RadarSitubondo.id – Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan handphone di kalangan remaja di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sekitar 85% remaja berusia 13 hingga 18 tahun memiliki handphone pribadi, dan lebih dari 70% dari mereka menghabiskan waktu lebih dari 4 jam sehari untuk mengakses berbagai aplikasi.
Peningkatan ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan aksesibilitas internet yang semakin luas.
Handphone kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sumber informasi, media sosial, dan platform hiburan.
Namun, fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan pendidik mengenai dampak negatif dari penggunaan handphone yang berlebihan.
Dr. Siti Nurhaliza, seorang psikolog anak, menyatakan, "Meskipun handphone memberikan banyak manfaat, seperti akses informasi dan komunikasi yang lebih mudah, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental dan perkembangan sosial remaja. Penting bagi orang tua untuk mengawasi dan membatasi waktu penggunaan handphone anak-anak mereka."
Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, beberapa sekolah di Jakarta mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan handphone selama jam pelajaran.
Selain itu, kampanye kesadaran tentang penggunaan teknologi yang bijak juga digalakkan di berbagai komunitas.
Salah satu orang tua, Budi Santoso, mengungkapkan, "Saya merasa khawatir dengan waktu yang dihabiskan anak saya di depan layar. Kami mencoba untuk mengatur waktu penggunaan handphone dan mendorongnya untuk lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman secara langsung."
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya penggunaan handphone yang bijak, diharapkan remaja dapat memanfaatkan teknologi ini dengan cara yang positif, tanpa mengabaikan interaksi sosial dan kesehatan mental mereka. (*)
Editor : Ali Sodiqin