RADARSITUBONDO.ID - Jumlah pengikut Instagram dilaporkan turun drastis dalam beberapa hari terakhir dan memicu perbincangan luas di media sosial. Fenomena ini terjadi di berbagai negara dan dialami banyak pengguna, mulai dari akun pribadi, kreator konten, hingga selebritas dunia.
Sejumlah pengguna mengaku kehilangan ribuan hingga jutaan followers dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat tagar dan diskusi terkait penurunan pengikut Instagram ramai diperbincangkan di platform media sosial seperti Threads dan X.
Penurunan jumlah followers ini diduga berkaitan dengan langkah Instagram melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun bot, spam, serta akun tidak aktif. Dugaan itu menguat karena penurunan terjadi secara serentak dan meluas di berbagai wilayah.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 18 Standar, Fokus Perpanjang Penjualan iPhone 17
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya platform milik Meta Platforms untuk meningkatkan kualitas interaksi digital dan menjaga autentisitas ekosistem media sosial. Instagram memang diketahui rutin melakukan penghapusan akun non-organik sebagai bagian dari kebijakan moderasi platform.
Salah satu figur publik yang disebut terdampak dalam gelombang penurunan followers kali ini adalah Kylie Jenner. Sejumlah laporan menyebut akun miliknya kehilangan jutaan pengikut selama proses pembersihan berlangsung.
Bagi kreator digital dan figur publik, jumlah followers memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan tingkat pengaruh, nilai kerja sama dengan brand, hingga engagement audiens. Karena itu, penurunan jumlah pengikut dalam skala besar langsung menjadi perhatian luas di kalangan pengguna media sosial.
Baca Juga: Detik-Detik Pohon Palem Raksasa Tumbang di Dawuhan, Nyaris Hantam Warung dan Tutup Akses Jalan!
Aktivitas pembersihan akun palsu dan spam dalam skala besar ini dikenal dengan istilah bot purge. Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya pengguna yang menyadari jumlah pengikut mereka mendadak berkurang hanya dalam hitungan jam.
Gelombang penurunan followers juga dikaitkan dengan kebijakan baru Instagram terkait konten orisinal. Platform tersebut dilaporkan mulai memperluas aturan yang tidak lagi merekomendasikan akun yang mayoritas mengunggah ulang konten milik pengguna lain.
Selain itu, muncul laporan mengenai penggunaan sistem moderasi berbasis artificial intelligence (AI) terbaru untuk mendeteksi aktivitas tidak autentik, perilaku mencurigakan, hingga pola interaksi terkoordinasi di dalam platform.
Kebijakan ini disebut berdampak tidak hanya pada akun besar, tetapi juga kreator kecil hingga menengah yang selama ini mengandalkan interaksi media sosial untuk membangun audiens. Beberapa pengguna mengaku kehilangan sekitar 2 hingga 5 persen dari total pengikut mereka hanya dalam semalam.
Di media sosial, fenomena ini ramai disebut warganet sebagai “Great Purge of 2026”. Istilah tersebut muncul karena banyak pengguna merasa penurunan followers terjadi dalam jumlah yang tidak biasa dan berlangsung hampir bersamaan di berbagai akun.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait gelombang penurunan followers terbaru tersebut. Namun, Instagram sebelumnya memang telah beberapa kali melakukan pembersihan akun palsu dan akun bot untuk mengurangi spam serta meningkatkan kualitas interaksi di platform.
Editor : Bayu Shaputra