RADARSITUBONDO.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam tindakan kekerasan yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam.
Insiden tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, terutama karena melibatkan para pemain muda yang sedang menempuh pembinaan sepak bola.
Farhan menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para pemain dan ofisial akademi Persib. Dia menegaskan, tindakan kekerasan terhadap atlet muda tidak dapat dibenarkan dan perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum.
“Saya sangat prihatin dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum terhadap para siswa Akademi Persib,” kata Wali Kota Farhan seperti dilansir dari Antara di Bandung.
Baca Juga: Inter Milan vs Club Brugge, Cristian Chivu Bidik Kebangkitan di San Siro
Sebagai tindak lanjut, Farhan memastikan akan mendorong koordinasi dengan kepolisian di Jawa Tengah bersama manajemen Persib. Langkah tersebut dilakukan untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam insiden itu sekaligus memastikan proses hukum berjalan.
Pemkot Bandung juga akan memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan talenta sepak bola muda. Menurut Farhan, keamanan pemain akademi perlu menjadi perhatian, terutama ketika mereka menjalani pertandingan tandang di luar kota.
Untuk itu, Pemkot Bandung berencana menemui orang tua para pemain Persib U-18.
Pertemuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendengarkan masukan sekaligus memastikan kebutuhan para pemain setelah mengalami insiden kekerasan tersebut dapat terpenuhi.
Farhan menilai, perlindungan terhadap pemain akademi perlu disiapkan secara lebih terstruktur.
Sebab, perjalanan tim usia muda memiliki kebutuhan pengamanan yang tidak bisa diabaikan, terlebih ketika mereka harus menempuh perjalanan antarkota untuk mengikuti kompetisi.
Baca Juga: Bayern Munchen Bidik Kemenangan Kedua di Liga Champions, Viking FK Bukan Lawan Mudah
“Untuk tim profesional, mekanisme perjalanan sudah tersedia. Namun, untuk tim akademi, tampaknya belum ada mekanisme perlindungan yang memadai. Karena itu kami akan membangun mekanisme perlindungan ketika tim akademi melakukan perjalanan ke luar kota,” ujar Farhan.
Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan manajemen Persib. Pemkot Bandung berharap adanya mekanisme perlindungan yang lebih jelas dapat membantu mencegah kejadian serupa terulang ketika tim akademi menjalani pertandingan di luar daerah.
Selain aspek keamanan, Farhan turut menyoroti kemungkinan dampak psikologis yang dialami para pemain muda.
Insiden kekerasan yang terjadi di tengah perjalanan seusai pertandingan berpotensi menimbulkan tekanan emosional, bahkan trauma bagi para pemain yang mengalaminya.
Karena itu, Pemkot Bandung akan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan pendampingan bagi para pemain. Apabila diperlukan, tenaga psikologi klinis juga akan dilibatkan untuk membantu proses pemulihan psikologis mereka.
“Bagaimanapun, kejadian ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis atau trauma. Saya akan berbicara terlebih dahulu dengan para orang tua dan melakukan asesmen mengenai bantuan yang dapat diberikan,” tandas Farhan.
Baca Juga: Daftar 15 Pemain Timnas Futsal Indonesia di Copa Das Nacoes 2026, Tanpa Evan Soumilena dan Muhammad
Farhan menegaskan, langkah pendampingan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain. Dengan demikian, bantuan yang diberikan nantinya dapat menjawab kebutuhan para pemain setelah mengalami peristiwa tersebut.
Di sisi lain, Farhan memastikan seluruh ofisial, atlet, dan anggota keluarga yang turut dalam perjalanan telah kembali ke Bandung dengan selamat. Kepastian itu menjadi salah satu hal penting setelah rombongan Persib U-18 mengalami insiden di wilayah Batang.
Sebelumnya, rombongan Persib U-18 dilaporkan mengalami tindak kekerasan di Rest Area KM 360 Batang pada Minggu (11/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa itu terjadi setelah mereka menjalani pertandingan Elite Pro Academy melawan Persis Solo.
Berdasarkan laporan awal manajemen Persib, bus yang digunakan rombongan mengalami kerusakan. Sejumlah barang milik ofisial dan pemain juga dilaporkan dijarah dalam insiden tersebut.
Dugaan keterlibatan oknum suporter Persija Jakarta dalam peristiwa itu masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, penetapan pihak yang bertanggung jawab perlu menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA