Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

PT INKA Pernah Produksi Mobil, Namanya GEA, Bagaimana Nasibnya Kini?

Lugas Rumpakaadi • Senin, 28 Oktober 2024 | 21:30 WIB
TINGGAL CERITA: Salah satu gambaran prototipe mobil GEA buatan PT INKA.
TINGGAL CERITA: Salah satu gambaran prototipe mobil GEA buatan PT INKA.

RadarSitubondo.id – Mobil GEA merupakan kepanjangan dari Gulirkan Energi Alternatif. Ini merupakan mobil nasional yang pernah dibuat PT Industri Kereta Api (INKA) belasan tahun silam.

GEA resmi diperkenalkan kepada publik pada awal tahun 2011 silam. Saat itu, GEA dikenalkan sebagai kendaraan patroli kepolisian.

Sebelumnya, PT INKA merancang produksi awal mobil Kancil dengan mesin berkapasitas 400 cc. Selanjutnya, GEA telah menggunakan mesin Rusnas berkapasitas 640 cc.

Mesin ini merupakan hasil pengembangan dari lembaga yang saat itu bernama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Komponen lokal sudah mencapai hingga 98 persen.

Pada uji coba yang dilakukan oleh PT Nefa asal Jawa Tengah dan lolos uji ketahanan. Prototipe Gea dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 90 kilometer per jam.

Mobil GEA dirancang dengan garis-garis aerodinamis yang tidak hanya menarik secara visual. Namun, aerodinamis itu juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Eksteriornya dilengkapi dengan lampu LED yang hemat energi dan bodywork yang ringan, sehingga memperpanjang jarak tempuh per pengisian daya.

Prototipe mobil GEA dikembangkan hingga delapan generasi. Akhirnya, GEA sempat dipasarkan sebagai city car dengan harga terjangkau. Sayangnya, kini GEA sudah tidak pernah terdengar diperbincangkan publik.

Sebab produksi GEA telah dihentikan setelah kebijakan dari Dahlan Iskan, mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meminta PT INKA fokus pada bidang produksi kereta api saja. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#pt inka #mobil #gea #Mobil nasional #kereta api