RADARSITUBONDO.ID - Di tengah persaingan yang semakin sulit di dunia bisnis digital, TikTok meluncurkan inovasi bernama TikTok Symphony, yaitu aplikasi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pelaku usaha membuat video promosi dengan cepat.
Inovasi ini menjadi cara yang efektif bagi berbagai merek untuk meningkatkan hasil pemasaran mereka.
Baca Juga: Demokrat Bergerak, Optimistis Kembali Berjaya
Efisiensi Waktu dan Biaya
Pengguna hanya perlu memasukkan tautan situs web, lalu sistem akan secara otomatis membuat video lengkap dengan naskah dan gambar dalam waktu singkat.
Proses yang biasanya memakan banyak waktu kini bisa dilakukan dengan cepat, sehingga tim pemasaran dapat lebih fokus pada rencana bisnis yang lebih penting.
Fitur ini memungkinkan pembuatan konten dengan cepat tanpa mengeluarkan banyak uang atau memerlukan keterampilan mengedit video yang rumit, sehingga bahkan usaha kecil pun bisa membuat materi promosi yang terlihat profesional.
Baca Juga: Kapan Puncak Musim Hujan 2025 di Indonesia? Prediksi BMKG
Jangkauan Audiens yang Luas
Saat ini, TikTok memiliki 460 juta pengguna di Asia Tenggara, dan dua dari tiga orang menemui aplikasi ini secara tidak sengaja.
Hampir setengah dari pengguna tersebut melanjutkan pencarian setelah melihat video yang menarik. Data menunjukkan bahwa sekitar 55% pengguna TikTok pernah membeli sesuatu setelah melihat produk di aplikasi ini, yang menunjukkan potensi konversi yang tinggi.
Baca Juga: Mengapa Musim Hujan 2025 Berlangsung Lebih Panjang? BMKG Ungkap Penyebabnya
Personalisasi Konten
Dengan Symphony, merek bisa membuat video promosi dalam waktu singkat, lengkap dengan naskah, gambar, hingga suara yang bisa diubah ke berbagai bahasa.
Semua video dilabeli dengan jelas sebagai konten yang dihasilkan oleh AI, sehingga audiens tetap percaya sambil memanfaatkan efisiensi teknologi.
Dengan kombinasi kecepatan pembuatan, biaya yang terjangkau, dan jangkauan pasar yang besar, video promosi otomatis yang menggunakan AI di TikTok adalah strategi pemasaran yang penting untuk diperhatikan oleh bisnis masa kini.
Editor : Ali Sodiqin