Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Meta Tingkatkan Investasi AI di Tengah Kerugian Reality Labs

Bayu Shaputra • Kamis, 30 April 2026 | 20:17 WIB
Ilustrasi seorang remaja memegang smartphone di depan logo Meta.
Ilustrasi seorang remaja memegang smartphone di depan logo Meta.

 

RADARSITUBONDO.ID - Kinerja keuangan Meta Platforms kembali menjadi sorotan setelah perusahaan mencatat kerugian signifikan dari unit Reality Labs.

Divisi yang mengembangkan teknologi realitas berimbuh (AR) dan realitas virtual (VR) tersebut masih menjadi beban besar dalam laporan keuangan terbaru.

Dalam laporan triwulan yang dirilis baru-baru ini dan dilaporkan oleh TechCrunch, Meta mengalami kerugian sekitar 4 miliar dolar AS hanya dari Reality Labs dalam satu kuartal. Angka tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Sassuolo Siapkan Pelatih Baru, Bang Jay Berpotensi Dilatih Ignazio Abate

Sejak 2021, unit tersebut secara konsisten mencatatkan kerugian. Dalam total 21 laporan keuangan triwulan, akumulasi kerugian Reality Labs telah mencapai sekitar 83,5 miliar dolar AS. Rata-rata, Meta kehilangan sekitar 4 miliar dolar AS setiap kuartal dari divisi ini.

Meski demikian, kondisi keuangan Meta secara keseluruhan masih tergolong solid. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih sebesar 26,8 miliar dolar AS, meningkat 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 33 persen secara tahunan menjadi 56,3 miliar dolar AS.

Di tengah performa tersebut, Meta kini mengalihkan fokus strategis untuk memperkuat posisinya di bidang kecerdasan buatan. Perusahaan mulai bersaing lebih agresif dengan pemain besar seperti OpenAI dan Anthropic.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Tewaskan 16 Orang, Kedubes Rusia Sampaikan Belasungkawa

Untuk mendukung ambisi tersebut, Meta meningkatkan proyeksi belanja modal secara signifikan. Pada 2026, perusahaan memperkirakan pengeluaran akan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya maupun prediksi analis.

CEO Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa lonjakan belanja tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya komponen teknologi, terutama memori.

“Kami meningkatkan proyeksi belanja infrastruktur tahun ini. Sebagian besar disebabkan oleh biaya komponen yang lebih tinggi, khususnya harga memori,” kata Mark.

Selain investasi infrastruktur, Meta juga memperluas pengeluaran untuk pengembangan AI melalui perekrutan besar-besaran. Sepanjang tahun lalu, perusahaan merekrut lebih dari 50 peneliti dan insinyur AI dari berbagai perusahaan pesaing. Langkah ini turut mendukung peluncuran model AI terbaru Meta, Muse Spark, yang dirilis awal bulan ini.

Menurut Mark, penggunaan Meta AI mengalami peningkatan signifikan sejak peluncuran model tersebut. Namun, di sisi lain, biaya pengembangan dan operasional AI juga terus meningkat seiring kebutuhan komputasi yang semakin besar.

Baca Juga: Arsenal Ditahan Atletico Madrid 1-1, Penentuan Lolos ke Final Liga Champions di Emirates

Sementara itu, Chief Financial Officer Meta Susan Li mengungkapkan bahwa perusahaan masih menghadapi ketidakpastian dalam menentukan kebutuhan belanja modal ke depan.

“Kami belum memberikan proyeksi spesifik untuk belanja modal 2027. Saat ini kami masih dalam proses perencanaan yang sangat dinamis, termasuk dalam menentukan kebutuhan kapasitas komputasi ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini Meta cenderung meremehkan kebutuhan komputasi dalam mendukung pengembangan teknologi AI. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan kini harus menyesuaikan strategi investasinya secara lebih agresif.

Editor : Bayu Shaputra
#Reality Labs #Mark Zuckerberg #Meta