RADARSITUBONDO.ID - Vivo resmi memperkenalkan ponsel terbaru dari lini Y-series, yakni Vivo Y600 Pro pada Senin (27/4/2026) di China. Perangkat ini langsung mencuri perhatian berkat peningkatan signifikan pada sektor daya, yang kini menjadi fokus utama pengembangan seri tersebut dalam dua generasi terakhir.
Langkah agresif Vivo terlihat dari evolusi kapasitas baterai yang terus melonjak. Setelah Vivo Y400 hadir dengan baterai 5.500 mAh pada pertengahan tahun lalu, kemudian meningkat ke 7.000 mAh pada Vivo Y500 Pro yang dirilis November, kini Vivo Y600 Pro membawa lompatan besar dengan baterai 10.200 mAh.
Untuk mendukung kapasitas besar tersebut, perangkat ini dilengkapi pengisian cepat 90 watt serta fitur reverse wired charging yang memungkinkan ponsel berfungsi sebagai sumber daya bagi perangkat lain. Fitur ini memperluas fungsi smartphone tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai power bank portabel.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Menariknya, meski kapasitas baterai meningkat hingga 45 persen dibanding generasi sebelumnya, penambahan ketebalan perangkat tergolong minimal. Vivo hanya menambah sekitar 0,4 mm berkat penggunaan teknologi baterai silikon karbon.
Teknologi ini memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa memperbesar dimensi secara signifikan, sehingga ketebalan total perangkat berada di angka 8,25 mm atau sekitar lima persen lebih tebal dari pendahulunya.
Vivo mengklaim daya tahan baterai ponsel ini mampu melampaui 24 jam penggunaan. Dalam skenario tertentu, perangkat dapat digunakan untuk panggilan hingga 47 jam, pemutaran video selama 28 jam, dan navigasi mencapai 16 jam.
Bahkan, baterainya disebut masih mampu mempertahankan 80 persen kapasitas setelah enam tahun penggunaan normal atau sekitar 1.600 siklus pengisian daya.
Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal dan 81 Luka Dirawat
Secara teknis, baterai tersebut setara dengan 38 Wh di dalam sebuah smartphone. Teknologi anoda silikon generasi keempat (Si-C) yang digunakan mengandung 15 persen silikon dengan kepadatan energi mencapai 886 Wh/L, menjadikannya salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Di sektor layar, Vivo Y600 Pro mengusung panel AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate 120 Hz. Perangkat ini juga dilengkapi kamera depan 32 MP serta sensor sidik jari optik yang terintegrasi di dalam layar.
Untuk performa, Vivo Y600 Pro menjadi perangkat pertama yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7300e. Chip ini memiliki kemiripan dengan Dimensity 7300 dan 7300X, namun membawa GPU Arm Mali-G610 MC2 dengan performa sedikit lebih rendah serta peningkatan pada efisiensi daya.
Di sektor fotografi, ponsel ini dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 yang sudah mendukung teknologi optical image stabilization (OIS). Sementara dari sisi perangkat lunak, Vivo Y600 Pro menjalankan OriginOS berbasis Android 16 dan telah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu dengan IP68 serta P69.
Baca Juga: Kecelakaan KA di Bekasi Timur, 6 Penumpang Meninggal dan 80 Luka
Di pasar China, perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu hitam, biru, emas, dan ungu. Untuk harga, varian 8/128 GB dibanderol 1.999 yuan atau sekitar Rp 5 jutaan, sementara varian 12/512 GB dijual seharga 2.899 yuan atau sekitar Rp 7,3 jutaan.
Ponsel ini sudah bisa dipesan melalui toko resmi Vivo dengan jadwal pengiriman perdana mulai 30 April 2026.
Editor : Bayu Shaputra