RADARSITUBONDO.ID - Itel A100C resmi diumumkan pada Oktober 2025 dengan membawa sejumlah keunggulan yang tidak biasa ditemukan di kelasnya, termasuk desain premium yang mencuri perhatian dan sertifikasi ketahanan tingkat militer.
Hingga saat ini, Itel belum mengumumkan informasi harga resmi untuk A100C, namun berdasarkan pola penetapan harga seri A sebelumnya dan positioning produk, harga smartphone ini diprediksi tidak akan lebih dari Rp1,5 jutaan.
Perkiraan ini mengacu pada strategi pricing Itel yang konsisten untuk lini A series, yang memang ditargetkan sebagai smartphone ultra-budget dengan fitur maksimal.
Meski menggunakan panel 8-bit dengan kecerahan tipikal 400 nits, layar ini menawarkan rasio screen-to-body hingga 90%, memberikan pengalaman visual yang lega untuk konsumsi konten multimedia dan aktivitas harian.
Baca Juga: Rahasia Orang Sukses Mengelola Stres: Ini Kebiasaan Tidur yang Jarang Diketahui
Yang menarik dari aspek visual adalah desain ponsel ini terlihat sangat mirip dengan OnePlus 15, terutama pada bagian tepi dan rumah kameranya.
Android Go edition dikenal lebih ringan dan efisien dalam penggunaan sumber daya, ideal untuk hardware entry-level.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah baterai berkapasitas 5000mAh yang diklaim dapat bertahan hingga 32 hari dalam mode siaga, 27,7 jam untuk panggilan telepon, atau 8,5 jam untuk sesi gaming.
Sertifikasi ini memberikan kepercayaan ekstra bahwa perangkat mampu bertahan dalam kondisi penggunaan yang keras atau di lingkungan yang menantang, cocok untuk pekerja lapangan atau pengguna yang aktif bergerak.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Promo & Diskon Saat Advan Merilis Work Air
Namun, Itel A100C menawarkan sertifikasi militer dan fitur UltraLink yang tidak dimiliki kompetitor, plus desain yang lebih premium.
Namun, dari sisi ketahanan fisik dan daya tahan baterai dengan klaim 32 hari standby, Itel A100C lebih menjanjikan untuk pengguna yang memprioritaskan durabilitas.
Samsung di segmen entry-level menawarkan keandalan merek dan ekosistem yang matang, namun biasanya dengan harga sedikit lebih tinggi.
Itel A100C menawarkan value proposition yang berbeda dengan fokus pada ketahanan fisik, baterai besar, dan fitur konektivitas unik di harga yang lebih kompetitif.
Dibanding Itel City 100 yang sudah lebih dulu hadir, A100C membawa upgrade signifikan pada sertifikasi militer dan teknologi UltraLink.
Dengan fitur ketahanan militer dan baterai besar, Itel A100C berpotensi menjadi pesaing serius di pasar smartphone entry-level Indonesia.
Meski belum ada harga pasti, prediksi di kisaran Rp1,2-1,5 juta menjadikannya opsi menarik dengan value proposition unik: desain premium mirip flagship, sertifikasi militer MIL-STD-810H, baterai 5000mAh dengan klaim standby 32 hari, dan teknologi UltraLink untuk komunikasi tanpa sinyal.
Namun, untuk pengguna yang mengutamakan ketangguhan, daya tahan baterai, dan tampilan premium di harga terjangkau, Itel A100C layak masuk dalam pertimbangan saat melakukan pembelian smartphone di Oktober 2025.
Editor : Ali Sodiqin