Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Meta Kembali PHK 200 Karyawan di Silicon Valley

Bayu Shaputra • Selasa, 7 April 2026 | 15:05 WIB
CEO Meta, Mark Zuckerberg.
CEO Meta, Mark Zuckerberg.

 

RADARSITUBONDO.ID - Perusahaan teknologi Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat. Kali ini, induk dari Facebook dan Instagram tersebut memangkas sekitar 200 karyawan yang tersebar di kawasan Silicon Valley, California.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi yang terus dilakukan perusahaan di tengah percepatan investasi teknologi kecerdasan buatan.

Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan ke otoritas ketenagakerjaan California, pengurangan tenaga kerja mencakup 124 posisi di Burlingame dan 74 posisi di Sunnyvale. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada akhir Mei 2026.

Keputusan tersebut menambah deretan panjang kebijakan pengurangan karyawan yang telah dilakukan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Keuntungan Ilegal Travel Haji dari Kuota Tambahan 2023-2024

Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, Meta juga memangkas karyawan dari sejumlah tim penting, mulai dari rekrutmen, penjualan, operasional, hingga divisi Reality Labs.

Bahkan pada Januari 2026, perusahaan telah lebih dulu memangkas lebih dari 1.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja di divisi tersebut.

Dalam sejumlah kasus, karyawan yang terdampak sempat ditawari posisi lain di dalam perusahaan, meski sebagian di antaranya harus bersedia pindah lokasi kerja.

Baca Juga: Arsenal Incar Semifinal Liga Champions, Arteta Andalkan Gyokeres dan Rice

Langkah efisiensi ini juga dikaitkan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan potensi pemangkasan lebih besar. Dalam laporan tersebut, Meta disebut berpeluang mengurangi hingga 20 persen dari total tenaga kerjanya.

Jika skenario tersebut terjadi, maka pemangkasan ini akan melampaui kebijakan serupa pada periode 2022–2023, ketika perusahaan mengurangi sekitar 11.000 karyawan atau setara 13 persen dari total pegawai saat itu.

Di tengah kebijakan pengurangan tenaga kerja, Meta tetap membuka peluang rekrutmen untuk posisi strategis tertentu. Hingga akhir 2025, jumlah karyawan perusahaan tercatat sekitar 79.000 orang, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih melakukan penyesuaian struktur tenaga kerja secara selektif.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah mengungkapkan arah baru perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Ia menyebut bahwa Meta mulai mengurangi ukuran tim dan mengandalkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat ditangani oleh individu dengan dukungan teknologi.

"Saya pikir 2026 akan menjadi tahun ketika AI mulai secara drastis mengubah cara kita bekerja," kata pria yang akrab disapa Zuck tersebut.

Baca Juga: BGN Klarifikasi Motor Listrik Viral, Dadan Hindayana: Bukan 70.000 Unit

Sejalan dengan strategi itu, Meta juga meningkatkan investasi di sektor AI secara signifikan. Belanja modal perusahaan diproyeksikan mencapai 115 miliar hingga 135 miliar dolar AS pada 2026, meningkat sekitar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggaran tersebut difokuskan pada pengembangan infrastruktur AI, termasuk pembangunan server dan pusat data.

Di sisi lain, biaya operasional perusahaan juga diperkirakan meningkat sekitar 40 persen. Kenaikan ini antara lain dipicu oleh peningkatan gaji tenaga teknis yang menjadi tulang punggung pengembangan teknologi.

Meski melakukan PHK, perusahaan tetap agresif merekrut talenta di bidang AI sejak 2024. Salah satu figur yang bergabung adalah Alexander Wang yang kini menjabat sebagai chief AI officer untuk memimpin Meta Superintelligence Labs.

Baca Juga: Khamenei Tegaskan Iran Tak Melemah Usai Tewasnya Majid Khademi

Menanggapi kebijakan PHK terbaru, pihak Meta menyatakan bahwa restrukturisasi merupakan langkah yang rutin dilakukan perusahaan.

Juru bicara Meta menegaskan bahwa penyesuaian organisasi ini bertujuan menjaga posisi perusahaan agar tetap kompetitif dan mampu mencapai target jangka panjang di tengah perubahan industri teknologi yang cepat.

Editor : Bayu Shaputra
#PHK Meta #Silicon Valley #Mark Zuckerberg