RADARSITUBONDO.ID - iRobot, pembuat vacuum cleaner otomatis Roomba, mengajukan permohonan kebangkrutan pada Minggu (14/12).
Perusahaan ini telah terdaftar di bursa sejak tahun 2005 dan akan beralih status menjadi perusahaan swasta setelah diakuisisi oleh Picea Robotics, penyedia utama mereka.
Permohonan kebangkrutan dalam kerangka Chapter 11 diajukan di Delaware, dengan total aset dan kewajiban masing-masing di antara 100 hingga 500 juta dolar AS.
Dalam skema restrukturisasi, Picea akan mengambil alih seluruh saham perusahaan dan menghapus utang sebesar 190 juta dolar AS yang berasal dari pinjaman 2023.
Baca Juga: Indonesia Dikepung 3 Siklon, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Sejak bulan Maret 2025, iRobot telah mengungkapkan kekhawatiran tentang keberlanjutan bisnisnya. Perusahaan menghadapi tekanan ganda akibat persaingan ketat dengan rival dari China seperti Ecovacs Robotics yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau, serta dampak dari kebijakan tarif impor yang baru di AS.
Kebijakan tarif di Amerika Serikat, terutama tarif 46% yang dikenakan pada barang impor dari Vietnam, lokasi produksi vacuum cleaner iRobot, telah menambah biaya operasional hingga 23 juta dolar AS pada tahun ini.
Di sepanjang tahun 2024, iRobot melaporkan pendapatan sebesar 682 juta dolar AS, namun marjin laba terus menyusut.
Baca Juga: Ruben Amorim Ungkap Kekecewaan Setelah Drama Delapan Gol di Old Trafford
Ketidakberhasilan dalam akuisisi oleh Amazon senilai 1,4 miliar dolar AS pada Januari 2024 karena penolakan dari pihak regulator Eropa semakin memperburuk situasi keuangan perusahaan.
iRobot didirikan pada tahun 1990 oleh peneliti MIT Rodney Brooks bersama dengan Colin Angle dan Helen Greiner, yang awalnya berkonsentrasi pada teknologi untuk pertahanan sebelum memperkenalkan Roomba pada tahun 2002.
Baca Juga: Sutradara 'The Princess Bride' Rob Reiner dan Istri Ditemukan Tewas di Rumahnya
iRobot menegaskan bahwa operasional perusahaan akan tetap berjalan lancar selama proses kebangkrutan, tanpa mengganggu fungsi aplikasi, program pelanggan, atau dukungan produk.
Perusahaan yang berlokasi di Bedford, Massachusetts, mempekerjakan 274 karyawan. Proses restrukturisasi diperkirakan akan selesai pada Februari 2026.
Editor : Ali Sodiqin