Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

PG Panji Gunakan Dust Collector, Sehari Berhasil Serap 40 Ton Tolato, Angin Kencang Jadi Penyebab Lolosnya Debu ke Lingkungan Warga

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 12 September 2025 | 02:47 WIB

 

PERUSAHAAN BUMN: Manager Teknik PG Panji (kanan) didampingi rekannya mengontrol pekerja, Kamis (11/9).
PERUSAHAAN BUMN: Manager Teknik PG Panji (kanan) didampingi rekannya mengontrol pekerja, Kamis (11/9).

RadarSitubondo.id - Teknologi yang digunakan Pabrik Gula (PG) Panji dalam mengendalikan tolato sudah sangat maksimal. Dalam waktu 24 jam mampu menyerap debu hitam sisa pembakaran itu hingga 40 ton.

Manager Teknik PG Panji, Ngadiono, mengatakan, PG Panji telah melakukan penanganan aktif untuk mengurangi dampak debu tolato. Teknologi yang digunakan adalah dust collector yang mampu menangkap abu sebanyak 40 ton dalam 24 jam.

“Dalam 24 jam PG Panji menggiling 1.850 ton tebu, sedangkan ampas tebu sebanyak 462,5 ton sehingga menghasilkan 40 ton tolato. Alat dust collector kami sudah modern, bukan peninggalan Belanda dan berhasil menangkap 40 ton tolato dalam sehari semalam,” ungkap Ngadiono, pada Koran ini, Kamis (11/9).

Dikatakan, peralatan tersebut diperbaiki setiap tahun. Sehingga, kualitas penyedotan debu semakin tahun semakin bagus. Dengan mesin canggih tersebut debu berbahaya dan partikel halus dari penggilingan tebu bisa teratasi.  “Kalau mesin ini rusak otomatis yang terbuang mencapai puluhan ton. Tapi pada tahun ini fungsi mesin makin baik,” kata Ngadiono.

PERUSAHAAN BUMN: Manager Teknik PG Panji (kanan) didampingi rekannya mengontrol pekerja, Kamis (11/9).
PERUSAHAAN BUMN: Manager Teknik PG Panji (kanan) didampingi rekannya mengontrol pekerja, Kamis (11/9).

Untuk debu yang masih dirasakan oleh masyarakat merupakan debu yang berada di jalan dan terkena angin. Apalagi dalam satu pekan terakhir ini, cuaca angin memang cukup kencang. Bisa jadi tumpukan debu yang sudah mengering berterbangan.

“Tolato dengan jumlah puluhan ton ini dibuang menggunakan truk, sebagian ada yang jatuh di jalan hingga berterbangan,” tegas Ngadiono.

Untuk menekan terjadinya polusi yang merugikan lingkungan, pihak PG melakukan penyiraman jalan baik di dalam PG maupun di jalan luar PG secara berkala. Bahkan, dalam sehari dilakukan penyiraman sebanyak tiga kali.

“Penjagaan sudah kami lakukan semaksimal mungkin. Salah satunya melakukan pembasahan menggunakan tangki baik itu yang di dalam PG maupun di jalan menuju tempat pembuangan tolato PG,” tuturnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Tolato #PG Panji