RADARSITUBONDO.ID - Aplikasi berbagi video TikTok tengah menghadapi tekanan serius di Amerika Serikat usai pengalihan operasionalnya ke entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.
Data perusahaan analitik Sensor Tower mencatat lonjakan penghapusan aplikasi hampir 150 persen dalam lima hari terakhir, jauh melampaui rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Merosotnya kepercayaan pengguna dipicu oleh sederet gangguan teknis yang mengganggu pengalaman berselancar di aplikasi. Sejumlah pengguna mengeluhkan bug yang memengaruhi jumlah tayangan serta waktu pemuatan video.
Masalah ini disebut berkaitan dengan pemadaman listrik di salah satu pusat data milik Oracle. Hingga kini, pihak TikTok belum mengumumkan jadwal pasti penyelesaian gangguan tersebut.
Baca Juga: Warga Setu Kaget Lihat Hamparan Potongan Uang di Lokasi Pembuangan Sampah
Situasi semakin rumit dengan mencuatnya kembali isu privasi data. Di berbagai platform media sosial, beredar kekhawatiran terkait kebijakan privasi terbaru TikTok yang disebut mencakup pengumpulan data sensitif, mulai dari ras dan etnis, orientasi seksual, status kewarganegaraan atau imigrasi, hingga informasi keuangan pengguna.
Padahal, ketentuan serupa telah tercantum dalam arsip kebijakan privasi TikTok sejak Agustus 2024. Namun, pengumuman pembentukan usaha patungan di AS membuat isu ini kembali menjadi sorotan.
Sejumlah pengguna mengaku kebijakan privasi tersebut langsung diberlakukan tanpa menyediakan opsi penolakan. Mereka hanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni menyetujui kebijakan atau menghentikan penggunaan aplikasi. Kondisi ini mendorong banyak pengguna memilih menghapus akun TikTok mereka secara permanen.
Baca Juga: Purbaya Sebut OTT KPK sebagai Shock Therapy untuk Pembenahan Pajak dan Bea Cukai
Di tengah gejolak yang melanda TikTok, aplikasi alternatif justru menikmati dampak positif. UpScrolled, platform video pendek besutan pengembang asal Australia, mencatat lonjakan unduhan signifikan.
Aplikasi yang sebelumnya hanya diunduh kurang dari 500 kali per hari ini berhasil meraih sekitar 41.000 unduhan di sekitar waktu peresmian TikTok USDS. Saat ini, UpScrolled menempati peringkat kesembilan aplikasi terpopuler di App Store AS dan menjadi aplikasi sosial terpopuler kedua setelah Threads milik Meta.
Meski angka penghapusan meningkat tajam, Sensor Tower mencatat jumlah pengguna aktif TikTok di Amerika Serikat masih relatif stabil. Kendati demikian, gelombang ketidakpercayaan yang muncul dinilai membuka peluang bagi platform video pendek independen yang tidak berada di bawah kendali perusahaan teknologi besar untuk merebut pangsa pasar.
Editor : Ali Sodiqin