RADARSITUBONDO.ID - Pasar smartwatch di Indonesia pada tahun 2025 semakin kompetitif, terutama di segmen premium dengan harga sekitar Rp 2 juta.
Xiaomi meluncurkan Watch S4 varian 41mm yang dirancang untuk konsumen dengan pergelangan tangan kecil, menawarkan pengalaman premium dengan desain ramping.
Baca Juga: Tahapan Seleksi Rekrutmen Nasional PLN Group 2025: Dari Administrasi hingga Tes Kompetensi
Xiaomi Watch S4 41mm memiliki layar AMOLED 1,32 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel dan refresh rate 60Hz, serta kecerahan mencapai 1. 500 nits untuk penggunaan normal dan puncak hingga 2. 200 nits.
Desain klasiknya terbuat dari aluminium alloy yang dilapisi PVD, sedangkan crown putar mempermudah interaksi. Ada tiga pilihan warna: Black, Silver, dan Rainbow, dengan bezel dan tali yang bisa diganti.
Baca Juga: 5 Blunder Pelamar Rekrutmen PLN Group 2025 yang Bikin Gagal Total, Plus Solusinya!
Baterai 320mAh membuat smartwatch ini mampu bertahan hingga 8 hari dan mendukung pengisian cepat. Fitur kesehatan termasuk pemantauan detak jantung yang akurat, pemantauan saturasi oksigen darah, analisis stres, dan tracking tidur. Pengguna dapat memperoleh laporan kesehatan singkat hanya dalam 60 detik.
Xiaomi Watch S4 mendukung lebih dari 150 mode olahraga dan dilengkapi GPS presisi dengan dukungan GNSS. Ia juga terintegrasi dengan aplikasi olahraga populer dan fitur Xiaomi Smart Hub untuk mengontrol perangkat rumah Xiaomi. Pembayaran nirkontak NFC juga didukung.
Baca Juga: Peluang Emas! Deretan Jurusan yang Diburu PLN di Rekrutmen Nasional 2025
Dibandingkan dengan pesaing seperti Huawei Watch Fit 3, Samsung Galaxy Watch FE, dan Amazfit GTR 4, Watch S4 41mm menawarkan kecerahan layar lebih tinggi dan waktu pakai baterai lebih lama dengan harga yang lebih baik.
Diluncurkan pada Maret 2025 dengan harga Rp 2. 499. 000, smartwatch ini cocok untuk mereka yang ingin perangkat premium.
Fitur dan integrasi dengan ekosistem Xiaomi menjadikannya investasi yang baik untuk pengguna yang aktif. Xiaomi Watch S4 41mm menyediakan 200 pilihan tampilan jam dan pembaruan perangkat lunak, menjadi investasi teknologi jangka panjang. (*)
Editor : Ali Sodiqin