RADARSITUBONDO.ID - WhatsApp mulai menjajaki model bisnis baru dengan menguji layanan berbayar bernama WhatsApp Plus.
Uji coba ini dilakukan secara terbatas dan pertama kali muncul di wilayah Eropa, menandai langkah awal platform pesan instan milik Meta tersebut dalam menghadirkan fitur premium berbasis langganan tanpa mengubah fungsi inti aplikasi yang selama ini gratis.
Sejumlah pengguna dilaporkan כבר melihat kemunculan fitur ini di akun mereka, termasuk konsultan media sosial Matt Navarra. Kepada TechCrunch, perwakilan Meta membenarkan bahwa pihaknya tengah menguji langganan opsional yang ditujukan untuk meningkatkan personalisasi pengguna.
“WhatsApp sedang menguji langganan opsional baru bernama WhatsApp Plus, yang dirancang untuk pengguna yang ingin lebih banyak cara dalam mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka,” ujar juru bicara Meta.
Baca Juga: Amerika Serikat Buru Pemimpin KSS Irak, Imbalan Capai 10 Juta Dolar AS
Dalam fase awal ini, WhatsApp Plus membawa sejumlah fitur tambahan yang berfokus pada kustomisasi. Pengguna premium dapat menyematkan lebih banyak percakapan di bagian atas aplikasi.
Jika sebelumnya batas pin chat hanya tiga, kini jumlahnya ditingkatkan hingga 20 percakapan sekaligus. Perubahan ini diharapkan memudahkan akses ke chat penting tanpa perlu menggulir layar.
Selain itu, pengguna juga memperoleh opsi personalisasi lebih luas, mulai dari pengaturan tema, nada notifikasi, hingga nada dering untuk beberapa chat dalam satu daftar. WhatsApp Plus juga menghadirkan 10 nada dering eksklusif yang memberikan variasi pengalaman saat menerima panggilan.
Dari sisi tampilan, tersedia 18 pilihan warna baru yang menggantikan warna hijau khas WhatsApp. Warna-warna tersebut mencakup nuansa cerah hingga gelap seperti biru, ungu, abu-abu, hingga kuning dan merah.
Baca Juga: Persib Gagal Menang, Persaingan Puncak Klasemen Super League Makin Ketat
Tak hanya tampilan antarmuka, pengguna berlangganan juga bisa mengganti ikon aplikasi dengan 14 pilihan desain berbeda, mulai dari gaya klasik hingga efek visual seperti kosmik, glitter, dan minimalis.
Fitur tambahan lain mencakup akses ke stiker premium dengan efek animasi khusus yang dapat tampil di layar chat, bahkan tetap terlihat oleh penerima pesan yang tidak berlangganan.
Meski menghadirkan sejumlah fitur baru, WhatsApp menegaskan bahwa layanan ini tidak mengubah pengalaman dasar aplikasi.
Fitur utama seperti pengiriman pesan, panggilan suara, dan video tetap tersedia secara gratis untuk semua pengguna. Sistem keamanan juga tidak mengalami perubahan, dengan enkripsi end-to-end tetap diterapkan pada seluruh komunikasi.
Baca Juga: Oknum Polisi Aniaya Ojol di Situbondo, Sudah Damai Tapi Tetap Disanksi! Status Duda Jadi Sorotan
Informasi dari WABetaInfo menyebutkan bahwa biaya langganan WhatsApp Plus diperkirakan berada di kisaran 2,49 euro atau sekitar Rp 50 ribu per bulan di Eropa. Di Pakistan, harga yang muncul sekitar 229 PKR atau setara Rp 14 ribu.
Perbedaan harga ini kemungkinan dipengaruhi faktor pajak dan kebijakan regional. Selain itu, WhatsApp disebut akan menawarkan masa uji coba gratis selama satu bulan untuk sebagian pengguna.
Sistem pembayaran yang digunakan berbasis langganan bulanan dengan perpanjangan otomatis. Pengguna dapat membatalkan layanan kapan saja melalui platform distribusi aplikasi seperti Google Play, dengan syarat pembatalan dilakukan minimal 24 jam sebelum siklus penagihan berikutnya.
Baca Juga: Program Vorsa UMKM Mandek! Pelaku Usaha Soroti Minim Sosialisasi Diskoperindag Situbondo
Meta menyatakan bahwa uji coba terbatas ini juga bertujuan mengumpulkan umpan balik dari pengguna sebelum peluncuran lebih luas.
Dengan pendekatan bertahap, perusahaan ingin memastikan bahwa fitur premium yang dikembangkan benar-benar memberikan nilai tambah tanpa mengganggu pengalaman utama pengguna.
Saat ini, WhatsApp Plus masih tersedia untuk sebagian kecil pengguna, terutama pada versi beta Android. Peluncuran lebih luas diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang seiring evaluasi hasil uji coba.
Editor : Bayu Shaputra