Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

GPT-5.5 Hadir di ChatGPT, Ini Fitur Baru dan Peningkatan Performanya

Bayu Shaputra • Jumat, 24 April 2026 | 12:20 WIB
GPT 5.5. (OpenAi)
GPT 5.5. (OpenAi)

 

RADARSITUBONDO.ID - OpenAI kembali memperkenalkan model kecerdasan buatan terbarunya, GPT-5.5 untuk chatbot ChatGPT, pada Rabu (23/4/2026).

Kehadiran model ini menjadi kelanjutan dari GPT-5.4 yang baru dirilis pada Maret lalu, sekaligus menandai percepatan pengembangan teknologi AI yang semakin adaptif.

GPT-5.5 diklaim sebagai model paling pintar dan intuitif yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut model ini sebagai langkah besar menuju era komputasi yang lebih “agentic”.

Artinya, AI tidak lagi sekadar merespons perintah, tetapi mampu merencanakan, mengambil tindakan, dan menuntaskan tugas kompleks secara mandiri.

Baca Juga: Persib Bandung vs Arema FC: Posisi Puncak Terancam, Hodak Bicara Tekanan

Kemampuan agentic menjadi fokus utama pengembangan GPT-5.5, terutama dalam bidang coding, penggunaan komputer, serta riset ilmiah.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang sering membutuhkan instruksi rinci, model ini dirancang untuk menangani pekerjaan yang tidak terstruktur secara otomatis.

Secara praktis, GPT-5.5 mampu memahami kebutuhan pengguna dengan lebih cepat, kemudian menjalankan sebagian besar proses tanpa intervensi lanjutan.

AI ini dapat melakukan riset daring, memperbaiki kode kompleks, hingga berpindah antar dokumen dan spreadsheet dalam satu alur kerja. Pengguna cukup memberikan satu instruksi utama, sementara sistem akan menyelesaikan sisanya.

Baca Juga: Gagal Lolos, Italia Diusulkan Tampil di Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Khusus

Dari sisi efisiensi, GPT-5.5 juga mengalami peningkatan. Model ini mampu menghasilkan output lebih baik dengan penggunaan token yang lebih sedikit. Meski demikian, performa kecepatannya diklaim tetap setara dengan GPT-5.4, meskipun tingkat kecerdasannya meningkat signifikan.

OpenAI turut menghadirkan beberapa varian dalam keluarga GPT-5.5. Versi standar ditujukan untuk kebutuhan umum, baik pekerjaan harian maupun profesional.

Sementara GPT-5.5 Thinking difokuskan pada tugas yang lebih kompleks dengan jawaban yang lebih ringkas dan cerdas, sehingga efektif untuk coding, riset, analisis data, hingga pengolahan dokumen, terutama jika dikombinasikan dengan plugin.

Adapun GPT-5.5 Pro dirancang untuk kebutuhan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Model ini disebut menghasilkan output yang lebih lengkap, terstruktur, akurat, dan relevan dibandingkan pendahulunya. Performa GPT-5.5 Pro dinilai kuat di berbagai sektor seperti bisnis, hukum, pendidikan, dan data science.

Baca Juga: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Khalid Basalamah dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Dalam pengujian performa, GPT-5.5 menunjukkan peningkatan di sejumlah benchmark. Pada Terminal-Bench 2.0, model ini mencatat akurasi 82,7 persen dalam menyelesaikan tugas di lingkungan terminal komputer, termasuk debugging dan pengelolaan workflow kompleks. Hasil tersebut melampaui beberapa model pesaing.

Di benchmark SWE-Bench Pro, GPT-5.5 meraih skor 58,6 persen dalam menyelesaikan masalah nyata pada kode GitHub. Sementara pada GDPval, yang mengukur kemampuan AI dalam pekerjaan profesional lintas bidang, model ini mencatat skor 84,9 persen.

Pada OSWorld-Verified, GPT-5.5 memperoleh nilai 78,7 persen dalam pengujian kemampuan mengoperasikan komputer secara mandiri.

Meski demikian, persaingan tetap ketat di sejumlah pengujian lain. Pada Humanity’s Last Exam tanpa bantuan tools, GPT-5.5 Pro mencatat skor 43,1 persen, masih berada di bawah beberapa model pesaing dalam aspek penalaran umum lintas bidang.

Baca Juga: Skandal Dana Tol Prosiwangi! Oknum Perangkat Desa Jetis Diduga Tahan Rp300 Juta Hak Warga

Dari sisi ketersediaan, GPT-5.5 mulai digulirkan untuk pengguna ChatGPT dengan paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise. Sementara varian Pro tersedia bagi pengguna Pro dan tingkat di atasnya.

Untuk penggunaan melalui API, OpenAI menetapkan biaya sekitar 5 dollar AS per 1 juta token input dan 30 dollar AS per 1 juta token output. Adapun GPT-5.5 Pro dipatok lebih tinggi, yakni 30 dollar AS untuk input dan 180 dollar AS untuk output, seiring dengan peningkatan kemampuan dan akurasi yang ditawarkan.

Token sendiri merupakan satuan kecil teks yang diproses AI, umumnya berupa potongan kata atau karakter. Token input merujuk pada teks yang dimasukkan pengguna, sedangkan token output adalah hasil respons yang dihasilkan sistem.

Editor : Bayu Shaputra
#GPT-5.5 #AI agentic #openai #ChatGPT