RADARSITUBONDO.ID - Otoritas Konsumen dan Pasar Belanda (ACM) resmi membuka penyelidikan terhadap platform gim daring Roblox pada Jumat (31/1/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk menilai sejauh mana Roblox memberikan perlindungan memadai bagi anak-anak dan pengguna usia muda di wilayah Uni Eropa.
ACM menyatakan investigasi diluncurkan karena adanya indikasi kuat potensi pelanggaran regulasi. Penyelidikan difokuskan pada kepatuhan Roblox terhadap Digital Services Act (DSA), aturan Uni Eropa yang mewajibkan perusahaan teknologi bersikap proaktif dalam menjaga keamanan serta privasi anak di bawah umur.
Dengan skala platform yang sangat besar dan kompleks, proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu hingga 12 bulan sebelum regulator mengambil keputusan akhir.
Baca Juga: Niat Santai Minum Es Degan, Uang Rp130 Juta Warga Banyuputih Dicuri Maling
Langkah ACM ini bukan tanpa alasan. Roblox sebelumnya kerap menjadi sorotan internasional terkait isu keselamatan anak.
Di Amerika Serikat, platform tersebut bahkan menghadapi sejumlah gugatan hukum karena dituding gagal melindungi anak dari pelecehan seksual dan praktik pemerasan secara daring.
Roblox memang telah meluncurkan berbagai fitur pengaman, termasuk verifikasi usia berbasis pemindaian wajah serta penguatan kontrol orang tua.
Namun, sejumlah pakar menilai sistem tersebut masih rentan disalahgunakan. Anak-anak disebut dapat memakai identitas palsu atau memanfaatkan pemindaian wajah milik orang lain untuk mengakses konten yang seharusnya dibatasi usia.
Baca Juga: Asyik Main Judi Online, Pemuda Panarukan Diciduk Polisi, Sabu Disembunyikan di Jok Motor
Menanggapi penyelidikan ini, juru bicara Roblox menegaskan perusahaan menerapkan kebijakan ketat terkait perilaku dan konten pengguna.
Setiap pelanggaran, kata dia, dapat berujung pada pemberian peringatan, pemblokiran akun, hingga penutupan permanen. Roblox juga menyediakan fitur pelaporan langsung bagi pengguna yang menemukan penyalahgunaan.
Sementara itu, Sekretaris Negara Belanda Eddie van Marum mengingatkan bahwa meskipun aktivitas digital membawa banyak manfaat bagi anak-anak, risiko di baliknya tidak bisa diabaikan.
Mulai dari perundungan siber, paparan konten mengganggu, hingga dampak kesehatan akibat penggunaan layar berlebihan.
Pemerintah Belanda menegaskan penyedia layanan digital memikul tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan anak, sekaligus membantu orang tua agar dapat memanfaatkan layanan daring secara aman dan bertanggung jawab.
Editor : Ali Sodiqin