu yang menjadi bagian dari perkara pelanggaran aturan finansial Premier League yang melibatkan klub berjuluk The Citizens tersebut.
Baca Juga: Juara Bersama Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Kini Bidik Laga Lille Kontra Le Havre
Dalam kasus itu, Manchester City dinyatakan melakukan pelanggaran terkait pelaporan keuangan dan pendanaan klub. Perkara tersebut juga mencakup dugaan penyamaran pendanaan rahasia dengan nilai lebih dari 830 juta pound atau sekitar Rp 19,68 triliun.
Arteta akhirnya mendapat pertanyaan mengenai kasus tersebut dalam konferensi pers pertamanya sejak putusan diumumkan.
Namun, ia memilih berhati-hati dalam memberikan jawaban lantaran Manchester City telah mengajukan banding terhadap keputusan komisi independen.
Ketika ditanya mengenai hati nuraninya selama bekerja di Manchester City, Arteta memberikan jawaban singkat. Ia menegaskan bahwa proses yang masih berlangsung harus dihormati hingga ada penyelesaian akhir.
Baca Juga: Ronaldo Terancam Absen 6 Bulan dari Timnas Portugal, Ini Penyebabnya
"Ya. Saya sepenuhnya paham pertanyaan tersebut (terkait hati nurani), tetapi jelas saya pikir sangat penting bahwa kita menghormati prosesnya, tenggat waktunya, dan ini masih merupakan proses berlangsung yang belum terselesaikan karena telah diajukan banding," ujar Arteta saat konferensi pers pertamanya sejak putusan tersebut, seperti dikutip dari BBC.
Jawaban tersebut menunjukkan sikap Arteta yang tidak ingin masuk terlalu jauh ke dalam perkara yang masih diproses. Ia memilih menunggu hingga seluruh tahapan selesai sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.
Pelatih Arsenal itu juga tidak bersedia menjawab ketika ditanya apakah dirinya telah berbicara dengan Guardiola mengenai putusan tersebut.
Arteta menegaskan bahwa ia tidak ingin memberikan komentar mengenai komunikasi pribadinya dengan mantan bosnya di Manchester City itu.
"Saya lebih memilih untuk tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu," ujarnya.
Arteta kembali menekankan bahwa dirinya maupun klub yang kini ditanganinya memilih tidak memberikan pernyataan tambahan selama perkara belum benar-benar tuntas.
"Posisi saya, dan saya pikir posisi klub, adalah untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut sampai masalah ini sepenuhnya terselesaikan," kata Arteta.
Baca Juga: 14 Kode Redeem FF Hari Ini 10 Oktober 2026, Survivors Bisa Coba Klaim
Kasus yang menjerat Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League selama sembilan musim, yakni periode 2009-2010 hingga 2017-2018.
Komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas sejumlah pelanggaran, termasuk persoalan kontrak yang dinilai palsu serta laporan keuangan yang dianggap menyesatkan terkait pendanaan klub.
Manchester City membantah dasar putusan tersebut dan telah mengajukan banding. Klub menilai keputusan komisi independen mengandung kesalahan material, baik dari sisi hukum, prinsip, maupun fakta.
Proses banding tersebut membuat perkara belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, Arteta menilai penting bagi semua pihak untuk memberikan ruang kepada pihak yang berwenang agar dapat menyelesaikan persoalan sesuai prosedur.
Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai integritas Premier League, termasuk harapan agar proses banding dan penentuan sanksi dapat diselesaikan pada musim ini.
Menurut Arteta, tanggung jawab untuk memastikan keputusan yang tepat berada di tangan pihak yang mengelola proses tersebut.
"Orang-orang bertanggung jawab untuk mengelola proses ini dan mencapai kesimpulan yang tepat, dan saya yakin itu akan dilakukan dan akan diselesaikan dengan cara benar. Kita harus mempercayainya," kata Arteta.
Baca Juga: Gaji Ribuan PPPK Situbondo Bakal Ditanggung Pusat, Pemkab Bidik Hemat Rp 130 Miliar
Di tengah perkara yang menjadi perhatian sepak bola Inggris tersebut, Arteta tetap menunjukkan keyakinannya terhadap kualitas Premier League. Ia menilai kompetisi kasta tertinggi Inggris itu tetap memiliki posisi kuat di antara liga-liga sepak bola dunia.
Pelatih berusia 44 tahun tersebut menegaskan keyakinannya bahwa Premier League masih menjadi kompetisi terbaik di dunia. Ia tidak ingin perkara yang melibatkan salah satu klub besar Inggris tersebut mengubah pandangannya terhadap kualitas liga secara keseluruhan.
Sementara itu, Arsenal bersiap menghadapi Leeds United dalam lanjutan Premier League. The Gunners dijadwalkan menjamu Leeds di Stadion Emirates, London, Sabtu (10/10/2026), pukul 18.30 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen.
Berdasarkan klasemen sebelum laga, Arsenal mengoleksi 12 poin dari lima pertandingan dan tertinggal tiga poin dari Manchester City yang memimpin klasemen sementara.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber