RADARSITUBONDO.ID - Raksasa teknologi dari Korea Selatan, Samsung Electronics, sedang mempersiapkan untuk memasuki pasar global dengan ponsel lipat tiga pertamanya sebelum akhir tahun 2025.
Ponsel baru ini dipastikan akan tersedia di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Taiwan, dan Singapura.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17, Brasil Jadi Lawan Terberat!
Smartphone yang diberi kode model Samsung D6390 ini sudah mendapatkan sertifikat Bluetooth SIG dan ada beberapa varian untuk berbagai pasar.
Varian SM-D639U dan SM-D639U1 ditujukan untuk pasar AS, sementara SM-D639N khusus untuk Korea Selatan, dan SM-D639B untuk pasar internasional lainnya.
Baca Juga: Keringat Sendiri, Bukan Undangan! Timnas U17 Indonesia Ukir Sejarah Lolos Piala Dunia 2025
Fitur utama dari ponsel ini adalah desain lipatnya yang unik. Berbeda dengan ponsel lipat biasa, tri-fold dari Samsung memiliki tiga bagian yang bisa dilipat, sehingga dapat berubah dari ukuran ponsel menjadi tablet.
Saat dibuka sepenuhnya, layarnya yang menggunakan teknologi OLED bisa mencapai 10 inci, lebih besar dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang hanya 7,6 inci.
Ketika sudah terlipat sebagian, layarnya tetap berukuran 8 inci, dan ketika tertutup sepenuhnya, ukurannya menjadi 6,5 inci yang mudah digenggam.
Baca Juga: Dampak Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta dan Sistem JKN
Samsung menunjukkan prototipe ponsel ini di acara K-Tech Showcase bersamaan dengan KTT CEO APEC di Gyeongju, Korea Selatan.
Para pengunjung yang melihat langsung perangkat ini melaporkan bahwa garis lipatan di layarnya "hampir tidak terlihat" sebuah kemajuan yang signifikan karena masalah tersebut sering terjadi pada produk ponsel lipat.
Baca Juga: Kabar Bahagia! Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan
Langkah yang diambil Samsung ini adalah upaya mereka untuk menghadapi dominasi Huawei yang sekarang menguasai 45 persen pasar ponsel lipat global, sementara Samsung turun menjadi 9 persen di kuartal kedua tahun ini.
Huawei sudah lebih dulu merilis Mate XT, ponsel tri-fold pertama di dunia, meskipun ada masalah pada daya tahannya di model awal.
Produksi pertama ponsel ini diperkirakan hanya akan mencapai antara 50.000 hingga 200.000 unit untuk melihat reaksi pasar.
Harganya diperkirakan sebesar 4 juta won atau sekitar Rp 44 juta, ini membuatnya masuk ke kategori premium. Meskipun begitu, peluncuran global ini menunjukkan keyakinan Samsung bahwa masa depan ponsel ada pada inovasi bentuk, bukan hanya peningkatan spesifikasi biasa.
Dengan dukungan dari ekosistem Galaxy yang solid dan pengalaman Samsung dalam teknologi layar lipat sejak tahun 2019, ponsel tri-fold ini bisa menjadi senjata utama untuk merebut kembali posisi di pasar ponsel lipat dunia.
Editor : Ali Sodiqin