Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

OpenAI Gandeng Amazon dengan Kontrak Rp633 Triliun, untuk Perluas Komputasi Awan

Bayu Shaputra • Selasa, 4 November 2025 | 17:15 WIB
Open AI menggandeng Amazon untuk perluas komputasi awan.
Open AI menggandeng Amazon untuk perluas komputasi awan.

RADARSITUBONDO.ID - Raksasa kecerdasan buatan OpenAI secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama besar dengan Amazon Web Services (AWS) senilai 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp633 triliun.

Kesepakatan yang diumumkan pada hari Senin (3/11) ini adalah langkah penting bagi OpenAI untuk memperkuat sistem teknologi AI mereka.

 Baca Juga: Jangan Terburu-buru! Ini Syarat Pemutihan BPJS yang Harus Dipahami

Dengan perjanjian ini, pembuat ChatGPT akan mendapatkan akses ke banyak unit pemrosesan grafis (GPU) milik Nvidia Corp yang ada di platform AWS.

Chip canggih ini akan digunakan untuk melatih dan menjalankan model-model kecerdasan buatan yang lebih baru dengan kemampuan yang jauh lebih besar.

 Baca Juga: Cara Cek Status Tunggakan BPJS Kesehatan Anda dan Peluang Pemutihan

Selain GPU terbaru dari Nvidia, OpenAI juga akan mendapatkan akses ke kapasitas CPU yang bisa berkembang hingga puluhan juta unit.

Sistem besar ini khusus dibuat untuk mendukung berbagai pekerjaan AI OpenAI, mulai dari memberikan jawaban ChatGPT hingga melatih model-model AI di masa depan.

 Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17, Brasil Jadi Lawan Terberat!

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa kesepakatan ini akan memperkuat sistem komputasi yang luas untuk memulai era baru dalam kecerdasan buatan dan membawa teknologi AI canggih ke semua orang.

Di sisi lain, CEO AWS, Matt Garman, menegaskan bahwa kerja sama dengan OpenAI menunjukkan posisi AWS sebagai penyedia infrastruktur AI terkemuka dengan komputasi yang luas dan teroptimasi.

 Baca Juga: Keringat Sendiri, Bukan Undangan! Timnas U17 Indonesia Ukir Sejarah Lolos Piala Dunia 2025

Kesepakatan ini juga menunjukkan perubahan OpenAI dari ketergantungan pada Microsoft ke beragam sumber daya komputasi.

Sebelumnya, OpenAI memiliki perjanjian eksklusif untuk komputasi awan dengan Microsoft hingga Januari 2025.

Langkah untuk beragam ini dianggap sebagai strategi OpenAI untuk mendapatkan daya komputasi sebanyak mungkin agar tetap memimpin di industri AI.

 Baca Juga: Dampak Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta dan Sistem JKN

Seluruh kerja sama ini direncanakan selesai dengan semua kapasitas yang dimaksud bisa beroperasi pada akhir 2026, dengan kemungkinan untuk berkembang lagi pada 2027 dan tahun-tahun mendatang.

Amazon akan meluncurkan ratusan ribu chip, termasuk akselerator AI GB200 dan GB300 dari Nvidia dalam kluster data yang dibuat khusus.

Kesepakatan besar ini juga membuat saham Amazon naik drastis setelah pengumuman tersebut. AWS, yang sebelumnya khawatir tertinggal dari pesaing seperti Microsoft dan Google dalam perlombaan AI, sekarang mendapatkan kepercayaan besar melalui kerja sama strategis ini.

 Baca Juga: Kisah Inspiratif Nova Arianto Membawa Timnas U17 Indonesia ke Panggung Dunia untuk Pertama Kalinya

OpenAI sendiri telah berkomitmen untuk mengeluarkan sekitar 1,4 triliun dolar AS untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur yang mendukung model AI mereka.

Besarnya investasi tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan analis tentang potensi gelembung investasi di sektor AI, meskipun tingginya permintaan pasar terhadap teknologi kecerdasan buatan tetap menjadi sinyal positif bagi masa depan industri ini.

Editor : Ali Sodiqin
#OpenAI gandeng Amazon