RADARSITUBONDO.ID - Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra angkat bicara terkait insiden penyerangan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10).
Dia menyayangkan kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Insiden itu menjadi perhatian setelah bus yang mengangkut rombongan tim muda Persib mengalami kerusakan. Sejumlah kaca bus dilaporkan pecah akibat lemparan benda keras. Selain itu, beberapa koper milik pemain dan ofisial juga dijarah.
Media Officer Persib untuk EPA, Pandu Persada, turut dilaporkan mengalami kekerasan fisik dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Bayern Munchen Bidik Kemenangan Kedua di Liga Champions, Viking FK Bukan Lawan Mudah
Insiden itu diduga melibatkan oknum suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Dugaan tersebut muncul setelah rombongan Persib U-18 disebut berpapasan dengan kelompok suporter yang sedang dalam perjalanan pulang seusai mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Menanggapi kejadian tersebut, Aditya menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Dia menyatakan pihaknya terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan.
"Dari perspektif manapun, kejadian semalam jelas salah. Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan," tulis Aditya melalui akun Instagram pribadinya, @adityaptr19, Senin (12/10).
Baca Juga: Dari Konter Pulsa Jadi Penggerak Ekonomi Desa, BRILink Agen Ijay Layani 2.000 KPM di Barito Kuala
Aditya juga menyampaikan bahwa proses identifikasi akan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas yang berwenang. Dia menegaskan, penanganan kasus tersebut selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang. Mohon maaf atas apa yang terjadi," terang dia.
Sikap tersebut disampaikan menyusul insiden yang menimpa rombongan tim muda Persib. Dugaan keterlibatan oknum suporter tidak boleh menjadi dasar untuk menggeneralisasi seluruh anggota kelompok suporter.
Di sisi lain, manajemen Persib Bandung mengutuk keras penyerangan yang menyasar rombongan tim EPA U-18.
Klub berjuluk Pangeran Biru itu menilai kejadian tersebut sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan pemain dan ofisial yang sedang menjalankan tugas profesional.
Manajemen Persib juga menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Langkah itu diambil agar kejadian dapat ditangani secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab bisa diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Daftar 15 Pemain Timnas Futsal Indonesia di Copa Das Nacoes 2026, Tanpa Evan Soumilena dan Muhammad
"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis Persib.
Manajemen klub menegaskan, segala bentuk kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Karena itu, penyelesaian kasus harus dilakukan melalui mekanisme hukum agar fakta di balik insiden tersebut dapat terungkap.
"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," lanjut pernyataan itu.
Selain mendorong penanganan secara hukum, Persib mengimbau seluruh pihak, khususnya suporter, untuk menahan diri. Bobotoh diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah insiden serupa berkembang menjadi konflik yang lebih luas antarsuporter. Persib juga memastikan keselamatan personel yang terdampak menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut.
"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik," lanjut pernyataan itu.
"Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tulis keterangan resmi Persib.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber