RADARSITUBONDO.ID - Di tengah dominasinya dalam industri smartphone dan perangkat IoT, Xiaomi mengejutkan pasar dengan meluncurkan produk yang tergolong klasik namun inovatif: walkie-talkie digital.
Produk yang dirilis di pasar China pada Oktober 2025 ini menghadirkan pertanyaan besar, apakah segmen komunikasi konvensional masih relevan di era digital, dan bagaimana peluangnya jika masuk ke Indonesia?
Indonesia memiliki potensi pasar yang menjanjikan untuk produk walkie-talkie digital.
Keunggulan walkie-talkie yang tidak memerlukan jaringan seluler atau internet menjadi nilai tambah di lokasi-lokasi terpencil atau area dengan sinyal terbatas.
Fitur push-to-talk yang dimiliki Xiaomi Digital Walkie-Talkie sangat sesuai dengan kebutuhan komunikasi cepat tanpa delay.
Baca Juga: Petani Situbondo Dapat Ilmu Baru! Pemkab Latih Pengelolaan Pasca Panen Tembakau dari DBHCHT
Persaingan dengan brand established seperti Motorola, Baofeng, dan Kenwood yang telah lama berkecimpung di pasar walkie-talkie Indonesia menjadi tantangan tersendiri.
Xiaomi perlu menjelaskan value proposition yang jelas: mengapa walkie-talkie masih relevan, situasi apa saja yang memerlukan perangkat ini, dan keunggulan apa yang ditawarkan dibanding komunikasi via smartphone.
Untuk meraih kesuksesan di pasar Indonesia, Xiaomi dapat mengadopsi strategi kolaborasi dengan distributor khusus komunikasi radio yang sudah memahami regulasi, proses perizinan, dan kebutuhan pasar B2B.
Segmen ini lebih terbuka terhadap produk baru dan dapat menjadi brand ambassador organik.
Baca Juga: Kemenag Situbondo Bantu Rumah Layak Huni dan Modal Usaha Warga Jatibanteng
Fitur seperti pencarian kontak digital, GPS tracking untuk tim lapangan, dan sinkronisasi dengan smartphone dapat menjadi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki walkie-talkie konvensional.
Namun tantangan regulasi, kompetisi dengan pemain lama, dan kebutuhan edukasi pasar memerlukan strategi masuk yang matang dan investasi jangka panjang.
Kesuksesan Xiaomi Digital Walkie-Talkie di Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan lokal, mematuhi regulasi, dan membangun trust di segmen baru.
Jika dieksekusi dengan baik, produk ini berpotensi membuka revenue stream baru dan memperkuat posisi Xiaomi sebagai brand teknologi yang versatile, tidak hanya terbatas pada smartphone dan IoT devices.
Editor : Ali Sodiqin