Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Project Suncatcher, Ambisi Google Bangun Infrastruktur AI di Luar Angkasa

Bayu Shaputra • Senin, 10 November 2025 | 11:30 WIB
Satelit prototipe Google yang akan membawa prosesor AI ke orbit rendah Bumi, dirancang untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya di Bumi dan meningkatkan efisiensi pusat data.
Satelit prototipe Google yang akan membawa prosesor AI ke orbit rendah Bumi, dirancang untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya di Bumi dan meningkatkan efisiensi pusat data.

RADARSITUBONDO.ID - Google baru saja mengumumkan sebuah proyek besar yang disebut Project Suncatcher. Ini adalah sebuah riset untuk membuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menggunakan satelit di luar angkasa.

Proyek ini dipimpin oleh Travis Beals, yang merupakan Direktur Senior Paradigms of Intelligence di Google. Ini adalah bagian dari program "moonshot" perusahaan, yang juga mencakup kendaraan tanpa pengemudi dan komputasi kuantum.

 Baca Juga: Perempat Final Korea Masters 2025, Indonesia Hadapi Tantangan Berat dari Tuan Rumah

Project Suncatcher akan menempatkan chip Tensor Processing Unit (TPU) milik Google ke dalam jaringan satelit yang menggunakan tenaga matahari dan saling terhubung dengan sinar optik.

Satelit-satelit ini dirancang untuk bergerak di orbit rendah yang selalu mengikuti gerakan matahari, sehingga panel surya mereka dapat menghasilkan energi hingga delapan kali lebih banyak daripada yang bisa dihasilkan di Bumi dan bisa beroperasi hampir sepanjang waktu.

 Baca Juga: Hunters Kembali Beraksi! KPop Demon Hunters 2 Targetkan Rilis 2029

Google telah bekerja sama dengan Planet Labs untuk meluncurkan dua satelit awal pada awal tahun 2027. Setiap satelit akan memiliki empat unit TPU yang telah diuji ketahanannya terhadap radiasi dengan menggunakan akselerator partikel 67 MeV di University of California, Davis.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa chip Trillium TPU v6e dapat bertahan hingga dosis radiasi 15 krad(Si), yang jauh lebih tinggi daripada target misi lima tahun yang hanya 750 rad(Si).

 Baca Juga: Nasib Tiga Taikonaut China Memprihatinkan, Terdampar Tanpa Jadwal Kepulangan Pasti

Namun, proyek ini masih menghadapi berbagai tantangan teknis, seperti pengelolaan suhu, komunikasi dengan bandwidth tinggi, dan biaya peluncuran.

Google meramalkan bahwa biaya peluncuran dapat turun menjadi kurang dari $200 per kilogram pada pertengahan tahun 2030-an.

Dengan begitu, biaya untuk menjalankan pusat data di luar angkasa akan sebanding dengan pusat data yang ada di Bumi.

 Baca Juga: GTA 6 Ditunda Lagi, Rockstar Janji Rilis di November 2026

Jika proyek ini berhasil, Project Suncatcher bisa mengubah cara kita melihat infrastruktur komputasi di seluruh dunia dan menciptakan sebuah sektor baru: platform AI yang sepenuhnya menggunakan tenaga surya di luar angkasa, tanpa terhambat oleh lahan atau sumber daya air.

Editor : Ali Sodiqin
#Project Suncatcher