RADARSITUBONDO.ID - Meta dilaporkan tengah menyiapkan fase baru pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di ekosistem media sosial miliknya.
Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan, membuat gambar, atau membantu proses editing konten, kini perusahaan mulai mengembangkan teknologi yang mampu bertindak langsung atas nama pengguna.
Perusahaan induk Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, dan Threads itu disebut sedang mengembangkan AI agent, yakni sistem AI yang dapat menjalankan berbagai tugas otomatis hanya dengan arahan minim dari pengguna.
Baca Juga: Trump Ultimatum Uni Eropa hingga 4 Juli, Tarif Impor AS Terancam Naik Tajam
Informasi tersebut mencuat lewat laporan The Information dan Financial Times yang mengutip sumber internal industri teknologi. Dalam laporan itu disebutkan bahwa proyek internal Meta tersebut memiliki nama kode “Hatch”.
Hatch dikabarkan terinspirasi dari teknologi agentic AI bernama OpenClaw yang baru diakuisisi OpenAI. Teknologi tersebut dikenal mampu menjalankan tugas kompleks lintas aplikasi dan layanan tanpa perlu terus-menerus mendapat instruksi dari manusia.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya memberikan jawaban atau rekomendasi, AI agent dirancang untuk mengambil tindakan secara langsung. Teknologi ini dinilai menjadi evolusi baru dalam pengembangan AI karena tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga operasional.
Baca Juga: Crystal Palace Lolos ke Final Eropa Perdana, Ismaila Sarr Jadi Penentu
Dalam praktiknya, AI agent Meta nantinya disebut dapat membantu pelaku bisnis menjalankan aktivitas harian secara otomatis. Salah satu contohnya adalah pengaturan harga produk.
Pengguna cukup memberikan instruksi agar harga produk selalu berada di bawah kompetitor dalam persentase tertentu. Setelah itu, AI akan memantau perubahan harga pasar setiap hari, mencocokkan data inventaris, lalu menyesuaikan harga produk secara otomatis.
Kemampuan tersebut diklaim akan terintegrasi langsung dengan berbagai platform Meta. AI agent disebut bakal dapat digunakan di Facebook, Instagram, Messenger, WhatsApp, hingga Threads untuk mendukung aktivitas pengguna sehari-hari.
Teknologi ini juga disiapkan untuk membantu pengguna merangkum percakapan dari seluruh aplikasi Meta setiap pagi.
Selain itu, AI dapat memantau promo baru milik kompetitor, mencari pertanyaan populer terkait produk tertentu, hingga membantu menyusun ide kampanye berdasarkan tren yang sedang berkembang.
Tidak hanya itu, AI juga disebut mampu mencari topik viral, membuat postingan otomatis sesuai tema tertentu, sampai mengirim ucapan ulang tahun secara otomatis kepada pengguna lain.
Baca Juga: Kakek 69 Tahun Tewas Ditabrak Misterius di Panarukan, Pelaku Kabur!
Meta disebut ingin menjadikan aktivitas media sosial lebih efisien melalui sistem otomatisasi berbasis AI. CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan dikabarkan telah melatih AI menggunakan aktivitas hariannya sendiri guna membantu mengotomatisasi sejumlah pekerjaan pribadi.
Selain pengembangan AI agent, fitur lain yang menjadi perhatian adalah integrasi AI shopping agent di Instagram. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengguna mencari produk, membandingkan harga, hingga menyelesaikan transaksi pembelian secara otomatis.
Dalam skenario yang sedang dikembangkan, pengguna yang melihat produk menarik saat menonton Instagram Reels nantinya cukup meminta AI untuk mencari produk serupa di internet.
Setelah itu, sistem AI akan mencari toko dengan penawaran terbaik, membandingkan harga, hingga menyelesaikan proses pembelian tanpa pengguna perlu keluar dari aplikasi Instagram.
Baca Juga: Nabung Sejak 2007, Pedagang Kerupuk Keliling Ini Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Pengembangan teknologi tersebut menunjukkan arah baru Meta dalam memadukan AI dengan aktivitas media sosial dan perdagangan digital dalam satu ekosistem.
Saat ini, proyek AI agent Meta masih berada dalam tahap pengujian internal. Berdasarkan laporan yang beredar, Meta menargetkan pengujian proyek Hatch selesai sebelum akhir Juni 2026.
Sementara itu, fitur AI shopping agent untuk Instagram disebut ditargetkan meluncur sebelum memasuki kuartal keempat tahun ini.
Editor : Bayu Shaputra