Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kabar Baik untuk Perakit PC, Harga RAM Akhirnya Melandai

Bayu Shaputra • Rabu, 15 April 2026 | 14:14 WIB
RAM mengalami lonjakan harga.
RAM.

 

RADARSITUBONDO.ID - Kabar menggembirakan datang bagi para pengguna yang berencana merakit PC di tengah tingginya harga komponen memori dalam setahun terakhir.

Setelah mengalami lonjakan harga yang ekstrem, harga RAM jenis DDR4 dan DDR5 kini mulai menunjukkan tren penurunan secara bertahap di pasar global.

Selama hampir 12 bulan terakhir, harga memori sempat melonjak drastis hingga mencapai 2.200 persen. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan yang mendorong kebutuhan komponen memori dalam skala besar.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Untuk pertama kalinya sejak Februari tahun lalu, grafik harga RAM menunjukkan penurunan.

Baca Juga: Jalanan Sepi, Pakistan Perketat Keamanan Jelang Dialog Iran dan AS

Data terbaru menunjukkan bahwa harga spot RAM DDR4 berkapasitas 16 GB mengalami penurunan sekitar 5 persen dalam satu bulan terakhir. Harga komponen tersebut kini berada di kisaran 74,10 dollar AS atau sekitar Rp 1,27 juta.

Penurunan ini menjadi sinyal awal meredanya tekanan harga, meskipun secara tahunan nilainya masih jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, ketika harga RAM serupa masih berada di kisaran 3,20 dollar AS.

Tren penurunan juga terjadi pada RAM generasi terbaru, DDR5. Untuk kapasitas 16 GB, harga kini turun ke level sekitar 37,20 dollar AS. Bahkan, di pasar ritel dan distributor di China, penurunan harga terlihat lebih signifikan.

Beberapa kit memori DDR5 32 GB dilaporkan turun hingga 30 persen, sementara modul DDR4 kapasitas 8 GB dan 16 GB mengalami koreksi harga hingga 25 persen.

Baca Juga: Bayi Nyaris Tertukar, RSHS Bandung Minta Maaf

Penurunan harga ini tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama berasal dari langkah distributor, khususnya di China, yang mulai melepas stok besar-besaran setelah sebelumnya melakukan penimbunan saat harga berada di puncak.

Kondisi pasar yang melemah membuat vendor kecil tidak lagi mampu menyerap komponen dengan harga tinggi, sehingga distributor memilih melakukan "cuci gudang" untuk menjaga arus kas.

Selain itu, faktor teknologi juga ikut memengaruhi dinamika harga. Pada akhir Maret lalu, diperkenalkan sebuah inovasi bernama "TurboQuant", yakni teknik kompresi memori yang diklaim mampu mengurangi penggunaan memori cache hingga enam kali lipat saat menjalankan model bahasa besar atau LLM.

Kehadiran teknologi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Mereka menilai bahwa jika teknologi ini diadopsi secara luas, maka kebutuhan memori dari pusat data berskala besar bisa menurun signifikan. Kekhawatiran ini mendorong para penimbun untuk segera melepas stok RAM ke pasar sebelum harga kembali terkoreksi lebih dalam.

Baca Juga: Prabowo Optimistis Industri Otomotif RI Bisa Tembus Pasar Global

Meski harga spot mulai turun, kondisi ini belum tentu langsung berdampak pada harga perangkat jadi seperti laptop atau PC rakitan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh perbedaan mekanisme pembelian antara pasar spot dan pasar kontrak.

Produsen besar umumnya membeli komponen melalui kontrak jangka panjang dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

Di sisi lain, proyeksi harga di pasar kontrak justru menunjukkan tren kenaikan. Harga DRAM konvensional diperkirakan masih akan meningkat antara 58 hingga 63 persen pada kuartal kedua 2026. Sementara itu, NAND Flash yang digunakan untuk SSD diprediksi naik lebih tinggi, yakni sekitar 70 hingga 75 persen.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Verbal di UI, DPR Minta Perlindungan Korban Diprioritaskan

Dengan kondisi tersebut, momentum penurunan harga di pasar spot saat ini menjadi peluang menarik bagi pengguna individu. Bagi yang berencana merakit PC atau meningkatkan kapasitas RAM, terutama DDR5, periode ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengamankan komponen sebelum harga kembali bergerak naik.

Editor : Bayu Shaputra
#RAM #DDR4 #DDR5