RADARSITUBONDO.ID - Samsung Electronics baru saja mengumumkan pencapaian inovatif dalam teknologi yang dapat mengubah sektor chip memori secara global.
Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini telah mengembangkan memori berbasis transistor ferroelektrik (FeFET), yang dapat mengurangi penggunaan daya hingga 96% dibandingkan dengan chip NAND biasa.
Inovasi ini memberikan solusi untuk masalah besar dalam teknologi memori konvensional. Selama ini, chip NAND flash mengalami dilema klasik: saat kapasitas meningkat, konsumsi daya pun juga meningkat. Sebaliknya, jika konsumsi daya dikurangi, kapasitas penyimpanan pun ikut menyusut.
Baca Juga: Real Madrid Telan Hasil Imbang Ketiga Beruntun, Tekanan untuk Xabi Alonso Meningkat
Tim penelitian Samsung telah menciptakan solusi baru dengan menggunakan bahan ferroelektrik yang merupakan kombinasi dari hafnium dan zirkonium.
Bahan ini memiliki kemampuan istimewa untuk membalikkan arah polarisasi dengan menggunakan tegangan eksternal dan mampu mempertahankan kondisi tersebut untuk waktu yang lama tanpa memerlukan daya.
Keunggulan teknologi FeFET tidak hanya terbatas pada efisiensi energi. Chip ini mampu menyimpan hingga 5 bit data per sel dengan tegangan transisi yang mendekati nol.
Yang lebih menarik, teknologi ini tetap dapat berfungsi dengan baik ketika diterapkan pada struktur tiga dimensi dengan ukuran kanal yang sangat kecil, mencapai 25 nanometer.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana Aceh-Sumut-Sumbar
Uji coba menunjukkan bahwa performa FeFET sebanding atau bahkan melebihi solusi NAND komersial yang ada saat ini. Teknologi ini menciptakan peluang untuk produksi memori dengan kapasitas tinggi yang lebih ringkas dan cepat.
Inovasi dari Samsung ini sangat relevan dengan tuntutan industri teknologi saat ini. Server AI, perangkat mobile, dan sistem edge computing memerlukan penyimpanan berkapasitas besar dengan efisiensi energi yang optimal. FeFET memberikan solusi yang sempurna untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Meskipun saat ini masih dalam tahap penelitian dan belum ada rencana untuk produksi massal, pengumuman ini menunjukkan komitmen Samsung dalam mempertahankan posisinya di pasar chip memori global.
Dengan permintaan memori yang terus meningkat akibat perkembangan AI dan komputasi yang intensif data, teknologi hemat daya seperti FeFET sangat dinantikan oleh industri.
Editor : Ali Sodiqin