Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Samsung Hentikan Samsung Messages di AS, Pengguna Diminta Beralih ke Google Messages

Bayu Shaputra • Senin, 6 April 2026 | 14:32 WIB
Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung. (The Guardian)
Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - angkah besar diambil Samsung dalam strategi perangkat lunaknya. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu memastikan akan menghentikan layanan aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, khusus di wilayah Amerika Serikat.

Kebijakan ini menjadi penanda perubahan arah perusahaan yang kini semakin menguatkan kolaborasi dengan Google dalam ekosistem Android. Dalam pengumuman resmi yang dikutip dari 9to5Google, Samsung menegaskan bahwa layanan tersebut akan dihentikan sepenuhnya pada Juli 2026.

Setelah melewati batas waktu tersebut, aplikasi tidak lagi dapat digunakan untuk berkirim pesan. Selain itu, Samsung Messages juga akan dihapus dari Galaxy Store maupun Google Play Store, serta tidak bisa diunduh ulang oleh pengguna.

Baca Juga: Manchester United Dapat Angin Segar, Patrick Dorgu Pulih Jelang Jadwal Padat

Samsung memberikan masa transisi selama beberapa bulan sebelum penutupan total dilakukan. Dalam periode tersebut, pengguna diberi waktu untuk beradaptasi sekaligus memindahkan penggunaan ke aplikasi pengganti. Secara resmi, Samsung merekomendasikan migrasi ke Google Messages sebagai solusi utama.

Perubahan ini sejatinya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Sejak 2024, sejumlah perangkat Galaxy telah menjadikan Google Messages sebagai aplikasi pesan default. Bahkan, beberapa model terbaru tidak lagi menyertakan Samsung Messages sejak awal.

Google Messages dinilai menawarkan fitur yang lebih mutakhir. Aplikasi ini mendukung teknologi RCS yang memungkinkan pengalaman chatting menyerupai aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp. Selain itu, tersedia pula enkripsi end-to-end, perlindungan terhadap spam, serta integrasi kecerdasan buatan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Baca Juga: Klasemen Super League Memanas, Persib Unggul 4 Poin dari Borneo FC

Meski demikian, penghentian ini tidak berlaku secara menyeluruh untuk semua perangkat. Samsung menyebut bahwa kebijakan tersebut hanya diterapkan pada ponsel dengan sistem operasi Android 12 ke atas. S

ementara itu, perangkat dengan Android 11 atau versi lebih lama masih dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Perbedaan ini diduga berkaitan dengan keterbatasan kompatibilitas sistem lama terhadap pembaruan teknologi terbaru. Di sisi lain, langkah ini mencerminkan strategi Samsung untuk mengurangi duplikasi aplikasi yang memiliki fungsi serupa dengan layanan milik Google.

Selama ini, Samsung dan Google memang telah menjalin kerja sama panjang dalam pengembangan layanan komunikasi. Kini, Samsung memilih untuk lebih fokus pada integrasi ekosistem Android sekaligus mendorong adopsi standar RCS secara lebih luas di tingkat global.

Bagi pengguna Galaxy, keputusan ini membawa konsekuensi perubahan dalam kebiasaan berkomunikasi. Migrasi ke aplikasi baru menjadi langkah yang tidak terhindarkan, meskipun Samsung memastikan proses transisi dirancang agar berjalan relatif mudah melalui panduan resmi yang telah disiapkan.

Editor : Bayu Shaputra
#Samsung Messages #Google Messages #Amerika Serikat