RADARSITUBONDO.ID - Meta mengumumkan peluncuran kacamata pintar Ray-Ban Display pada acara Meta Connect 2025 pada 17 September 2025. Kacamata ini memperkenalkan heads-up display pertama yang terintegrasi langsung pada lensa.
Baca Juga: Survei Lingkungan Belajar 2025: Aspek yang Dinilai & Instrumen yang Digunakan
Ray-Ban Display memiliki bobot 69 gram, sedikit lebih berat dari model sebelumnya namun tetap nyaman. Dilengkapi display kecil di lensa kanan, pengguna bisa melihat informasi digital tanpa melihat smartphone.
Inovasi menarik adalah integrasi teknologi neural link dengan wristband controller terpisah, memungkinkan kontrol yang lebih intuitif.
Kacamata ini juga memiliki lensa transisi yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan untuk penggunaan di dalam dan luar ruangan.
Tersedia dalam dua warna eksklusif: hitam klasik dan sand, desainnya tetap mempertahankan DNA Ray-Ban dengan teknologi AI Meta.
Baca Juga: Tantangan Pelaksanaan dan Rekomendasi untuk Memaksimalkan Survei Lingkungan Belajar 2025
Ray-Ban Display dijual seharga $799 atau sekitar Rp 12,3 juta. Peluncuran global dimulai 30 September 2025, tetapi tidak akan dijual secara online pada awalnya, hanya di toko fisik Ray-Ban dan mitra resmi.
Belum ada pengumuman resmi mengenai ketersediaan di Indonesia, namun pola peluncuran sebelumnya menunjukkan kemungkinan positif.
Dengan strategi distribusi yang mapan di Indonesia melalui toko resmi Ray-Ban, Ray-Ban Display kemungkinan akan segera tersedia. Perkiraan harga di Indonesia antara Rp 13-15 juta, mempertimbangkan pajak impor dan margin distributor lokal.
Baca Juga: Pengumuman OMI 2025 Tingkat Kabupaten/Kota: Simak Hasil dan Cara Cek Resminya
Kehadiran Ray-Ban Display diprediksi akan mempercepat adopsi teknologi wearable di Indonesia, dengan dukungan ekosistem AI Meta yang semakin matang. Kacamata ini berpotensi mengubah interaksi masyarakat dengan teknologi digital.
Pasar smart glasses global tumbuh 210% year-on-year pada 2024, dengan Ray-Ban Meta sebagai pemimpin pasar, dan diperkirakan akan terus tumbuh 60% tahunan hingga 2029.
Konsumen Indonesia yang tertarik disarankan memantau pengumuman resmi dari Ray-Ban Indonesia dan Meta dalam beberapa bulan ke depan, karena antusiasme terhadap produk teknologi premium di Indonesia tinggi.
Ray-Ban Display berpotensi menjadi game-changer dalam segmen luxury wearable technology.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin