RADARSITUBONDO.ID - Perusahaan teknologi Xiaomi kembali memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan dengan merilis model terbaru bernama MiMo-V2.5.
Model ini hadir dalam dua varian, yakni versi reguler dan Pro, yang sama-sama mengusung konsep open-weight. Artinya, bobot model dapat diakses publik untuk digunakan secara mandiri, namun tidak sepenuhnya terbuka seperti pendekatan open-source.
MiMo-V2.5 dirancang sebagai model multimodal native yang mampu memproses teks, gambar, dan video dalam satu sistem terpadu.
Pengembangannya dilakukan dengan skala pelatihan mencapai 48 triliun token, menunjukkan ambisi besar Xiaomi untuk bersaing di kelas model AI global.
Versi reguler dibekali 310 miliar parameter dengan 15 miliar parameter aktif, sedangkan versi Pro membawa 1,02 triliun parameter dengan 42 miliar parameter aktif.
Baca Juga: Arsenal Ditahan Atletico Madrid 1-1, Penentuan Lolos ke Final Liga Champions di Emirates
Kemampuan lain yang menjadi sorotan adalah dukungan konteks hingga satu juta token. Dengan kapasitas ini, model dapat menangani dokumen panjang maupun tugas kompleks dalam satu kali proses tanpa perlu pemotongan konteks.
Fitur tersebut dinilai krusial dalam pengembangan aplikasi berbasis AI generatif yang semakin menuntut pemahaman mendalam terhadap data berukuran besar.
Xiaomi mengklaim MiMo-V2.5 unggul dalam aspek agentic AI serta pemahaman multimodal. Klaim tersebut diperkuat melalui hasil benchmark internal yang membandingkan performa model ini dengan sejumlah pesaing, seperti DeepSeek-V4, Kimi K2.6, Claude Opus 4.6, hingga Gemini 3.1 Pro.
Dalam pengujian MiMo Coding Bench, versi standar bahkan mampu menyamai performa versi Pro dengan skor masing-masing 71,8 dan 71,5.
Pada pengujian lain yang berfokus pada pemahaman gambar dan video, performa MiMo-V2.5 disebut setara dengan model closed-source.
Dalam benchmark DailyOmni untuk pemahaman video, model ini mencatat skor 83,5, melampaui Claude yang berada di kisaran 80,5, meski masih sedikit di bawah Gemini yang mencapai 84,2. Sementara pada VideoHolmes, MiMo-V2.5 meraih skor 64,0, unggul atas Claude dengan 59,5 dan hanya terpaut tipis dari Gemini di angka 64,2.
Baca Juga: Persija Bidik Kemenangan atas Persib, Shayne: Kami Bisa Kalahkan Mereka
Meski tersedia secara terbuka, penggunaan MiMo-V2.5 secara lokal tidak bisa dilakukan dengan perangkat sembarangan. Dibutuhkan spesifikasi tinggi seperti Mac Studio dengan konfigurasi maksimal. Hal ini disebabkan keterbatasan GPU konsumen yang umumnya belum memiliki kapasitas VRAM memadai untuk menjalankan model berskala besar tersebut.
Bagi pengguna yang ingin mencoba tanpa harus memiliki perangkat kelas atas, Xiaomi menyediakan akses melalui platform AI studio dan API resmi.
Selain itu, model ini juga dapat diunduh melalui platform berbagi model seperti Hugging Face, membuka peluang eksplorasi lebih luas bagi pengembang dan peneliti.
Editor : Bayu Shaputra