Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Maskapai Korea Selatan Kompak Melarang Power Bank Dipakai Saat Penerbangan

Bayu Shaputra • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:15 WIB

Ilustrasi powerbank.
Ilustrasi powerbank.

RADARSITUBONDO.ID - Dunia penerbangan Korea Selatan memasuki fase baru dalam standar keselamatan. Mulai Februari 2025, seluruh maskapai penumpang di Negeri Ginseng resmi melarang penggunaan power bank selama penerbangan.

Kebijakan tegas ini diambil menyusul serangkaian insiden baterai lithium-ion yang memicu kebakaran di dalam kabin. Puncaknya terjadi pada 28 Januari 2025, ketika pesawat milik Air Busan terbakar di Bandara Internasional Gimhae.

Api dilaporkan muncul dari kompartemen bagasi atas dan dengan cepat melalap hampir separuh badan pesawat. Sebanyak 176 penumpang berhasil dievakuasi. Tujuh orang mengalami luka ringan.

Sejumlah saksi mata melihat asap hitam mengepul dari rak kabin tertutup. Dugaan sementara mengarah pada ledakan power bank sebagai pemicu kebakaran.

 Baca Juga: Ferry Irwandi Soroti Tuntutan Mati ABK Kasus Sabu 2 Ton

Langkah kolektif kemudian diambil oleh 11 maskapai Korea Selatan. T'way Air menjadi maskapai terakhir yang menerapkan larangan tersebut pada 23 Februari 2025.

Sebelumnya, kebijakan serupa lebih dulu diberlakukan oleh Korean Air, Asiana Airlines, Jeju Air, Jin Air, Air Seoul, serta Eastar Jet yang bahkan sudah memulai aturan itu sejak Oktober tahun lalu.

Meski tidak boleh digunakan selama penerbangan, penumpang tetap diizinkan membawa power bank ke dalam kabin dengan sejumlah persyaratan ketat. Terminal baterai wajib ditutup atau diisolasi untuk mencegah korsleting.

Perangkat juga harus disimpan dalam jangkauan, seperti di saku kursi atau di bawah kursi depan. Penyimpanan di bagasi atas kini dilarang demi mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.

 Baca Juga: Magang Kemensetneg Kuartal II 2026 Dibuka untuk SMK hingga S1

Tak hanya itu, setiap pesawat kini dibekali minimal dua tas tahan api untuk mengamankan baterai yang bermasalah. Inovasi lain berupa stiker sensitif suhu dipasang di kompartemen atas. Stiker tersebut akan berubah warna menjadi merah apabila suhu melebihi 40 derajat Celsius.

Data Kementerian Transportasi Korea Selatan mencatat, dalam lima tahun terakhir terjadi 23 kasus kebakaran baterai portabel di pesawat. Waktu penanganannya bervariasi, mulai dari 20 detik hingga lima menit.

Pihak maskapai menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah tak terhindarkan demi keselamatan penerbangan. Penumpang disarankan memastikan daya perangkat terisi penuh sebelum keberangkatan dan memanfaatkan fasilitas stopkontak di kursi apabila tersedia.

Aturan baru ini memang dinilai merepotkan. Namun, keselamatan ratusan penumpang di udara disebut jauh lebih penting dibanding kenyamanan sesaat.

Editor : Ali Sodiqin
#Larangan powerbank di pesawat #Maskapai Korea Selatan