Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dibuat era Orde Baru, Mobil Timor Pernah Jadi Mobil Nasional Pertama yang Populer

Lugas Rumpakaadi • Senin, 28 Oktober 2024 | 23:00 WIB
BUBAR: Mobil Timor setelah diserempet KA di Kalipuro, Banyuwangi, pada Februari 2020 silam.
BUBAR: Mobil Timor setelah diserempet KA di Kalipuro, Banyuwangi, pada Februari 2020 silam.

RadarSitubondo.id - Mobil Timor itu basisnya sama dengan mobil Korsel, Kia Shepia. Meski begitu, Timor pernah populer sebagai salah satu pelopor mobil nasional Indonesia.

Pengusaha Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) mendirikan PT Timor Putra Nasional (TPN) pada 1996. Perusahaan itu dibentuk sebagai respons atas Inpres No. 2/1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional.

Timor diberi status 'pionir mobil nasional', memungkinkan perusahaan ini memproduksi mobil dengan dukungan penuh dari pemerintah di akhir era pemerintahan Orde Baru saat itu.

Meski dibangun sebagai simbol kebanggaan nasional, perjalanan Timor terhenti pada 2000 setelah menghadapi berbagai tantangan.

Termasuk putusan WTO yang menyatakan, bahwa program mobil nasional melanggar aturan internasional.

Untuk diketahui, Timor S515 adalah hasil kerja sama dengan Kia Motors, sebuah pabrikan mobil Korea Selatan.

Berbasis pada sedan Kia Sephia, mobil ini diimpor utuh dari Korsel sebelum pabrik lokal dibangun.

Tommy memilih Kia karena fleksibilitas yang ditawarkan, termasuk hak untuk memodifikasi dan mengekspor mobil dengan merek Timor.

Dengan strategi harga yang sangat kompetitif, sekitar Rp 35 juta, jauh di bawah pesaing di kelas yang sama seperti Toyota Corolla, Timor segera menguasai pasar otomotif nasional. Market share mencapai 26 persen dari pangsa pasar sedan pada pertengahan 1997.

Namun, keberhasilan ini menimbulkan protes dari berbagai negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Mereka menganggap kebijakan tersebut tidak adil.

Pada 1998, WTO menyatakan bahwa program mobil nasional Indonesia, termasuk Timor, melanggar aturan perdagangan internasional. Karena memberikan subsidi yang terkait dengan penggunaan barang lokal.

Dampaknya, TPN dihentikan operasinya, dan perusahaan diperintahkan membayar kembali pajak barang mewah yang belum dibayar, mencapai US$1,3 miliar.

Krisis finansial Asia pada 1997 turut memperburuk situasi. Penjualan mobil di Indonesia anjlok, dan stok mobil Timor yang belum terjual menumpuk.

Pada kerusuhan tahun 1998, banyak pemilik Timor melepas logo mobil mereka untuk menghindari amarah demonstran yang mengaitkan merek tersebut dengan rezim Soeharto.

Meski sempat ada upaya untuk menghidupkan kembali TPN melalui investasi baru dari Kia Motors pada tahun 2000, rencana tersebut gagal. P

ada akhirnya, setelah menghadapi berbagai tuntutan hukum dan masalah finansial, TPN resmi dibubarkan pada November 2021. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#orde baru #mobil timor #tommy soeharto #Mobil nasional