John Herdman Ungkap Kunci Timnas Indonesia Bersaing di Level Asia dan Dunia

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:51 WIB
Ole Romany dan Kevin Diks. (Instagram/oleromeni)
Ole Romany dan Kevin Diks. (Instagram/oleromeni)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tak ingin pembenahan skuad Garuda hanya bertumpu pada penambahan pemain keturunan melalui jalur naturalisasi.

Di tengah persiapan menghadapi agenda internasional, pelatih asal Inggris itu mulai menaruh perhatian pada fondasi tim, mulai dari kebiasaan profesional pemain hingga kekuatan mental saat bertanding.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Herdman menyiapkan Timnas Indonesia menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia 2030 masuk dalam agenda besar yang membutuhkan persiapan matang, bukan sekadar perubahan komposisi pemain.

Baca Juga: Dua Tahun Pensiun, Toni Kroos Pertimbangkan Karier sebagai Pelatih Sepak Bola

Pencarian pemain keturunan memang masih menjadi salah satu opsi untuk memperkuat skuad Garuda, terutama menjelang FIFA Matchday November 2026.

Namun, penambahan pemain baru dinilai tidak cukup untuk menjamin peningkatan performa tim jika tidak diimbangi dengan sistem pembinaan yang terarah.

Herdman ingin membangun kebiasaan profesional yang bisa diterapkan pemain dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di luar lapangan.

Menurut pendekatan tersebut, kesiapan menghadapi pertandingan internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik dan taktik, tetapi juga kondisi fisik serta kedisiplinan menjaga kebugaran.

Aspek fisik menjadi salah satu perhatian utama. Pemain dituntut memiliki daya tahan dan kekuatan yang memadai untuk menghadapi intensitas pertandingan di level Asia.

Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap pemain mampu menjaga performa sepanjang laga, bukan hanya tampil baik pada fase awal pertandingan.

Baca Juga: Juara Bersama Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Kini Bidik Laga Lille Kontra Le Havre

Selain kondisi fisik, pengelolaan nutrisi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan kebiasaan profesional.

Pola makan yang teratur dan sesuai kebutuhan atlet dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung proses pemulihan setelah pertandingan maupun sesi latihan dengan intensitas tinggi.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pola istirahat. Kedisiplinan menjaga jam tidur menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan tubuh dan kesiapan pemain saat kembali menjalani latihan atau pertandingan.

Tiga aspek tersebut, yakni fisik, nutrisi, dan istirahat, menjadi bagian dari fondasi yang perlu dibangun secara konsisten.

Baca Juga: Mees Hilgers Berharap Dipanggil Timnas Indonesia pada November, Sudah Bicara dengan John Herdman

Pembenahan itu memiliki arti penting bagi Timnas Indonesia yang menghadapi tantangan berat di Piala Asia 2027.

Skuad Garuda tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Ketiga lawan tersebut menuntut persiapan yang serius, baik dari sisi taktik, fisik, maupun mentalitas bertanding.

Menghadapi lawan dengan pengalaman dan kualitas kompetitif di level Asia, Indonesia membutuhkan tim yang tidak hanya memiliki pemain berkualitas, tetapi juga mampu bekerja sebagai satu kesatuan.

Konsistensi menjalankan sistem permainan menjadi faktor penting agar kekuatan individu dapat mendukung kebutuhan kolektif tim.

Karena itu, Herdman menempatkan kebersamaan atau brotherhood sebagai salah satu fondasi dalam membangun skuad.

Ikatan antarpemain di ruang ganti diharapkan mampu menciptakan kepercayaan, memperkuat komunikasi, dan menjaga semangat ketika tim menghadapi tekanan selama pertandingan.

Baca Juga: 14 Kode Redeem FF Hari Ini 10 Oktober 2026, Survivors Bisa Coba Klaim

Kekompakan tersebut tidak bisa dibentuk hanya dalam waktu singkat. Pemain perlu memiliki tujuan yang sama, memahami peran masing-masing, serta bersedia menjalankan instruksi demi kepentingan tim.

Dengan begitu, perbedaan karakter dan latar belakang pemain dapat menjadi kekuatan, bukan hambatan dalam membangun permainan.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam turnamen regional, kesatuan visi dan kemampuan menjaga konsistensi permainan menjadi elemen penting untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Bagi Herdman, memperkuat skuad tidak cukup dilakukan dengan mencari tambahan amunisi.

Pemain yang tersedia harus dibentuk menjadi tim yang memiliki standar kerja, disiplin, dan mentalitas yang sama. Kombinasi antara kualitas individu dan kekuatan kolektif diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai ajang.

Pembenahan fondasi tersebut sekaligus menjadi pekerjaan jangka panjang. Target menuju Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia 2030 membutuhkan kesinambungan program, sehingga perkembangan tim tidak hanya bergantung pada hasil satu atau dua pertandingan.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Piala Asia 2027 John Herdman timnas indonesia Piala Dunia 2030